Saturday, September 5, 2015

KISAH BERDIRINYA MATARAM

Hasil gambar untuk kesaktian panembahan senopati mataram
Panembahan Senopati,… Pendiri Kerajaan Mataram Islam …Perasaan campur aduk meliputi Ki Ageng Pemanahan,… cucu Ki Ageng Sela ini … terliputi perasaan kecewa, geram, jueeengkel … karena tanah Mataram yang dijanjikan oleh Joko Tingkir alias Sultan Hadiwijaya … belum juga diberikan … !!! Tanah Mataram itu dijanjikan … sebagai ganjaran keberhasilan nya membungkam Arya Penangsang … Adipati Jipang Panolang … !!! Pada waktu itu,… jago-jago Pajang… lebih mending kelonan dari pada harus bertempur dengan Arya Penangsang … !!! 

Tubuh Arya Penangsang kebal terhadap segala bacokan,… belum lagi berbagai kesaktian yang meliputinya … !!! Akhirnya Ki Ageng Pemanahan, Ki Penjawi, dan Sutawijaya (anak Ki Ageng Pemanahan red.) dan Ki Juru Mertani… berhasil menghempaskan Arya Penangsang… !!! Arya Penangsang terkena tusukan Sutawijaya dengan tombak Kyai Plered… dan ususnya terburai… karena mencoba menarik keris Setan Kober … !!! Atas siasat Ki Juru Mertani… maka dilaporkan bahwa Ki Penjawi dan Ki Ageng Pemanahan yang berhasil membunuh Arya Penangsang … !!! 

Ki penjawi telah memperoleh tanah Pati… namun tanah Mataram… belum juga diberikan oleh Sultan Hadiwijaya… seolah-olah mengulur-ulur waktu … !!! Ki Ageng Pemanahan mengutarakan kejengkelannya kepada iparnya, Ki Juru Mertani … (Ki Juru Mertani ini keturunan Sunan Giri red.) … !!! Ki Juru Mertani berkata, ” Sabarlaagh kakang… ndaak mungkin Sultan Hadiwijaya akan mengkhianati ucapannya sendiri … !!! Tidak mungkin Sultan akan menjilah ludahnya sendiri … !!!”

Ki Ageng Pemanahan berkata,… “Kurang sabar apa lagi aku ini… !!! Sudah cukup lama… belum juga diserahkan Mataram kepadaku … !!! Ditengah banyak orang… Sultan menyebut akan menghadiahi Mataram kepadaku… namun sampai sekarang belum juga kudapat … !!!” Ki Juru Mertani … ndak bisa ngomong apa-apa lagi… ia teringat … bahwa semuanya karena ia yang mengatur… karena ia yang menyarankan agar Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi mengaku sebagai pembunuh Arya Penangsang … !!!

Soaleee… kalau dibilang Sutawijaya… maka dipastikan nggak akan mendapat hadiah apa-apa… paling juga barang mewah aza… karena Sutawijaya ini sudah dianggap anak angkat oleh Sultan Hadiwijaya … !!! Karena mummmet… Ki Ageng Pemanahan melangkahkan kaki ke Dusun Kembang Lampir,… ia hendak melakukan laku tirakat… memohon keadilan Allah SWT … mengenai persoalan yang menimpanya … 

Dengan kukuh Ki Ageng Pemanahan … melakukan laku prihatin… dan tidak akan menghentikannya jika keadilan belum didapatkannya … !!! Laku prihatin Ki Ageng Pemanahan ini… menyentak bathin Sunan Kalijaga yang amat peka … !!! Seorang wali ini… yang tinggal di Kadilangu … mampu menangkap kekecewaan dan kegeraman hati Ki Ageng Pemanahan … !!! Segera Sunan Kalijaga pergi ke Kembang Lampir … dan terlihat Ki Ageng Pemanahan … sedang tafakur diatas batu besar di pinggir kali kecil itu … !!! 


Sunan Kalijaga berkata dengan lembut,… “Pemanahan…. “. Ki Ageng Pemanahan tersentak… langsung bersujud dihadapan Sunan Kalijaga. Air matanya luruh … dihadapan gurunya yang amat dihormati … !!! “Mengapa engkau berada di Kembang Lampir… meninggalkan saudaramu, Sultan Hadiwijaya … ??? Apa yang kau cari anakku… ???” kata Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pemanahan berkata, “Apakah hamba harus menjelaskan isi hati … sedangkan paduka sunan sudah mengetahuinya … ???” 

Sunan Kalijaga berkata,… “Aku mengetahui maksud dan tujuannya ke Kembang Lampir. Jika itu mau mu,… baiklah mari kita pergi ke Pajang … !!! Mari kita bertemu dengan Sultan Hadiwijaya … !!!”. Tak berapa lama.. mereka telah sampai di Pajang … !!! Sultan Hadiwijaya sedang duduk diatas singgasananya… ketika seorang prajurit penjaga… menghadap kepadanya… dan melaporkan perihal kedatangan Sunan Kalijaga dan Ki Ageng Pemanahan … !!!

Segera … Sultan Hadiwijaya turun dari singgasananya… dan bergegas menyambut kedatangan guru dan saudara angkatnya itu … !!! Setelah dipersilahkan masuk dan duduk di balairung… Sultan Hadiwijaya berkata… “Kanjeng Sunan, … ada perihal apakah sampai membuat Kanjeng Sunan berkenan hadir di Pajang … ???” Kemudian Sunan Kalijaga pun berkata… “Anakku Sultan Hadiwijaya,… aku perlu menemuimu untuk menyelesaikan persoalan antara engkau dan kakangmu … Ki Ageng Pemanahan… !!!”

Baik Ki Ageng Pemanahan maupun Sultan Hadiwijaya… segera paham… apa yang dimaksud oleh Kanjeng Sunan Kalijaga … !!! Sunan Kalijagapun berkata,… “Anakku Sultan Hadiwijaya,… kamu adalah seorang penguasa agung kerajaan Pajang. Titah dan sabdamu merupakan kepastian hukum di semua wilayah Kerajaan Pajang … !!! Selaku Sultan, sudah merupakan hal yang wajib… bersatunya ucapan dan tindakanmu … !!! Mengapa kamu mengkari janjimu … hingga kini tanah Mataram … belum juga diberikan kepada kakangmu… Ki Ageng Pemanahan… ???”.


Sultan Hadiwijaya berkata,… “Tanah Mataram masih dalam bentuk hutan … !!! Hamba ingin mengganjar buat Kakang Pemanahan tanah yang lebih subur… sehingga menyarankan agar Kakang Pemanahan menerima tanah Jipang yang lebih baik… dibandingkan Mataram… namun Kakang Pemanahan menolaknya … !!!”. Meledak rasanya batin Ki Ageng Pemanahan… sudah jelas Sultan Hadiwijaya mau menghindar … !!!


Sunan Kalijaga pun tersenyum… dan ia mengerti duduk persoalannya… !!! Kemudian ia berkata, “Anakku Sultan,… telah bertitah akan mengganjar Ki Ageng Pemanahan dengan tanah Mataram … !!! Jika kamu hendak mengganjar tanah lain… bukankah itu jelas-jelas … tidak bersatunya kata dan perbuatan … ??? Jika itu yang anakku lakukan… kamu bisa disebut Sultan pendusta… dan tak pantas engkau lakukan,… Anakku … !!! 

Diaaaar… ucapan itu telah mengena di hati Sultan Hadiwijaya… seperti tamparan telak di siang hari bolong … !!! Kemudian Sunan Kalijaga… kembali mengejar dengan pertanyaan … “Apa yang sesungguhnya membuatmu kesulitan menyerahkan tanah Mataram kepada Ki Ageng Pemanahan … ???”. Kemudian Sultan Hadiwijaya berkata… “Baiklah… Kanjeng Sunan,… hamba akan membuka rahasia didalam hati hamba,.. walaupun tentu Kanjeng Sunan sudah mengetahuinya … !!!”

“Kanjeng Sunan,… hamba mendengan ramalan Kanjeng Sunan Giri… bahwa di Mataram nanti … akan ada Raja besar… seperti hamba… !!! Itulaagh sebabnya hamba tidak menyerahkan tanah Mataram kepada kakang Pemanahan… !!! Hamba tidak ingin ada matahari kembar di tanah Jawa ini … !!! Sunan Kalijaga tersenyum,… tidak tampak sedikitpun terkejut… !!! “Jika persoalan itu yang menjadi sebab… mudah saja dicari jalan keluarnya… kau berikan tanah Mataram kepad Pemanahan… dan Pemanahan harus menyatakan kesetiannya kepadamu… dan aku saksinya … !!!”, kata Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga kemudian berkata, “Ki Ageng Pemanahan… sebagaimana engkau dengar… aku memintamu untuk berjanji setia kepada Sultan Hadiwijaya. Maka dari itu… dengan aku saksikan… segera laagh berjanji … !!!.


 Ki Ageng Pemanahan segera bertindak cepat,… langsung ia berkata … “Kanjeng Sunan, dihadapan Allah SWT dan mendapat persaksian Kanjeng Sunan… hamba berjanji untuk tetap setia terhadap Sultan Hadiwijaya. Sekalipun tidak akan hamba khianati atau berani melawannya. Jika hamba berniat atau berkeinginan menjadi raja ataupun jika hamba berniat memusuhi, merebut serta menundukkan Pajang,… demi Allah SWT … biarlah hamba tidak selamat,… terkena bencana yang sangat besar … !!! Kanjeng Sunan Kalijaga terlihat puas dengan janji Ki Ageng Pemanahan… sedangkan Sultan Hadiwijaya masih terdiam dan menatap tajam kepada Ki Ageng Pemanahan … !!! 


Kemudian,… Ki Ageng Pemanahan melanjutkan janjinya … “Janji setia ini… hanya mengikat antara hamba dan Sultan Hadiwijaya… bukan pada anak keturunan hamba … karena hambat tidak mengetahui dan tidak berani mendahului rencana Allah SWT yang akan terjadi di kemudian hari … !!! Kanjeng Sunan Kalijaga kemudian berkata, … “Sebagaimana telah engkau dengar janji kakangmu… dan aku yang menyaksikannya… apakah belum cukup bagimu,.. Anakku … ???”

Sultan Hadiwijaya… menganggukkan kepala… dan dengan berseri-seri … ia berkata,.. “Kanjeng Sunan,… hamba terima janji setia kakang Pemanahan… dan dengan disaksikan oleh Kanjeng Sunan… kuberikan tanah Mataram kepadamu … !!! Pesanku, jadikanlah tanah Mataram … menjadi wilayah yang tenteram, makmur, damai dan aman… bagi seluruh penghuninya … !!!”

“Baiklah, dinda Sultan Hadiwijaya,… akan aku jalankan semua titahmu … !!!”, kata Ki Ageng Pemanahan… dan keduanya pun berangkulan… !!! Kemudian… Kanjeng Sunan Kalijaga pun berkata… “Jika tidak ada persoalan lagi,… aku mohon pamit kembali ke Kadilangu … !!!”. Demikian pula Ki Ageng Pemanahan… mohon pamit… untuk bersiap-siap pindah ke Mataram… membuka lahan baru… !!!.


para warga desa Sela begitu gembira … seperti bedhol desa… untuk membuka tanah Mataram … !!! Ki Ageng Pemanahan, Ki Juru Mertani, Danang Sutawijaya … bersama kurang lebih 100-an warga membuka hutan Mentaok … !!! Formasi riding nya… Ki Pemanahan dan Ki Juru Mertani… didepan… mirip laagh dengan road captain dan co road captain… sedangkan Sutawijaya dibelakang… sebagai sweeper… supaya ndaak ada rombongan yang tercecer … !!! Sutawijaya dibelakang… menunggangi kuda… sambil mengenggam tombak pusaka Kyai Plered … !!!


Ditengah perjalanan… rombongan bertemu dengan Ki Ageng Karang Lo,… setelah Ki Ageng Karang Lo memperkenalkan diri,… rombongan diundang di kediaman Karang Lo di dusun taji… untuk santap makan… dan menghilangkan penat… !!! Setlah selesai makan,… Ki Ageng Karang Lo… meminta izin… jika tidak keberatan… Ki Ageng Karang Lo… akan menghantarkan rombongan ke hutan Mentaok, Mataram … !!! 

Ketika rombongan sampai di Kali Opak,… tersentak laagh Ki Ageng Pemanahan.. melihat seseorang sedang mandi di kejernihan air kali opak … !!! Orang tersebut adalah Sunan Kalijaga… orang yang sangat mereka hormati … !!! Segera … saking menghormatinya… setelah mengucapkan salam… Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng karang Lo.. membersihkan kaki Sunan Kalijaga… !!!

Kemudian Sunan Kalijaga berkata, … “Ketahuilah Ki Ageng Pemanahan,… keturunan Ki Ageng karang Lo nanti… akan hidup mulia bersama anak keturunan mu… !!! Namun anak keturunan Ki Ageng Karang Lo tersebut,… tidak berhak menyandang gelar raden… dan tidak berhak pula untuk ditandu … !!! Ki Ageng Karang Lo… sangat senang dan berterima kasih kepada Kanjeng Sunan Kalijaga … !!! Kanjeng Sunan Kalijaga,…. meminta rombongan untuk melanjutkan perjalanan … !!! Setelah rombongan menghaturkan perhormatan kepada Kanjeng Sunan Kalijaga… mereka pun melanjutkan perjalanan… ke Mataram … !!!.


Warga desa Sela … yang bedhol desa.. semuanya banting tulang.. memeras keringat… dalam membuka Hutan Mentaok … !!! Batang pohon dengan diameter dua tangan orang dewasa… dirobohkan… dan ternyata tanah Mataram begitu subur… opo wae yang ditanam… tumbuh … !!! Sungai-sungai pun banyak ikannya… tinggal mancing aza… dan memang seolah tanah Mataram bagai lumbung pangan buat warga keturunan Ki Ageng Sela … !!! Rumah-rumah kemudian mulai didirikan… lahan pertanian juga digarap … dengan baik … !!! Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani … mengatur para warganya… demikian pula Danang Sutawijaya… ikut terlibat membangun tanah Mataram … !!! Pasar-pasar didirikan… sebagai penggerak roda perekonomian … dan dalam waktu ndak terlalu lama Mataram mulai menjadi wilayah yang ramai … !!! 


Ramalam Kanjeng Sunan Giri… bahwa di bumi Mataram akan muncul seorang raja… bagaikan Matahari yang menyinari segenap tanah Jawa,… membuat Ki Ageng Pemanahan… semakin giat bertirakat … melakukan laku prihatin … disatukannya seluruh hati dan ketaqwaannya untuk memohon kepada Allah SWT … semoga ramalan Kanjeng Sunan Giri itu menjadi kenyataan … !!! Berbagai tempat dijabani oleh Ki Ageng Pemanahan… atau disebut juga Ki Ageng Mataram … !!!

Seolah ada yang menggerakkan… Ki Ageng Pemanahan… hendak mengunjungi sahabatnya Ki Ageng Giring di Gunung Kidul … !!! Ki Ageng Giring,.. seperti biasa .. dipagi hari selalu memanjat dan menaiki pohon kelapa… !!! Pada hari itu .. seolah seperti ada suara yang ditujukan kepadanya … “Ki Ageng Giring,… siapa saza yang dapat meminum air kelapa mudaku ini.. sekaligus … tanpa berhenti… maka keturunannya akan menguasai seluruh tanah Jawa … !!!”

Tersentak Ki Ageng Giring,… dipetik dan dibawanya kelapa muda tersebut… ke rumahnya dan diletakkan nya di dapur … !!! Dikupas nya kelapa muda tersebut… namun sewaktu mau melubangi… ia agak ragu-ragu… karena masih pagi.. dan kemungkinan besar ia ndaaak bisa menegak air kelapa muda itu sekaligus … !!! Masih kenyang… dan belum haus… menurutnya … !!! Kemudian ia berpesan… kepada istrinya.. agar siapapun tidak boleh meminum air kelapa tersebut… ia akan mencari kayu bakar dulu… !!!

Tidak berapa lama,… Ki Ageng Pemanahan dateng… ia tampak haus sekali… dan ia langsung ke dapur … !!! Namun ketika ia hendak meneguk.. istri Ki Ageng Giring melarangnya … !!! “Adinda Pemahanan… mohon engkau tidak minum air kelapa itu…. !!!”, kata istri Ki Ageng Giring … !!! Namun Ki Ageng Pemanahan… sudah kehausan.. tampak payah sekali… datang dari jauh… seraya berkata,… “Mohon maaf, mbakyu… air tidak ada… aku sudah haus sekali… biarlah kuminum… jika nanti Kakanda Ki Ageng Giring marah.. biarlah aku yang menanggungnya… !!!”

Langsung … gleeek…gleeek…gleeek… abis laagh air kelapa itu ditenggak… tar tersisa setetes pun… diminum oleh Ki Ageng Pemanahan … !!! Setelah selesai menegak,… Ki Ageng Giring baru nyampeee mengambil kayu bakar… dan langsung ke dapur… namun alangkah kagetnya… ia melihat Ki Ageng Pemanahan telah selesai menenggak air kelapa muda tersebut … !!! Ki Ageng Giring.. seperti speechless… terdiam… terlihat menyesal… geram… dan bungkam cukup lama … !!!.


Ki Ageng Pemanahan merasa ndak enaak,… mencoba mencairkan suasana dan berkata,… “Kakang Ki Ageng Giring … istrimu tidak bersalah … !!! Tadi memang aku sangat letih… dan sangat haus. Tadi aku mencari air di dapur… tidak setetespun air kutemukan didalam kendi… yang hanya kutemukan adalah air kelapa muda ini … !!! Karena tidak bisa kutahan rasa hausku,… kuminum air kelapamu itu… Maafkan aku… !!!”. Namun Ki Agenng Giring tetap termenung… seolah hilang kesempatan yang besar… !!! Ki Ageng Pemanahan selanjutnya berkata, “Aku telah bersalah meminum air kelapa mudamu, Kakang Ki Ageng Giring … !!! Mustahil aku dapat mengembalikan air kelapa muda yang telah kuminum… jadi akan kuterima kemarahanmu Kakang … !!!” 


Seperti gledeeek yang menyambar… ucapan itu menyentak dan menyadarkan Ki Ageng Giring … !!! Semua itu berpulang pada takdir Allah SWT … !!! Meski ia telah menggenggam dan memiliki kelapa muda tersebut… namun Allah SWT mentakdirkan bahwa bukan ia yang meminum airnya… takdir itu jatuh kepada Ki Ageng Pemanahan … !!! Ia merasa tidak bisa melawan takdir Allah SWT … maka ia pun berkata … “Kiranya telah ditakdirkan oleh Allah SWT bahwa engkau laaagh yang akan menurunkan raja agung yang akan menguasai tanah Jawa ini … !!!”

Selanjutnya Ki Ageng Giring … membuka rahasia… ganjaran yang akan diperoleh bagi siapa yang meminum air kelapa muda tersebut.. sekali tegaaak … !!! Ki Ageng Giring kemudian berkata, … “Mengingat engkau telah meminum air kelapa muda tersebut… bagaimana kalau keturunanmu nantinya… bergantian dengan keturunanku… berkuasa… selang-seling gitu … ???”. Gantian Ki Ageng Pemanahan… yang terdiam… !!!

Ki Ageng Giring… mencoba menawar lagi… “Bagaimana setelah 7 keturunan mu yang berkuasa… gantian keturunanku yang berkuasa… ???”. Ki Agenng Pemanahan agak kebingungan … karena ini menyangkut takdir… mana berani mendahului kehendak Allah SWT… ??? Maka iapun berkata, … “Ki Ageng Giring,… apa yang terjadi dimasa mendatang… terlepas dari kemampuanku… !!! Oleh karena itu… aku tidak dapat menjanjikan apapun … !!! Hal itu sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT,… semua terserah kepadaNya … bukan aku yang menentukan … !!! 

Jawaban Ki Ageng Pemanahan ini… membuat Ki Ageng Giring pasrah… !!! Coz .. keputusan akhir berada pada Allah SWT… bukan kepada siapapun… !!! Ia menyadari sekali…. dan telah semakin jelas bahwa anak keturunan Ki Ageng Pemanahan laaagh yang akan menjadi “matahari” menerangi tanah Jawa … !!! .


Danang Sutawijaya … mulai tumbuh dewasa … dan bagi Ki Ageng Pemanahan …. anaknya ini yang sangat diharapkan menjadi penerus pemimpin rakjat daerah Mataram … !!! Namun demikian ada yang sangat merisaukan bagi Ki Ageng Pemanahan … !!! Masalah opo … ??? Masalah cewek…. yup tepat nya calon Selir kepunyaan Sultan Hadiwijaya … !!! Dulu, … sewaktu berhasil mengalahkan Arya Penangsang,… pewaris terakhir kerajaan Demak… yaitu Ratu Kalinyamat… telah bersumpah dan berjanji kepada Sultan Hadiwijaya… jika ia berhasil mengalahkan Arya Penangsang,… maka ia akan mendapatkan seluruh daerah Demak … dan harta pribadi serta dayang-dayang Ratu Kalinyamat … !!! 


Naaagh dari sekian banyak dayang-dayang Ratu Kalinyamat… Sultan Hadiwijaya hanya tertarik 1 orang…. yaaagh yang pasti memang terlihat sangat cantik… namun masih sangat mudaaa banget … !!! Oleh karena itu,… Sultan Hadiwijaya bertitah kepada Ki Ageng Pemanahan untuk menjaga dan membesarkan calon selirnya itu… !!! Lhaaa ternyata… anaknya … Danang Sutawijaya … jatuh cinta … kepada calon selir Sultan … !!! Duuugh biyunnng… kalau suka kepada cewek yang mana aza… mungkin langsung diparanin… dan dilamar… lhaaa iki… sukanya kepada cewek… yang notabene… miliknya Sultan Pajang… Sultan Hadiwijaya … !!!



Lhaaa iyaaa juga mengerti … bahwa anaknya … Danang Sutawijaya… sangat keras dan kukuh pendiriannya… !!! Jika anaknya telah suka,… sangat susah untuk dibelokkan… segala resiko berani ditempuh oleh Danang Sutawijaya … !!! Namun demikian,… karena dititipkan amanah… Ki Ageng Pemanahan tetep berusaha menjaga amanah tersebut… dan berusaha menasehati anaknya… “Mbok yaaa sadar laagh nggeeerr,… Kanjeng Sultan Hadiwijaya … telah menitipkan… sekali lagi menitipkan kepadaku… !!! Mencintai calon selir Raja Pajang… sangat berbahaya … bukan hanya bagimu… tapi bagi seluruh rakjat Mataram … !!! Apakah kamu akan menjerumuskan… seluruh rakjat Mataram… kedalam kemarahan yang sangat besar… baginda Sultan Hadiwijaya … ???”, tanya Ki Ageng Pemanahan.

“Namun hamba begitu mencintainya,… demikian pula ia… begitu mencintai hamba… !!! Hamba harus mengutarakan kejujuran… bahwa hamba sangat mencintainya… !!! Apakah hamba harus berdusta… tentang keadaan hati hamba,… sedangkan Ayahanda selalu mengajarkan tentang kejujuran… ???”, tanya Danang Sutawijaya… !!! Waduuugh,… ucapan anaknya ini… serasa memukul balik bagi Ki Ageng Pemanahan… !!! Biyuuung,… biyuuuung… Ki Ageng Pemanahan… terasa bingung… dan menoleh kepada Ki Juru Mertani …. !!!

Ki Juru Mertani … sebagai penasehat daerah Mataram,… juga menarik nafas panjang … !!! “Sepandai-pandai nya … menyimpan mayat… pasti tercium juga bau busuknya… !!! Tidak terbayang akan kemurkaan Sultan Hadiwijaya… jika tiba-tiba calon Selir yang dititipkan… ‘diambil’ oleh Danang Sutawijaya… !!! Mataram bisa digempur… dan luluh lantak… gara-gara hal ini… !!!”, kata Ki Juru Mertani. Uwesss… tambah mumeeet maneeeh Ki Ageng Pemanahan… mendengar jawaban Ki Juru Mertani … !!!

Kemudian,… Ki Juru Mertani pun bicara… “Kakang Pemanahan,… sebaiknya kita haturkan saza hidup dan matinya Danang Sutawijaya…. kepada Sultan Hadiwijaya… !!! Dengan cara ini,… kesetiaan kakang Pemanahan… dan janji tidak akan melawan kepada Sultan Hadiwijaya… tetap dapat terjaga… !!! Jadi kita ceritakan apa yang terjadi… dan menunggu keputusan Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Mungkin pertimbangan Kanjeng Sultan akan berbeda… terlebih Danang Sutawijaya … adalah anak angkat Sultan … !!!”,… Ki Juru Mertani menjelaskan… !!!

Naaagh,… gimana reaksi Sultan Hadiwijaya… mengenai hal ini… ??? ....


 Bergegas,.. Ki Ageng Pemanahan dan Danang Sutawijaya … pergi ke Istana Pajang… menghadap Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Sultan Hadiwijaya agak sedikit kaget,… ketika menerima laporan .. bahwa Ki Ageng Mataram dan anak angkatnya Danang Sutawijaya … ingin menghadap dengannya … !!! Setelah bertemu dan merangkul Ki Ageng Pemanahan,… Kanjeng Sultan berkata … “Sungguh mengejutkanku Kakang Pemanahan… kira-kira ada berita apakah.. yang hendak kau sampaikan dari Mataram … ???”. Ki Ageng Pemanahan pun berkata… “Ampun Kanjeng Sultan … kedatangan hamba untuk menyerahkan hidup dan matinya Danang Sutawijaya … kepada Dinda Kanjeng Sultan … !!!” 

Sontak … sangat terkejut Kanjeng Sultan Hadiwijaya mendengar hal tersebut … kemudian iapun berkata … “Ki Ageng Pemanahan … apa maksud perkataanmu… menyerahkan hidup dan matinya anak angkatku… Danang Sutawijaya … kepadaku … ???”. Ki Ageng Pemanahan pun… berkata.. “Amat besar dosa kesalahan … Danang Sutawijaya… !!! ia telah berani menjalin hubungan cinta dengan gadis pemberian Ratu Kalinyamat.. yang waktu itu Kanjeng Sultan telah titipkan kepadaku …. !!! Adapun kesalahanku adalah telah gagal mengemban amanat dan titah Kanjeng Sultan… untuk mengawasi gadis itu… hingga terjadi hubungan cinta antara Danang Sutawijaya dan gadis tersebut … !!!”.

Kanjeng Sultan Hadiwijaya… terdiam.. dan mengambil nafas dalam-dalam… kemudian ia pun berkata… “Anakku Danang Sutawijaya,… mengapa engkau mencintai gadis itu… padahal engkau tahu… bahwa ia adalah calon selirku … ??? Apakah engkau tahu… bahwa perbuatan mu itu adalah salah … ???”. Kemudian Danang Sutawijaya pun berkata … “Ampun Ayahanda… hamba memang merasa bersalah… !!! Namun hamba tidak bisa menutupi rasa cinta hamba kepadanya … !!! Hamaba tidak akan mendustai ayahanda… dan hamba harus jujur mengungkapkan perasaan hamba … !!!”.


Sultan Hadiwijaya tersenyum cukup puas dengan jawaban … Danang Sutawijaya… dan ia pun berkata … “Betapa bangganya aku mempunyai anak angkat sepertimu Sutawijaya,… engkau jujur dan berani mengakui kesalahanmu dihadapanku… dan telah bertindak sebagai lelaki sejati … !!!” Kemudian… Kanjeng Sultanpun berkata kepada Ki Ageng Pemanahan… “Kakang Pemanahan… jika hanya itu kesalahan anak angkatku… tentu saja aku ampuni kesalahannya … !!! Namun permintaanku,… lekas kakang menikahkan anakku dengan gadis itu… !!! Jangan sampai cinta yang suci… menginjak-injak norma dan ketentuan yang berlaku … !!!”

Akhirnya Danang Sutawijaya menikah dengan gadis itu… dan lahir dari buah cinta keduanya adalah Raden Rangga… yang kelak cukup ampuh dan sakti mandraguna… !!! Gimana kiprah Raden Rangga… .hm hehe..sabar ya...lanjutannya...hm. .


Masih tergiang perkataan Sunan Giri pada pertemuan di Giri atas undangan Kanjeng Sunan Giri … “Kelak,… anak keturunan Ki Ageng Pemanahan ini laaagh yang akan menguasai tanah Jawa. Bahkan wilayah Giri inipun nantinya akan takluk dibawah kekuasaannya …!!!”. Sadar bahwa pada saat itu Sultan Hadiwijaya sedang berkuasa di Pajang … Kanjeng Sunan Giri pun mewanti-wanti kepada seluruh Bupati / Adipati … dan berkata … “Semua adalah takdir Allah SWT … kita hanya menjalankan takdir … suka ataupun tidak suka … !!! Ingat,… siapapun yang berani menentang kehendak Allah SWT … siap-siap saza menanggung segala bencana … !!!”. Teringat pula… oleh Ki Ageng Pemanahan… kejadian kelapa muda yang diminumnya… di dapur Ki Ageng Giring … !!! 

Pada saat ia sedang termenung… Ki Juru Mertani bertanya … kenapa ia termenung … ??? Ki Ageng Pemanahan… menceritakan … ia terbayang akan ramalan Sunan Giri … !!! Lantas Ki Juru Mertani pun bertanya … “Kira-kira apakah Sultan Hadiwijaya akan membiarkan ramalan tersebut menjadi kenyataan… ??? Apakah ia tidak akan gusar… bahwa kerajaan Pajang tidak akan langgeng … ???” Ki Ageng Pemanahan pun berkata… “Ntagh laaagh,… kita tidak mengetahui persis isi hati orang … !!! Danang Sutawijaya yang berada di dekat Ki Juru Mertanipun… berkata “Jika kerajaan Pajang menggempur Mataram … apa yang harus kita lakukan … Ayahanda … ???”.

Ki Ageng Pemanahan pun berkata,… “Anakku Danang Sutawijaya… serahkan semuanya kepada Allah SWT… betapapun besarnya kekuatan Kerajaan Pajang… jika Allah SWT telah berkehendak… matahari akan muncul dari tanah Mataram… percaya laaagh Anakku… Mataram tidak akan hancur oleh kekuatan Pajang … !!!”. Daerah Mataram begitu cepat berkembang… roda perekonomian juga bergerak cepat… membawa kemakmuran bagi rakjatnya … !!! Namun ketika segalanya lagi mulai memberikan hasil yang menggembirakan… Ki Ageng Pemanahan jatuh sakit… !!! Rakjat Mataram berduyun-duyun… pergi ke kediaman Ki Ageng Pemanahan di Kota Gede … !!! Para tabib pun berdatangan… mencoba menolong menyembuhkan Ki Ageng Pemanahan … !!!

Namun Ki Ageng Pemanahan… sudah menyadari… kehadirannya di alam fana … tidak akan lama lagi … !!! Ia kemudian berkata kepada Ki Juru Mertani,… “Ki Juru… Hidupku kelihatannya tidak akan lama lagi … !!! Oleh karena itu… kuserahkan bimbingan dan pengawasan anak-anakku kepada mu … !!!” Ki Juru Mertani,… mengiyakan atas permintaan Ki Ageng Pemanahan … !!! Selanjutnya Ki Ageng Pemanahan berkata,… “Sepeninggalanku… anakku Danang Sutawijaya yang akan menggantikanku… memimpin rakjat Mataram … !!!” Ki Ageng Pemanahan pun berpesan kepada Danang Sutawijaya … “Anakku Danang Sutawijaya,… tugasmu menjadikan negeri Mataram semakin makmur … rakjatnya semakin sejahtera … !!! Jadikan Mataram semakin perkasa … dan aman … !!!” Danang Sutawijayapun… menyanggupi permintaan ayahandanya … !!!

Kepada anak-anaknya… Ki Ageng Pemanahan pun… berkata.. “Anak-anakku semuanya… kalian harus menuruti dan mentaati paman Ki Juru Mertani… !!! Tidak boleh sekalipun menentangnya… atau membantah perintahnya … !!!” Danang Sutawijaya dan saudara-saudaranya… menyatakan kesanggupannya mematuhi segala perintah Ki Juru Mertani … !!! Ki Ageng Pemanahan pun… tersenyum… sangat gembira hatinya… sampai dengan ajal yang bakal menjemput… ia telah berhasil memegang teguh janjinya… tidak melawan atau menentang Sultan Hadiwijaya … dan selalu setia kepada Kanjeng Sultan sampai akhir hayatnya … !!! Dengan tersenyum… ia meninggalkan dunia ini… dan menghadap kepada Allah SWT … sang Khalik … !!!

Rakjat Mataram pun berduka… dan berduyun-duyun mengantar kepergian Ki Ageng Pemanahan … pemimpin yang mereka cintai … yang menghantarkan rakjat Mataram kepada kemakmuran … !!! Mereka turut menyalatkan pemimpin mereka di mesjid… dan dimakamkan di sisi barat Mesjid … !!! Jasad Ki Ageng Pemanahan telah bersatu dengan tanah Mataram.. tempat ia membuka pertama kali wilayah ini … yang penuh hutan … !!! Danang Sutawijaya,… sebagai penerus ayahnya… bertekad akan meneruskan usaha keras yang telah dirintis Ayahnya… membuat masa depan Mataram cemerlang … !!! .


Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, maka Ki Juru Mertani beserta anak-anak Ki Ageng Pemanahan pergi ke Pajang… untuk menghadap Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Ki Juru Mertani memberitahukan perihal wafatnya Ki Ageng Pemanahan … !!! Bagaikan mendengar seribu petir di siang hari bolong… Kanjeng Sultan Hadiwijaya begitu kaget … !!! “Kakang Pemanahan wafat… benarkah itu … ???”, tanya Sultan Hadiwijaya … kepada Ki Juru Mertani … !!! Ki Juru Mertani hanya bisa menganggukkan kepalanya… menjawab pertanyaan Kanjeng Sultan … !!!

Terbayang dimata Kanjeng Sultan Hadiwijaya… ketika ia nyaris tertipu daya oleh Adipati Arya Penangsang… ketika bertemu ditempat Kanjeng Sunan Kudus … !!! Ketika itu … Arya Penangsang nyaris menikam Sultan Hadiwijaya dengan keris yang dipinjamnya dari Sultan Hadiwijaya … !!! Langsung saza Ki Ageng Pemanahan memberikan kode… agar ia segera mengambil keris yang lain… sehingga ia tidak terperdaya oleh Arya Penangsang (jika ada waktu … kita bahas tentang Joko Tingkir red.) … !!! 

Terbayang pula… Ki Ageng Pemanahan begitu setia kepada Pajang… dan menepati janji… tidak akan melawan dan memberontak kepada Pajang… dan selalu setia kepada Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Dan tanpa terasa Kanjeng Sultan Hadiwijaya meneteskan air mata… begitu dalam kesedihan dan kehilangan Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Setelah hening berapa lama… Ki Juru Mertani pun… berkata … “Kanjeng Sultan,… sesuai wasiat dari Ki Ageng Pemanahan… Danang Sutawijaya telah ditunjuk sebagai pengganti Kakang Pemanahan … !!! Apakah Kanjeng Sultan setuju dengan wasiat Kakang Pemanahan tersebut … ???”

Sultan Hadiwijaya mengela nafas… dan berkata,… “Pilihan Kakang Pemanahan adalah tepat… hanya anakku laagh Sutawijaya yang paling pantas memimpin daerah Mataram … !!!”. Selanjutnya Sultan Hadiwijaya … berkata kepada Sutawijaya,… “Anakku, Sutawijaya… kuperkenankan bagimu untuk memimpin Mataram… bangunlaagh Mataram… dan kuijinkan bagimu selama satu tahun untuk tidak menghadapku untuk membangun Mataram… !!! Namun setelah genap satu tahun… engkau harus menghadapku … !!!” Demikianlah titah Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!!

Ki Juru Mertani… dan anak-anak Ki Ageng Pemanahan… mohon pamit… untuk kembali ke Mataram… !!! Setelah mereka pulang,… kembali terngiang di telinga Kanjeng Sultan Hadiwijaya… tentang ramalan akan timbulnya matahari dari Mataram … !!! Ia pun menyadari… dengan meninggalnya Ki Ageng Pemanahan… maka sudah tidak ada jaminan lagi… bahwa Mataram akan tunduk dibawah Pajang … !!!

Ingin rasanya ia menggempur Mataram… dengan menugaskan Pangeran Benawa dengan Patih Manca Negara… agar Mataram tidak menjadi ancaman di kemudian hari … !!! Namun ia teringat pesan yang sangat diwanti-wanti oleh Sunan Giri… jika ia menggempur Mataram… maka ia akan mendapatkan bala / bencana … !!! Termenung Kanjeng Sultan Hadiwijaya… dan ia hanya bisa memasrahkan segala sesuatu nya … kepada kehendak Allah SWT … !!!.


Mataram dibawah kepemimpinan Danang Sutawijaya … melaksanakan pembangunan secara besar-besaran … !!! Hukum benar-benar ditegakkan,… siapa yang salah diiingatkan dan dihukum… siapa yang berjasa diberi imbalan… so reward dan punishment berjalan … !!! Di bidang keamanan … juga sangat diperhatikan… prajurit-prajurit direkrut.. dan dilakukan latihan atau gemblengan dengan sungguh-sungguh … !!! Para empu atau ahli pembuat senjata didatangkan… untuk membuat senjata kualitas prima … !!! Balai kademangan dibuat semakin megah… dan tidak kalah dengan istana pajang … !!! Tembok-tembok pembatas ditinggikan… agar memudahkan dalam pengamanan … !!! 

Daerah Mataram yang memang subur… dikelola dengan baik… keamanan dan hukum ditegakkan… perekonomian tumbuh dengan cepat… mengundang rakjat dari daerah lain untuk menetap di Mataram… !!! Kemajuan yang pesat terutama di sisi keamanan sangat mengkhawatirkan Ki Juru Mertani … !!! Terlebih tembok tinggi menjulang dibangun… seolah mirip dengan pembangunan benteng … !!! Prajurit bertambah dengan cukup signifikan… dan kualitas prajurit semakin bagus… ditambah dengan peralatan perang yang cukup …. bisa menyulut perang antara Mataram vs Pajang… !!! Ini yang menjadi kekhawatiran Ki Juru Mertani … !!!

Kekhawatiran Ki Juru Mertani, semakin kuat… ketika setelah 1 tahun… Panembahan Senopati… terlihat enggan ketika diajak oleh Ki Juru Mertani untuk menghadap ke Pajang … !!! Berbagai alasan dikemukakan oleh Panembahan Senopati,… dari masih banyak hal yang perlu dikerjakan untuk kemakmuran Mataram, … belum waktunya untuk menghadap,… sampai menunggu datangnya utusan Pajang menghadap Danang Sutawijaya… !!!

Perihal menunggu utusan Pajang,.. Ki Juru Mertani sampai kaget… “Menunggu utusan Kanjeng Sultan … ??? Tidak pernah aku mendengar hal itu sewaktu kita menghadap Kanjeng Sultan di Pajang. Angger Senopati,… pikirkanlah tindakanmu… keselamatan Mataram berada ditanganmu. Salah-salah engkau bertindak,… Mataram bisa hancur lebur digempur Pajang … !!! Ayolaaah … kita menghadap ke Pajang … !!!”

Namun tetep saza Panembahan Senopati,… menolak secara halus,… “Mohon maaf paman,… hamba kira belum waktunya hamba menghadap Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!!”. Duuugh,… mumeeet rasanya Ki Juru Mertani … untuk mengingatkan keponakannya ini… !!! Ia sadar betul… akan keteguhan alias keukeeh nya keponakannya ini … !!! Ia harus smart dan bijak,… layaknya sebatang pohon… jika dipaksa akan patah… jika dibiarkan akan bengkok… !!! Ki Juru Mertani pun,…. terdiam… dan terpikir… apakah ini merupakan jalan dari terwujudnya ramalan Sunan Giri… ??? Ki Juru Mertani pun… hanya bisa pasrah atas kehendak Allah SWT … !!! .


 perkembangan yang sangat pesat di Mataram… tidak luput dari pengamatan prajurit telik sandi Kerajaan Pajang … !!! Pembangunan tembok tinggi,… rekruuut prajurit dan penggemblengan mbaaak kawah candra dimuka… serta para empu yang membuat berbagai macam senjata… dilaporkan kepada Patih Pajang, yaitu Patih Manca Negara … !!! Dihadapan Kanjeng Sultan dan para Adipati … Patih Manca Negara melaporkan perkembangan daerah Mataram … !!! Bahkan Patih Manca Negara berkata,… “Apabila Kanjeng Sultan perintahkan… maka akan hamba gempur Mataram … !!! Pembangkangan Ananda Senopati… seolah membuat harga diri Paduka … terjatuh… !!! Mataram seolah mencoreng kewibawaan Pajang … !!!”. Namun Kanjeng Sultan Hadiwijaya… tidak mau buru-buru mengambil kesimpulan… “Menurutku… kita tidak boleh terburu-buru menjatuhkan tindakan… perlu kita ketahui dulu… alasan apa yang membuat Anakku Senopati membuat tembok pembatas yang tinggi… layaknya benteng-benteng pertahanan … !!!” 

Kanjeng Sultan Hadiwijaya pun… melanjutkan perkataan… “Kakang Tumenggung Wila dan Tumenggung Wuragil … berangkatlah kalian ke Mataram… mintalah anakku untuk menghadapku segera … !!!”. Setelah pamit… Tumenggung Wila dan Wuragil… bergegas ke Mataram… !!! Sesampainya di Mataram … kedua petinggi Pajang… mendapatkan.. bahwa Mataram begitu maju… begitu makmur.. gedung Kadipaten pun megah… tidak kalah dibandingkan Pajang… !!! Tembok tinggi pun… terbangun layaknya benteng pertahanan … !!!

Bahkan mereka mendapatkan… adanya tanaman pohon beringin kurung… yang pada waktu itu… hanya boleh ditanam di alun-alun kerajaan … !!! Namun sesampainya di Kadipaten… mereka mendapatkan informasi bahwa Panembahan Senopati sedang berlatih berkuda… !!! Segera mereka memacu kudanya ditempat… Senopati berlatih dengan kudanya … !!! Yaagh mungkin mirip seperti jaman sekarang… gimana slow in fast out… gimana counter steering… gimana braking point… !!!

Oalaaaagh… hmmm… kalau bisa memutar waktu.. uweees ntaak silihkeee … Ducati Monster S2R ku… opo Ki Demang… opo opooolaagh… kalau perlu golek KLX 250S buat garuk tanah… yoooo ntaaak goleeek … buat mbahhhku deweee … !!! Lhoo kok dadineee ngelantuuur to yooo dalangee kepribeeen … ??? Lanjut lagee,… jelas sekali terlihat… bagi Tumenggung Wila dan Wuragil… bupati dalam Kerajaan Pajang,… bahwa Panembahan Senopati begitu gagah diatas kudanya… terlihat begitu tangkas… melompati rintangan… menggeber kudanya… baik akselerasi ataupun de-akselerasi … !!!

Kedua Tumenggung ini… merasa gerah… kok Panembahan Senopati… seolah asyik berlatih… tidak menghentikan latihannya… dan menghampiri kedua Tumenggung dari Pajang… !!! Mereka ragu…untuk turun dari kudanya… karena jika turun… dianggap yang turun dari kudanya.. berarti pada posisi derajat yang lebih bawah… !!! Bagi mereka… mestinya Panembahan Senopati… yang turun lebih dulu dari kudanya…dan menghampiri mereka… namun kok Panembahan Senopati… ndaak turun-turun… dan ndaaak menghampiri mereka… ??? Lhaaa iki sampeee kapaaaan… ??? Lha dadineee kok ruweeet tho… !!!.


Tumenggung Wila dan Wuragil… mau nggak mau turun… agar bisa menemui Panembahan Senopati … !!! Soalnya kalo nggak… Panembahan Senopati asyik aza… ngelibaz tikungan dengan kudanya… sampai kapan mau nunggu … ??? Setelah sampai… Panembahan Senopati seolah terkejut… dan bertanya … “Paman Wila dan Wuragil… ada gerangan apakah sampai paman berdua jauh-jauh dari Pajang ke Mataram ini … ???, tanya Panembahan Senopati … !!!

Kedua paman tersebut… mengela napas dalam-dalam… dan berkatalaagh Tumenggung Wuragil,… “Kami berdua datang kemari… atas titah paduka Kanjeng Sultan Hadiwijaya… untuk menyampaikan pesan Beliau … !!!”. Panembahan Senopati … kemudian bertanya,… “Apa pesan ayahanda Kanjeng Sultan kepada hamba … ???”. Tumeggung Wuragil pun langsung berkata… “Kanjeng Sultan berpesan agar ananda Senopati… tidak berfoya-foya… menghumbar hawa nafsu untuk makan dan minum,… kemudian Kanjeng Sultan juga berpesan… agar rambut ananda Senopati dipotong biar rapi… ndak awut-awutan … !!! Dan terakhir… ananda diminta untuk menghadap ke Pajang… bersama kami … !!!” 

Panembahan Senopati tersenyum,.. dan segera menjawab… “Pesan Kanjeng Sultan hamba terima… sampaikan… jika hamba diperintah untuk tidak makan dan minum,… hamba masih hidup hingga hamba masih membutuhkan makan dan minum… !!! Kemudian.. rambut hamba ini panjang karena tumbuh sendiri… tidak pernah hamba memerintahkan rambut hamba agar tidak panjang … !!! Kemudian… hamba diminta menghadap ke Pajang… hamba menyanggupi… asalkan ayahanda Sultan… menghentikan kebiasaan buruk… mengambil anak perawan dari para abdinya untuk dijadikan selir … !!!

Dueeeer…. bagaikan gempa berkekuatan 7.5 skala richter… Tumeggung Wila dan Wuragil mendengar jawaban Panembahan Senopati… !!! Kedua Tumenggung hanya merasa geram… dan segera mohon pamit untuk kembali ke Pajang… !!! Namun ditengah perjalanan… mereka berdua bingung… jika menceritakan apa adanya.. maka Sultan Hadiwijaya bisa murka… dan mereka teringat ramalan Sunan Giri… siapa yang menyerang Mataram duluan… maka akan terkena bencana… !!!

Akhirnya mereka bersepakat… bahwa mereka akan menceritakan tentang segala sesuatu yang dilihatnya di Mataram… !!! Masalah pagar,… masalah beringin kurung… masalah banyaknya pandai besi,… semua diceritakan kepada Kanjeng Sultan Hadiwijaya… !!! Namun mengenai ajakan untuk ke Pajang… mereka ndak mau berterung terang… !!! Mereka telah sepakat memberikan jawaban… bahwa Panembahan Senopati akan segera menyusul mereka … untuk pergi ke Pajang… !!!

Kanjeng Sultan Hadiwijaya yang menerima laporan… tidak mengorek keterangan lebih lanjut dari kedua Bupati Dalamnya… dan lega laagh kedua Tumenggung tersebut… karena bisa merahasiakan… dan tidak ingin Pajang menyerang Mataram… karena takut terkena bala … !!!.


Lanjut lage… balik lagi ke Panembahan Senopati …!!! Ki Juru Mertani… sangat kaget… mendapat laporan utusan Sultan Hadiwijaya datang ke Mataram … dan seperti geledek di siang bolong… mendengar bahwa Panembahan Senopati menolak untuk menghadap Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Apalagi mendengar dari mulut Panembahan Senopati… yang memberi syarat bahwa ia hanya mau menghadap jika Kanjeng Sultan Hadiwijaya tidak lagi mengambil selir …. !!! Ki Juru Mertani berkata kepada Panembahan Senopati,… “Ananda.. sikapmu terlalu berani… !!! Apalagi sikapmu yang tidak turun dari kuda… dalam menemui utusan Kanjeng Sultan… dan menolak untuk menghadap Kanjeng Sultan… !!! Sadarkah dengan siapa ananda … berhadapan … ???”

Lebih lanjur… Ki Juru Mertani pun berkata… “Engkau memang sakti… anakku… !!! Tubuhmu tidak basah ketika memasuki air.. tidak terbakar ketika menerjang lautan api… kulitmu pun tidak terluka terkena senjata tajam… !!! Namun yang kau hadapi adalah Kanjeng Sultan Hadiwijaya… dimana kesaktiannya jauh diatas kesaktianmu … !!! Keris Kyai Setan Kober… yang begitu termasyur dan diandalkan oleh Adipati Arya Penangsang saza… ndak mempan untuk melukai kulit Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!!”

Selagi Panembahan Senopati terlihat bingung,… Ki Juru Mertani pun menambahkan… “Apa yang akan engkau andalkan untuk menghadapi Kanjeng Sultan Hadiwijaya… anakku …??? Apakah engkau akan mengerahkan kekuatan Mataram untuk menghadapi Pajang… ??? Sadarlah anakku,… Mataram akan luluh lantak… disapu bersih oleh laskar Pajang… anakku … !!!” Panembahan Senopati semakin terdesak… dan terlihat penyesalan yang dalam… tergambar diraut wajahnya … !!!

Penembahan Senopati pun berkata,.. “Hamba mohon maaf, Paman Juru Mertani …!!! Namun… apa yang harus hamba lakukan… agar hamba tetap memimpin Mataram ini… dan mewujudkan ramalan Kanjeng Sunan Giri… untuk menguasai tanah Jawa ini … ???”. Ki Juru Mertani pun… terlihat mereda amarahnya… “Anakku… paman bisa melihat keinginanmu untuk mewujudkan ramalan Kanjeng Sunan Giri… !!! Itu tidak salah anakku… namun bukan begitu caranya… !!! Anakku hendaknya selalu memohon kepada Allah SWT .. agar Kanjeng Sultan Hadiwijaya… ikhlas memberikan tahtanya kepadamu .. setelah Beliau mangkat… !!! Hanya dengan begitu… engkau dapat mewujudkan ramalan Kanjeng Sunan Giri … !!!

Penembahan Senopati perlahan mengganggukan kepalanya … !!! Ki Juru Mertani… berharap Panembahan Senopati melaksanakan nasihatnya dengan sungguh-sungguh … !!! ia pun berharap… ramalan Kanjeng Sunan Giri… akan jatuh kepada keponakannya itu… yaitu Panembahan Senopati … !!!.


 Para rombongan petinggi Bagelen dan Kedu,… sedang bergerak ke arah Pajang untuk menyerahkan segala upeti tanda derah ini takluk kepada Pajang… !!! Namun pergerakan rombongan ini,… diketahui oleh para telik sandi Mataram… dan segera dilaporkan kepada Panembahan Senopati … !!! Panembahan Senopati,… kemudian memerintahkan untuk melakukan penyambutan semeriah mungkin… hidangan diminta untuk disiapkan selezat mungkin… gamelan dan tarian juga disiapkan… rakjatnya juga diminta untuk menyambut rombongan tersebut… !!!

Panembahan Senopati dengan dikawal beberapa prajurit segera mencegat rombongan Bagelen dan Kedu… !!! Para Prajurit Bagelen dan Kedu segera bersiap-siap dan meningkatkan kewaspadaan… untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi… !!! Panembahan Senopatipun berkata kepada pimpinan rombongan… “Tidak ada niat buruk sehingga aku mencegat perjalanan rombongan kalian… !!! Perkenankanlah aku untuk menyambut kalian… dan menjamu kalian… sebelum kalian melanjutkan perjalanan menuju Pajang … !!! 

“Sungguh merupakan kehormatan bagi kami,…. disambut secara langsung oleh Panembahan Senopati… !!! Dengan senang hati… kami menerimanya… dan masih banyak waktu untuk melanjutkan perjalanan ke Pajang… !!!”, kata petinggi Bagelen… !!! Selanjutnya mereka menuju ke balai kademangan Mataram… dan mereka sangat suka cita… disambut layaknya tamu Agung… berbagai makanan dan minuman yang melimpah telah tersedia… dan mereka merasakan sekali… bagaimana Mataram begitu hormatnya memperlakukan mereka … !!!

Rombongan para petinggi dari Bagelen dan Kedu gemar akan tuak,… dan terlalu banyak meneguk tuak… dan rombongan pun dihibur oleh berbagai tarian yang dibawakan oleh penari mbak mizzz universe… !!! Kesadaran mereka pun… sudah mulai goyang… !!! Panembahan Senopati pun… berkata kepada petinggi Bagelen dan Kedu… “Kalian ndak usah melanjutkan perjalanan ke Pajang… !!! Tinggalaah di Mataram sepuasnya.. dan nikmati sambutan kami sepuas-puasnya… !!!”

Selanjutnya Panembahan Senopati, berkata… “Di Mataram ini… kalian nggak perlu menghaturkan upeti… kalian boleh tinggal selamanya… !!! Apa bedanya Pajang dan Mataram… Jika Gusti Allah mengijinkan… Mataram inipun akan menjadi kerajaan yang besar… dan dapat melebihi kebesaran kerajaan Pajang… !!! Dan jika itu menjadi kenyataan… maka kalian akan aku angkat menjadi Adipati, Tumenggung atau jabatan lainnya… !!!”

Petinggi Bagelen dan Kedupun mengangguk-angguk… dan berkata, “Dengan sikap rakjat Mataram yang menyambut kami… jangan khawatir dinda Senopati,… aku akan mendukung Mataram… dan berjanji bersama-sama kita wujudkan berdirinya kerajaan Mataram… !!! Ini merupakan janji setiaku kepada Panembahan Senopati… !!!

Panembahan Senopati ing Alogo begitu gembira… dan telah mempunyai pendukung… dan atas janji petinggi Bagelen dan Kedu tersebut,… selanjutnya ia berkata… “Atas janji dan kesetiaan Kalian… tidak akan kubiarkan satu kekuatan manapun yang berani menggempur Bagelen dan Kedu… termasuk Pajang sekalipun… !!! Kekuatan Mataram akan kukerahkan untuk melindungi Bagelen dan Kedu… !!!”.

Kian bergembiralah rombongan dari Bagelen dan Kedu… atas dukungan yang diberikan oleh Panembahan Senopati… dan mereka menlanjutkan pesta lageee…. jojing lageee dengan para penari yang cuantik-cuantik… mau … mau… mau… ??? .


ditengah kegembiraan diantara rombongan Kedu dan Bagelen,… Panembahan Senopati bisa menangkap seseorang yang tidak menyukai keadaan ini…. terutama kepada dirinya… !!! Yup…. sosok itu adalah Ki Bocor… !!! Ki Bocor merasa kurang begitu suka terhadap Panembahan Senopati… selain gelarnya Senopati ing Alogo… dan rombongan Kedu dan Begelen yang sudah menganggap sebagai raja,… menurutnya Panembahan Senopati tidaklaagh pantas … coz masih ada Sultan Hadiwijaya… selain itu… kesaktian Panembahan Senopati belum laagh teruji … !!! Oleh sebab itu… Ki Bocor bermaksud … menggagalkan aliansi Mataram, Kedu dan Bagelen… !!! 

Panembahan Senopati merasakan… niat Ki Bocor ini… dan setelah selesai pertemuan tersebut… ia pun kembali ke kediamannya… dan ia sudah memerintahkan prajurit… untuk membiarkan apabila ada orang yang masuk… dengan ciri-ciri yang telah ia sebutkan… !!! Seolah seperti sudah diatur…. dengan mudahnya Ki Bocor dapat memasuki kediaman Panembahan Senopati… dan ia melihat Panembahan Senopati sedang bersantap makan malam… dan begitu bergembiranya ia … mengetahui Panembahan Senopati membelakanginya… !!!

Ki Bocor segera mengeluarkan keris pusakanya yaitu Kyai Kebo Dengen… dan bertubi-tubi menusukkan keris pusakanya tersebut ke punggung Panembahan Senopati … !!! Kaget bukan kepalang Ki Bocor…. keris pusakanya tidak mempan… seolah menusuk kulit yang terbuat dari baja… !!! teruz ia mencoba menusuk dengan kekuatan tenaga dalamnya… namun sampai peegeeel juga ndak mempan… terluka sedikitpun tidak… kulit Panembahan Senopati… !!! Ki Bocor sampai… jogrook.. duduk di lantai … sambil segera merangkul kaki Panembahan Senopati… !!! Tak henti-hentinya… ia mengucapkan ampun dan taubat… terhadap kelakuannya itu…. !!!

Panembahan Senopati teruz saza menyelesaikan santapannya… !!! Setelah selesai… dengan suara lembut… Panembahan Senopati bertanya… “Sekarang… mau mu apa… Ki Bocor… ???”. Ki Bocor terus saja memohon ampun dan mengutarakan bahwa .. tujuannya hanya untuk mengetahui kedigjayaan Panembahan Senopati… !!! Ki Bocor pun berkata,… “Setelah hamba membuktikan sendiri… maka Panembahan Senopati memang pantas menjadi raja… menggantikan Sultan Hadiwijaya… !!!”

Selanjutnya,.. Panembahan Senopati pun bertanya… “Ki Bocor,… jika kowe ku ampuni… apa balasan yang dapat kau berikan… ???”. Ki Bocor pun berkata… “Hamba berjanji akan selalu setia kepada Panembahan Senopati… dan akan berada di barisan terdepan… yang akan membela Paduka… !!! Jika hamba berkhianat… hamba sendiri yang akan menyerahkan jiwa hamba kepada Paduka… !!!” Panembahan Senopati pun… berkata “Baiklaagh… kowe aku ampuni… akan ku lihat bagaimana engkau menepati janjimu… !!! .


Ki Juru Mertani,… begitu gelisah… ndaaak bisa tidur… !dikegelapan malam… !! Sang arsitek strategy… yang bisa meluluh lantakkan Aryo Penangsang ini… berusaha untuk menutup mata… namun tet ep saza ndak bisa tidur… !!! Ki Juru Mertani keluar… untuk mengunjungi sang keponakan… Panembahan Senopati… !!! Alangkah kagetnya ia diberitahu bahwa Panembahan Senopati tidak ada di Kademangan… !!! “Kemana perginya anakku… Panembahan Senopati… ???” tanya Ki Juru mertani kepada Lurah Prajurit… !!! “Mohon maaf Ki… hamba ndak tahu… hanya Panembahan Senopati pergi ke arah situ… !!!” sambil menunjukkan arah kemana Panembahan Senopati pergi … !!! 

Ki Juru Mertani… mengikuti perasaan hatinya… menuju ke kali Opak… !!! Bener dugaan Ki Juru Mertani…. bahwa Panembahan Senopati berada di kali Opak… !!! Bukan sedang tirakat… namun Panembahan Senopati sedang tertidur puleees…diatas batu yang licin…. dan datar… !!! Ki Juru Mertani pun… geleng-geleng kepala… “Oalaaagh Senopati… Senopati,…. mengapa engkau tidur pules… enak-enakan tiduur… sedang cita-citamu begitu tinggi… waktu mu hanya kau habiskan untuk tidur… !!! Bangun ngggeer… ananda Senopati… !!!”

Sebelum Ki Juru Mertani… mau membangunakan… dengan menggoyangkan badan Panembahan Senopati… mendadak suatu benda bercahaya… sebesar bola sepakbola… melesat ke arah Panembahan Senopati… !!! Benda itu berhenti didekat Panembahan Senopati… !!! Panembahan Senopati mendadak terbangun… dan kaget mendapati benda bercahaya tersebut… !!! Demikian pula kaget melihat Ki Juru Mertani berada di Kali Opak… !!!

Belum habis rasa kagetnya… tiba-tiba… terdengar suara gaib… “Panembahan Senopati,… doa permohonanmu telah dikabulkan oleh Allah SWT. Engkau akan menjadi raja… dan menguasai segenap pulau Jawa… !!! Engkau akan ditakuti oleh para lawanmu… dan disegani oleh para kawanmu… !!! Kekuasaaan mu akan turun-temurun… dan akan berjaya sampai dengan cucumu… !!! Kebesaran Mataram akan runtuh ditangan cicitmu… !!! Kejatuhan Mataram akan ditandai oleh berbagai tanda alam… seringnya terjadi gerhana matahari dan bulan,… gunung-gunung sering meletus… Itu tanda-tanda kehancuran Mataram… !!!”

Ndaaak beberapa lama… benda bercahaya itu menghilang… !!! Wajah Panembahan Senopati ing Alogo… terlihat begitu ‘plooong’… karena inilah tanda… doa permohonan yang dia hajadkan… didengar oleh Allah SWT… !!! ..


Ki Juru Mertani.. menyadari kegembiraan yang tampak pada raut muka Panembahan Senopati… !!! Walau demikian… Ki Juru Mertani memberikan nasehat… agar Panembahan Senopati… tetap berusaha dengan keras.. dan tetap berusaha semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terkabul cita-citanya untuk menjadi Raja di tanah Jawa … !!! Kemudian Ki Juru Mertani berkata kepad Panembahan Senopati,… “Ngggeer,.. sebaiknya engkau pergi ke Laut Kidul… sedangkan aku menuju ke Gunung Merapi… untuk memohon kepada Allah SWT… !!! 

Pada saat itu,.. bagi masyarakat Jawa… Gunung Merapi merupakan simbol dari kekuasaan.. sedangkan Luat Kidul melambangkan kerakyatan… !!! Sedangkan antara kekuasaan dan kerakyatan terjadi hubungan.. dan disimbolkan dengan Kali Opak .. !!! 

Panembahan Senopati … melakukan tirakat dengan cara “tirakat ngeli”… yaitu menceburkan dirinya di Kali Opak… dan memasrahkan jiwa dan raganya… dan fokus kepada Allah SWT.. !!! Tubuh Panembahan Senopati terbawa aruss… terus sampai bermuara di pinggir Laut Kidul… !!! Panembahan Senopati tersadar bahwa ia telah sampai di pinggir Laut Kidul.. dan sambil menatap ke arah Selatan… ia kembali duduk bersila… dan memohon kepada Allah SWT agar cita-citanya terkabul… !!! Tak lama setelah ia berdoa… keadaan Laut Selatan bagaikan bergolak… berguncang… badai dasyat menggoncang Laut Selatan… !!! Laut Selatan serasa direbus… ikan-ikan pada banyak yang mati… !!!

Didalam hatinya ia berkata, “Selama hidupku aku belum pernah menyaksikan laut seperti ini”. Nyi Rara Kidul kemudian keluar dari istananya… dan melihat ada seorang sakti yang berada di pinggir samudra, sedang memohon kepada Allah SWT. Ia lalu mendekati Penambahan Senopati, bersujud di kakinya dan berkata dengan hormat, “Semoga berkenan menghilangkan sedih hati agar hilang semua derita yang menimpa seisi laut ini… !!! Kasihanilah saya, sebab laut ini saya yang menjaga. Tentang permohonan kepada Allah SWT telah terkabul. Paduka dan anak cucu akan menjadi raja di Mataram menguasai seluruh Jawa tanpa tanding …!!! Jin, peri dan makhluk halus di tanah Jawa juga dalam kuasa Paduka … !!! Semua akan membela Paduka sebab Paduka cikal-bakal para raja di tanah Jawa.. !!!”

Seketika Panembahan Senopati menghentikan tirakatnya… dan lautpun menjadi tenang… ikan-ikan yang mati menjadi hidup kembali… !!! Panembahan Senopati begitu terpikat akan kecantikan Nyi Rara Kidul … !!! Bersama dengan Nyi Rara Kidul… ia melihat-lihat kerajaan di Laut Selatan… dimana bangunan terbuat dari emas dan perak… !!! Kerikil di halaman istana terbuat dari batu intan permata… !!! Selama 3 hari 3 malam…. Panembahan Senopati berada di istana Luat Pantai Selatan… diberi ilmu untuk menjadi seorang Raja yang memimpin manusia, jin dan peri … !!!

Nyi Rara Kidul pun mengatakan bahwa jika Paduka Panembahan Senopati menghadapi musuh dan membutuhkan bantuan dari Nyi Rara Kidul,… dapat memanggilnya dengan sikap semedi mengadah ke langit… niscaya Nyi Rara Kidul akan datang lengkap membawa bala jin, peri lengkap dengan peralatan perangnya … !!! Setelah dirasa cukup, Panembahan Senopati pamit untuk pulang… dan ia berjalan diatas air laut sebagaimana layaknya berjalan diatas tanah saza… !!! Namun ia terkejut, menyaksikan seseorang duduk tafakur di Pantai Parangtritis… dan orang itu tidak lain adalah Sunan Kalijaga… !!!

Sunan Kalijagapun menegur Panembahan Senopati,… “Senopati berhentilah memamerkan kedigjayaan. Itu namanya takabur… dan para wali tidak mau berbuat demikian, takut akan murka Allah SWT. Jika kamu ingin menjadi raja, selalu laagh bersyukur sebagai makhluk ciptaanNya. Senopati kemudian besimpuh dan memohon ampun memamerkan kesaktiannya berjalan diatas air … !!! Sunan Kalijaga ingin melihat Mataram… dan mereka berdua menuju ke Mataram… !!!

Sesampainya di kota Mataram,… Sunan Kalijaga memberikan nasehat, agar rumah Panembahan Senopati yang belum berpagar … harus dipagari, … agar tidak seperti sapi yang tidak ada kandang… dan berkeliaran kemana-mana… !!! Kemudian Sunan Kalijaga mengambil tempurung dan diisi air dan dituangkan berkeliling sambil berzikir… dan kemudian berkata, “Kelak jika kamu membangun kota ikutilah ini… !!!”. Demikianlaagh banyak wejangan yang diberikan Sunan Kalijaga kepada Panembahan Senopati… !!!

Last,… gimana kelanjutan kisah antara Panembahan Senopati yang berkuasa di Matam… dan Sultan Hadiwijaya yang berkuasa di Pajang.


Semakin lama… Sultan Hadiwijaya semakin resah… !!! Pada penghadapan agung bersama jajaran petinggi Kerajaan Pajang… dibahas laagh sikap Panembahan Senopati yang ndak mau juga menghadap… !!! Jelas ini merupakan pembangkangan… dan membuat petinggi Kerajaan Pajang begitu maraaah… !!! Terlebih Adipati Tuban,… yang merupakan anak menantunya… begitu berangasan… ingin menggempur Mataram… !!! Demikian pula Patih Manca Negara… juga berpendapat bahwa ketidakhadiran Panembahan Senopati jelas berkeinginan untuk menjadi matahari tandingan di wilayah Jawa ini … !!! 

Setelah direnungkan dan dipikirkan oleh Sultan Hadiwijaya,… mengucaplah sang Sultan, “Pembangkangan Panembahan Senopati ini, karena keinginannya untuk segera mewujudkan ramalan Sunan Giri… untuk menjadi Raja di tanah Jawa ini …!!!”. Kemudian Sultan Hadiwijaya berkata kepada anaknya Pangeran Benawa, “ Anakku Benawa, berangkatlah sekarang juga ke Mataram… tanyakan kepada Panembahan Senopati… apakah ia hendak membangkang dan akan mendirikan kerajaan baru… dan menandingi kekuasaanku… dan menjadi matahari kembar di pulau Jawa ini… ???”

Kemudian… Sultan Hadiwijaya juga bertitah kepada Patih Manca Negara dan Adipati Tuban… “Kalian berdua beserta seratus perajurit pilihan, iringi anakku Benawa untuk berangkat ke Mataram …!!!”. Berangkat laaagh rombongan Pajang ini ke Mataram… !!! Namun sebelum mereka berangkat… ternyata ada abdi dalem Kerajaan Pajang… yang segera menginformasikan kepada Panembahan Senopati… mengenai pergerakan Pangeran Benawa, Patih Manca Negara dan Adipati Tuban… !!!

Disinilaagh strategy mataram yang memasang agent seperti 007… !!! Abdi dalem ini… bekerja dengan sangat rapi… sehingga tidak diketahui oleh petinggi Kerajaan Pajang termasuk Sultan Hadiwijaya … !!! Persis seperti “mata dan telinga” saza… Panembahan Senopati sudah mengetahui akan pergerakan rombongan Pajang ini ke Mataram… !!!

Bergegas… Panembahan Senopati menyiapkan pula seratus prajurit pilih tanding… dan 2 Gajah serta perbekalan logistik untuk menyambut rombongan Kerajaan Pajang ini… !!! Bagaimana akhir dari 2 rombongan ini… apakah akan terjadi pertempuran atau tidak…


Rombongan Pangeran Benawa… sedang istirahat di Randulawang… ketika tiba-tiba saza ada laporan dari pasukan telik sandi Pajang… bahwa ada rombongan Mataram yang kelihatannya menuju ke Randulawang … !!! Seorang Prajurit melaporkan, “Rombongan Mataram dipimpin langsung oleh Kanjeng Senopati … tampaknya mereka akan menjemput rombongan ini, Paduka Pangeran …!!!”. Pangeran Benawa pun berkata, “Baiklah kita tunggu rombongan Mataram Kakang Senopati di sini… !!!”. Adipati Tuban begitu kesal mendengar perkataan Pangeran Benawa ini… namun ia nggak bisa apa-apa coz… ketua rombongan Pangeran Benawa… jadi kudu ngikuuut apa kata road captain … !!! 

Adipati Tuban… merasa jika bukan Pangeran Benawa yang jadi ketua rombongan… tentu ia sudah labraaak Senopati… !!! Ia masih penasaran mengenai keampuhan Senopati bermain tombak… !!! Apalagi Kanjeng Senopati laagh yang membunuh Aryo Penangsang dengan tombak Kyai Plered … !!! Lamat-lamat terlihat rombongan Mataram dipimpin dengan gagahnya oleh Kanjeng Senopati… terlihat rambutnya yang dibiarkan panjang… tertiup angin berkibar-kibar… !!!

Melihat Kanjeng Senopati tersenyum… Pangeran Benawa langsung turun dari kudanya dan diikuti oleh Kanjeng Senopati… keduanya langsung saling berangkulan… !!! Rasa rindu terbersit pada kedua orang tersebut… baik Pangeran Benawa ataupun Kanjeng Senopati… !!! Patih Manca Negara pun tampak haru… terbayang di matanya… bahwa ia turut mengasuh anak kandung Ki Ageng Pemanahan tersebut … !!! Ia turut mengasihi Kanjeng Senopati… demikian pula Pangeran Benawa… !!!

Kemudian Pangeran Benawa berkata, “Kakang Senopati,… aku diutus oleh Kanjeng Sultan untuk menemuimu. Kanjeng Sultan mendengar bahwa kakang membangun pagar tinggi laksana benteng pertahanan. Kakang melatih prajurit-prajurit pilih tanding Mataram seolah-olah mau pergi berperang. Apakah semua itu benar… ??? Apakah Kakang hendak melawan kekuasaan Ayahanda Sultan Hadiwijaya… ???”

Kanjeng Senopati pun berkata, “Benar … aku membangun pagar tinggi dan melatih prajurit-prajurit Mataram… hanya semata-mata untuk keamanan Mataram… !!! Demikian pula beringin kurung yang ditanam… merupakan tanda / peringatan pembukaan hutan Mentaok… !!! Semua itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan Kanjeng Sultan Hadiwijaya … yang telah memberikan hutan mentaok kepada Ayahanda… Ki Ageng Pemanahan…!!! Wujud syukurnya… adalah dengan membangun.. membuat tentram rakjat Mataram… dan mensejahterakannya … !!! Apa salah Kakang,… jika aku membangun wilayah yang diberikan… sehingga rakjatnya menjadi makmur… aman dan sejahtera… ???”

Pangeran Benawa pun… akhirnya dapat mengerti akan keadaan ini .. !!! Namun ia pun mencoba mengejar dengan pertanyaan susulan… “Lantas kenapa Kakang tidak juga menghadap kepada Ayahanda Kanjeng Sultan … ???”. Dengan diplomatis Kanjeng Senopati menjawab, “Dinda Benawa,… apabila pembangunan Mataram telah selesai… aku pasti menghadap Kanjeng Sultan… !!! Sebagai utusan dari Kanjeng Sultan,… perkenankan aku untuk menyambut dan mengantarkan rombongan Dinda Benawa… untuk melihat-lihat keadaan Mataram… !!!”

“Akan aku tunjukkan pagar tinggi dan beringin kurung yang diributkan itu… !!! Berikan kesempatan kepada aku… untuk menjamu rombongan yang mungkin lelah menempuh perjalanan ….!!!” Kanjeng Senopati mempersilahkan Pangeran Benawa naik gajah beriringan dengan gajah yang dikendarai oleh Kanjeng Senopati… !!! Terlihat rombongan besar itu menuju Mataram… namun terlihat jelas Adipati Tuban… masih menampakkan ketidaksenangannya… dan tampak menahan amarah yang bergejolak… !!! 


Sepanjang perjalanan menuju Mataram,… rakjat Mataram mengelu-elukan rombongan Pajang ini… !!! Bahkan sampai balai kademangan semakin meriah saja… !!! Penghormatan begitu tinggi diberikan… kepada Pangeran Benawa dan rombongan… !!! Lhaaa… dadineee lupa tentang pagar tinggi… beringin kurung… Pangeran Benawa begitu terharu dengan penyambutan yang sangat terhormat bagi rombongan Pajang … !!! Di balai kademangan… makanan dan minuman yang lezaat dihidangkan bagi tamu agung ini… !!!

Para tamu dihibur dengan tarian yang dibawakan oleh abdi dalem seng ayu-ayu… pokoke ayune puoool… !!! Semua tampak bergembira… kecuali Adipati Tuban.. !!! Di dekat Kanjeng Senopati… duduk pula anak sulungnya Raden Rangga… dan jelas selain Kanjeng Senopati… Raden Rangga pun melihat ketidaksenangan Adipati Tuban ini… !!! Raden Rangga… adalah anak sulung Kanjeng Senopati yang paling sakti… namun mudah brangasan… dan kesabarannya sangat tipizzz… !!! 

Melihat Adipati Tuban yang agak pongah… sudah bergelegak darah Raden Rangga ke ubun-ubun… !!! Ingin sekali ia mematahkan batang leher Adipati Tuban itu … !!! Tiba-tiba… ditengah bunyi gamelan yang merdu… Adipati Tuban berkata… “Beksan Lawung… !!!”. Yup… ini semacam tarian tombak yang sudah menjadi tarian wajib bagi prajurit yang ahli bermain tombak…. apalagi prajurit Tuban … !!!

Memang… bagi prajurit Mataram… keahlian memainkan tombak… tidaklah secanggih prajurit Tuban… !!! “Kanjeng Senopati.. perintahkan prajuritmu untuk menarikan tarian Beksan Lawung… !!!”, kata Adipati Tuban seolah ingin mengejek.. bahwa prajurit Mataram pasti nggak ada yang jago… !!! Dengan sikap merendah… Kanjeng Senopati berkata,”Prajurit Mataram kalah dan tidak piawai memainkan tombak… tidak seperti prajurit Tuban … !!!”

Sudah merendah… masih aza Adipati Tuban bertindak semakin pongah… dan berkata, “Kanjeng Senopati,… apa yang diajarkan kepada prajurit Mataram… hingga tidak bisa menarikan Beksan Lawung… ???”. Ucapan Adipati Tuban… sontaaak membuat merah Raden Rangga… dan ia ingin sekali ke panggung untuk menarikan Beksan Lawung… dan tangan nya sudah mengepal-ngepal… !!! Ingin ia merobeeek-robeeek mulut Adipati Tuban… agar bisa menghormati Ayahandanya.. Kanjeng Senopati … !!!

Kanjeng Senopati… tahu akan maksud Raden Rangga… namun dengan isyarat tangannya… ia meminta agar Raden Rangga tetap ditempat… !!! Kembali lagi… Kanjeng Senopati menjawab dengan merendah,” Maaf Adipati Tuban,… prajurit hamba cuma diajarkan untuk menangkap maling.. tukang ngecuuu… paling banter untuk menumpas perampok … !!! Beda jauh dibandingkan prajurit Tuban… !!!”. Jawaban Kanjeng Senopati ini… semakin membuat panas Raden Rangga… seolah ia tidak terima Mataram diinjak-injak teruz oleh Adipati Tuban … !!!

“Ya sudah… tidak perlu aku yang menari Beksan Lawung… cukup prajuritku saja yang menari… !!! Prajurit Tuban… cepaaat menarilaagh Beksan Lawung untuk tamu-tamu terhormat disini… !!!”. Tidak berapa lama… mulailaagh mereka menari.. dengan lawung atau tombak tak bermata… membuat naik darah bagi Adipati Tuban… !!! Lagi-lagi ia berkata,” Menari Beksan dengan tombak tidak bermata.. seperti seorang banciiii… ganti dengan tombak bermata runcing… !!!”

Para prajurit Tuban menari dengan gagahnya… dan terlihat memang prajurit yang berjumlah 10 orang itu… memang piawai… !!! Adipati Tuban seperti mencibir kepada Kanjeng Senopati.. seolah mau berkata… prajurit Mataram banci… nggak bisa menari Beksan… !!! Raden Rangga sudah kemerungsung… sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya… langsung ia ke panggung… seraya berkata, “Ayahanda.. izinkan aku untuk menari Beksan… !!!”. Namun Kanjeng Senopati cepat berkata,”Tidak usah laagh kau menari …. Anakku. Lebih baik temani Ayahandamu disini…. !!!.


Namun Adipati Tuban langsung nyaaauuut… “Kanjeng Senopati,.. apakah anakmu akan kau ajarkan permainan dakon, pasar-pasaran.. dan mengenakan jariiit serta kemben… ???”. Meledaklaaah amarah Raden Rangga… tanpa peduli lagi akan Ayahanda nya… Pangeran Benawa… Patih Manca Negara.. dan tamu-tamu lainnya… ia berkata kepada prajurit Mataram… dengan sorot mata beringas… “Ambilkan perisai dan towak (tombak tidak bermata red.) kuuuu … cepaaaat… !!!

Sebanyak 8 orang prajurit pilih tanding Mataram… terengah-engah mengangkat Perisai dan towak Raden Rangga…. yang terkenal beraaat sekaliiii… !!! Namun ditangan Raden Rangga… perisai dan tombak ini seperti benda yang sangat ringan… !!! Perisai dan tombak sampai dilempar-lempar ke udara… koyo dirigent marching band.. mengikuti irama gamelan yang merdu… !!! Gegap gempita laaagh para prajurit Mataram… melihat junjungannya begitu piawai memainkan Perisai dan tombak… !!! 

Adipati Tuban… cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Raden Rangga… !!! Raden Rangga semakin hebat memainkan tombak dan perisainya… seolah ingin membalas bahwa kalau cuma memainkan Beksan lawung,… maaagh keciiiil… !!! Namun dasar Adipati Tuban.. ndaaak mau kalah… ia pun berkata, “Kalau cuma main lempar-lempar perisai dan tombak keatas… itu seeeh kelakuan anak ingusan… !!! Kalau memang ia prajurit sejati… tentu ia berani menghadapi prajurit Tuban yang sedang menari Beksan … !!! Bagaimana Kanjeng Senopati,… Engkau izinkan anakmu berhadapan dengan prajurit Tuban… ???”

Kanjeng Senopati pun,… berkata, “Baiklah jika Kanda Adipati bermaksud untuk menguji anakku, Raden Rangga… !!!” Adipati Tuban memberikan isyarat kepada prajuritnya… agar menyerang Raden Rangga secara sungguh-sungguh… yaitu serangan dengan menggunakan tombak bermata runcing… !!! 10 Tombak dari prajurit Tuban… mengarah kepada Raden Rangga… !!! Namun Raden Rangga… asyik aza menari… melempar-lempar perisai dan towak… !!!

Akhirnya… 10 tombak pasukan Tuban menghujam tubuh nya… !!! Namun 10 orang prajurit terkejut… melihat tubuh Raden Rangga kebal akan senjata tombak… !!! Leceeet sedikitpun tidak… apalagi sampai mengeluarkan darah… !!! Serasa penasaran… 10 prajurit lagi-lagi mengarahkan kepada titik-titik lemah tubuh… namun lagi-lagi … nggak mempan… !!! Mulai dengkul-dengkul prajurit Tuban lemeees… iki piyeeee daaab… ditunjeeep-tunjeeep nggak mateee-mateee… !!! Panganeee opo tho yooo bocah iki… ???

Adipati Tuban terkejut… telah dua kali ia terperangah… pertama begitu mudahnya tombak dan perisai yang berat… Raden Rangga permainkan… dan kedua ditunjeeep tombak badannya kebaaal… sekeras bajaaa… !!! Adipati Tuban begitu terhina… melihat Raden Rangga asyik menari… seolah tidak mau membalas tusukan atau sabetan tombak dari prajurit Tuban … !!! Adipati Tuban pun maraaah, “Keparaaat … apa dikira prajurit Tuban tidak bisa menangkis serangan dari anakmu, Senopati… !!! Balass laaagh hey anak Mataram… aku pengen liat bagaimana engkau menyerang prajuritku… !!!”

“Raden Rangga… balaslaaagh… tidak kaaagh kamu ingin membalas serangan… ???”, tanya Kanjeng Senopati… !!! Sontak Raden Rangga… melempar perisai dan towaknya kepada 10 prajurit Tuban…. begitu kerasnya lemparan… sehingga formasi prajurit Tuban bubaaar… !!! Sekali berkelebaaat… ditariknya tombak salah satu prajurit…. sehingga prajurit itu terdorong kedepaaan… !!! Raden Rangga kemudian menampaaar kepala prajurit itu… kepala itu pecaaah … remuuuk, …muraaak… tewas seketika … dan daraaah berceceran di panggung …. !!! Gempar laaagh … suasana balai kademangan… atas perilaku Raden Rangga… !!! .


!!! Melihat salah satu prajurit Tuban tewas secara mengenaskan,… Adipati Tuban terlihat begitu marah… dan langsung berdiri hendak menerjang Raden Rangga … !!! Melihat gelagat seperti itu,.. Panembahan Senopati langsung ikut pula berdiri … !!! Sang Panembahan sudah siap… jika Adipati Tuban turun tangan… ia pun akan turun tangan… !!! Menurutnya… setelah 10 prajurit Tuban menyerang Raden Rangga… ia tidak ambil pusing… namun jika Adipati Tuban yang turun ia akan menghajar Adipati yang pongah itu… !!! Urusan anak dengan anak,… bapak dengan bapak… begitu pikirnya… !!! Panembahan Senopati begitu yakin,… jika sang Adipati maju… dalam beberapa jurus ia akan sanggup membungkam Adipati Tuban … !!! 

Tidak hanya Sang Penembahan yang bersiaga,… namun kedua prajurit baik prajurit Mataram dan Tuban.. telah mengarahkan tombak dan pedang terhunus… siap untuk perang tanding… !!! Melihat situasi yang tidak menguntungkan itu,… Patih Manca Negara pun langsung berdiri dan menenangkan Sang Adipati Tuban … !!! “Tahan,.. Adipati Tuban janganlah engkau teruskan niatmu… !!! Jika terjadi pertempuran… kedua belah pihak baik Pajang atau Mataram… mengalami kerugian … !!!”

Demikian pula Pangeran Benawa,.. juga turut menyabarkan Adipati Tuban … !!! “Tenang Adipati Tuban… sabaaar… !!! Jika kau teruskan akan menjadi pertumpahan darah … !!! Lebih baik kita laporkan semua kejadian ini kepada Kanjeng Sultan Hadiwijaya … !!! Langsung luluh Adipati Tuban… mendengar perkataan Pangeran Benawa… !!! Namun ia masih muangkeeel dengan Raden Rangga … !!! Ia meplototkan matanya… seolah berkata “Awas lu yeee … !!!”. Demikian pula Raden Rangga… tidak tampak sedikit pun gentar… balik memandang tajam … seolah berkata “Maju kooon… ntaaak kempruk ndaasmu … !!!”.

Langsung Adipati Tuban, ditemani oleh Pangeran Benawa dan patih Manca Negara… meninggalkan balai kademangan… dan bergegas kembali ke Pajang … !!! Saking buru-burunya… dan pikiran sudah ruweeet banget… sampai lupa pamit kepada Sang Panembahan … !!! Panembahan Senopati pun… geleng-geleng kepala… atas kelakuan Adipati Tuban… !!! Dan ia sangat menyadari pasca kejadian ini… bentrok antara Kerajaan Pajang dan Mataram… tinggal menghitung hari… seperti lagunya siapaaa tugh… “Menghitung hariiii… ” !!!.


Well,… sebelum dilanjutkan… memang karakter Raden Rangga menarik untuk diceritakan… !!! Raden Rangga itu putra sulung Panembahan Senopati … !!! Ia sangat sakti… terkenal kuat… tidak pernah takut kepada siapapun… !!! Wataknya cepat sekali pemarah… dan jika sudah marah… gampang sekali memukul ataupun menempeleng … !!! Alkisah, ada seseorang dari Banten… yang ingin menantang dan adu kesaktian dengan Panembahan Senopati… !!! Raden Rangga mendengar ada seseorang yang koar-koar menantang Ayahandanya… lha langsung maraah… ditemuinya orang tersebut… !!! Terjadilaaagh perang tanding… namun akhirnya orang tersebut mati juga … dengan kepala pecah terkena tempeleng tangan Raden Rangga … !!! 

Sang Panembahan Senopati juga mangkel atas kelakuan Raden Rangga… !!! Dinasehatilaagh anaknya ini… “Anakku Raden Rangga,.. janganlah kamu memamerkan kesaktian. Karena diatas langit masih ada langit… !!! Kalau kamu memang sakti,.. cobalaagh kamu patahkan tangan telunjuk Ayahmu ini… !!!”. Raden Rangga memang orangnya panasan… bergumam didalam hati,… apa tidak ada orang sakti selain ayahandanya… !!! Ia tersinggung… dengan sekuat tenaga ia coba mematahkan telunjuk.. sudah berusaha namun tidak bisa juga… sampai pakai kuda-kuda … !!! Sekali dihentak oleh Panembahan Senopati… Raden Rangga terlempar cukup jauh… !!!

Raden Rangga sangat malu… dilihat orang banyak… !!! Ia berniat pergi… malu dilihat orang banyak… ia menjadi pecundang … !!! Ia tidak melewati pintu gerbang… namun ia menabrakkan diri ke pagar bata… !!! Pagar bata itu jebol… laksana dihajar buldozer… !!! Waduuugh… sang arsitek bangunan juga bingung… itu pagar kok bisa jebol… ??? Kepergian Raden Rangga… membuat gusar dan memerintahkan seorang prajurit pilih tanding untuk menyusul Raden Rangga… !!! Setelah ketemu, dan diutarakan agar kembali … Raden Rangga marah… prajurit itu ditendang… tendangannya begitu cepat… prajuritnya kelenger… dan tewas seketika… !!!

Raden Rangga hendak ke Pati… mengunjungi Adipati Wasis Wijayakusuma di Pati yang merupakan pamannya … !!! Sang Adipati sedang duduk di balai kademangan… ketika melihat Raden Rangga… melambaikan tangannya… !!! Raden Rangga melihat … dan karena arahnya lurus… Raden Rangga langsung menemui pamannya.. !!! Naaagh didepan balai ada batu besar… namun Raden Rangga tidak mau menghindar… ia menganggap batu ini mengganggu saza… ditabrak laagh batu itu… dan batu itu hancur berkeping-keping… !!! Geger laaagh orang-orang Pati… melihat kelakuan dan kesaktian Raden Rangga … !!!

Beberapa lama tampak Raden Rangga terlihat berkelakuan baik… !!! Namun tidak lama… kelakuannya kumat lageee… !!! Ia membawa pedang dan jalan ke alun-alun.. dan menusukkan pedang itu ke tubuhnya… !!! Pedang itu hancur berkeping-keping… dan ia melihat seorang prajurit… dicekalnya bajunya… dan ia bertanya kepada prajurit itu … “Cepat tunjukkan kepadaku… siapa yang paling sakti di Pati ini… jika tidak mau kamu meregang nyawa.. !!!”. Saking takutnya ia menunjukkan seorang pertapa di hutan kepada Raden Rangga.. !!!

Raden Rangga melihat sang pertapa itu dikening nya terpancar sinar… !!! Namun ia tidak peduli… malah ia menantang sang pertapa itu… !!! Namun sang pertapa tidak meladeni… hanya tersenyum… !!! Dan akhirnya Raden Rangga menyerang… namun sang pertapa hanya terdiam… tidak tampak untuk menangkis… dan akhirnya kepala pertapa itu.. terkena pukulan Raden Rangga… !!! Sang pertapa terjatuh … darah segar mengucur … sebelum meninggal… sang pertapa pun berkata “Terima kasih,.. engkau telah menghantarkanku kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun engkau perlu diberi pelajaran… kelak engkau akan menemui kematian… dibelit oleh seekor ular yang sangat besar… !!!”

Raden Rangga tidak mengubris… dan kembali ke Mataram… !!! Panembahan Senopati telah mendengar tentang kepulangan Raden Rangga… !!! Ia pun menemuinya, dan berkata.. “Berangkatlagh dan berguru laagh engkau kepada Eyang Ki Juru Martani… !!!”. Sambil ngeloyor pergi… Raden Rangga bertanya dalam hati… “Aku ini sudah sakti mandraguna… masih disuruh berguru kepada Eyang Juru… !!! Apa yang akan saya pelajari… ???” Ia langsung ke rumah eyang juru… namun Eyang Juru sedang shalat di masjid kecil yang berada di rumahnya… !!! Raden Rangga duduk di tangga masjid itu… terbuat dari batu kumalasa… !!! Batu itu ditusuk-tusuk oleh jari Raden Rangga… lha batu itu lobang-lobang.. seolah-olah batu itu terbuat dari tanah lempung… !!!

Setelah selesai shalat dzuhur … Ki Juru Martani kaget melihat kelakuan Raden Rangga… ia pun berkata “Raden Rangga… batu yang kamu tusuk-tusuk itu apa tidak keras…. ???” Seketika batu itu menjadi keras… dan jari-jari Raden Rangga tidak bisa membuat lubang di batu itu.. !!! Dalam hatinya Raden Rangga berkata, “Benar apa yang diperintahkan ayahanda … Eyang Juru ini .. kesaktiannya melebihi diriku… !!!”. Mulailagh ia menimba ilmu dari Eyang Juru ini.. dan Raden Rangga semakin sakti… dan setelah selesai menuntut ilmu ia pun pulang ke Mataram… !!!

Ditengah perjalanan… tepatnya di desa Patalan,… ada seekor ular yang sangat ganas dan suka menelan orang… !!! Raden Rangga mbaaaak Hercules… langsung sigap membantu warga desa… !!! Terjadilah pertarungan antara Raden Rangga dengan Ular itu… !!! Ular itu langsung membelit tubuh Raden Rangga… !!! Raden Rangga dipatuk dan digigit oleh ular tersebut… !!! Raden Rangga tidak perduli… dihajarnya ular tersebut.. ditarik-tariknya ular besar itu… !!! Akhirnya mati juga ular besar itu… Raden Rangga terluka juga… namun ia tidak memperdulikannya… ia terus saza pulang ke Mataram… !!! Sampainya di rumah… ia pun jatuh sakit… terlihat dari pengaruh bisa ular yang luar biasa tersebut… dan akhirnya Raden Rangga pun meninggal dunia.. !!!.


Pada masa kekuasaan Sultan Hadiwijaya,… terdapat seorang pemuda yang guanteeeng… mirip laagh kalau di jaman sekarang model Brad Pitt… !!! Raden Pabelan namanya… anak dari Tumenggung Mayang … !!! Raden Pabelan ini… belum mau married… dan kerjaannya agak kurang terpuji… sering mengganggu anak gadis orang… ataupun janda kinyiz-kinyiz… maupun istri orang… !!! Yaagh kalau hanya sekedar foto-foto maaagh masih mending… lhaaa ini lebih dari itu… !!! Apalagi dengan status “available” nya… membuat para gadis-gadis kelepek-kelepeeek… !!! Hal ini yang bikin mummmeeet Tumenggung Mayang… selaku ayahandanya … !!! 

Setiap ditanyakan… kapan segera menikah… selalu jawabnya Raden Pabelan… tar soook… taar soook… !!! Sampai bolak-balik Tumenggung Mayang menasehati… ampeee doweeer lambene (mulutnya red.)… tapi teteeep aza Raden Pabelan ini breguduuuul… !!! Suatu ketika… saking jengkelnya Tumenggung Mayang atas kelakuan anaknya itu… iapun berkata, “Kalau engkau memang bener-bener jantan dan lelaki,… jangan hanya berani dengan para gadis ataupun janda-janda disekitar sini aza… !!! Kalau emang jagoaan,.. deketiiin itu.. putri Kanjeng Sultan Hadiwijaya… Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!!”

Seketika Raden Pabelan… terdiam… ia bingung bagaimana memikat anak dari Sultan Hadiwijaya… !!! Salah-salah bisa-bisa kepala yang melayang … !!! “Jika kamu berhasil,… bahkan sampai menikah dengan Ratu Ayu Sekar Kedaton,… maka akan tersohor namamu… bahkan gelar Pangeran akan melekat pada dirimu… !!! Dari pada hanya godain rondo-rondo di wilayah ini… kadang juga mambuuu kecuuut… !!! Apa engkau ragu,… dengan ketampananmu untuk memikat Ratu Ayu… ???”

“Ayahanda,.. hamba berani menerima tantangan Ayahanda… !!! Namun hamba bingung,… bagaimana caranya untuk berjumpa dengan Ratu Ayu Sekar Kedaton… ???”, tanya Raden Pabelan. “Lho… khan sudah kuajarkan berbagai kesaktian… apakah engkau tidak bisa menembus pagar Kesultanan Pajang dan bertemu dengan Ratu Ayu… ???”, tanya Tumenggung Mayang. “Memang… dengan ajian Cirak Banon yang telah Ayahanda ajarkan… dengan mudah hamba bisa menembus pagar tinggi Kesultanan Pajang… !!! Namun hamba belum pernah ketemu dengan Ratu Ayu… bagaimana hamba merayu nya (lhaaa kucing garong mode)… ???”, tanya Raden Pabelan.

“Oggh,… soal itu.. serahkan kepada Ayahandamu ini… !!! Akan aku kirimkan surat dan wangi bunga cempaka… agar bisa dibaca oleh Ratu Ayu… !!!”, kata Tumenggung Mayang. Dan memang.. dengan jalur khusus surat itu… bisa nyampe di tangan Ratu Ayu Sekar Kedaton … !!! Surat itu nggak panjang-panjang… amat pendek… namun menyentuh perasaan paling dalam dari Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Surat itu berisi,… curahan hati Raden Pabelan… yang ingin mengabdi kepada Kanjeng Ratu… tidak hanya di dunia… namun juga sampai di akhirat… !!!

Siapa juga… yang nggak kelepeek-kelepeeek… membaca surat cinta itu… !!! Terlebih setelah mendapat informasi dari para abdi dalem dan dayang-dayang… bahwa Raden Pabelan itu… sangat tampan… menggetarkan hati para gadis … siapapun yang melihatnya … !!! Ogh, yaaa… Ibu dari Raden Pabelan ini yaitu Nyai Tumenggung Mayang merupakan saudara kandung dari Panembahan Senopati… !!! Sehingga Raden Pabelan ini… merupakan keponakan dari Senopati… !!!

Melalui emban / dayang-dayang Ratu Ayu Sekar Kedaton, berkata “Jika memang Raden Pabelan… bener-bener mencintaiku… mintalah ia nanti malam untuk datang ketaman keputren… aku tunggu ia disana. Satu lagi… jaga rahasia ini rapat-rapat… !!!”, kata Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Sungguh girang hati Raden Pabelan mendengar kabar itu… dan nanti malam ia akan datang ke keputren… menjumpai sang pujaan hati… !!!

Bagaimana kisah dan sepak terjang Raden Pabelan… dalam menembus barikade pejagaan ketat wilayah keputren Kesultanan Pajang… !!! ..


sebelum bertemu antara Raden Pabelan dan Ratu Ayu Sekar Kedaton… komunikasi melalui emban sang Ratu… yaitu Emban Soka… !!! Yang repot adalah…. dayang-dayang / abdi dalem sang Ratu Ayu aza berjumlah sekitar 40 orang… !!! Jadi akan sulit bagi Raden Pabelan untuk bertemu Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Naagh,… Tumenggung Mayang… memberi nasehat… jika ingin bertemu dan memasuki wilayah keputren… jangan lewat pintu utama… pasti ndak boleh masuk… dan pertahanan ndak bakalan bisa ditembuz… !!! So kudu lewat belakang… melompat pagar tinggi… dan untuk itu… gunakan ajian Cirak Banon … !!! 

Setelah waktunya tengah malam… dan sudah ada janjian… antara Raden Pabelan dan Ratu Ayu Sekar Kedaton…. maka mulailah Raden Pabelan menuju tembok luar wilayah Keputren .. !!! Sebelumnya sudah diwanti-wanti agar jika menggunakan ajian Cirak Banon ini… jangan sampe terjadi hubungan badan … coz ilmu ini akan punah… dan ndak manjur lageee… !!! Setelah sampai di tempat yang dituju… Raden Pabelan mengucap mantra-mantra ajian ini… dan ketika tangannya mengusap pagar bata… mendadak sontak pagar bata ini… ambleeez ke bawah tanah… !!! Setelah melewati pagar bata… lagi-lagi… tinggal diusap… pagar bata naik kembali.. pada posisi semula… !!! Mirip daaagh… kayak buka-tutup rolling dooor… !!! xixixi 

Sambil mengendap-endap… Raden Pabelan menuju ke wilayah taman keputren… !!! Dan ia disana… bertemu dahulu dengan emban Soka.. !!! Melalui Emban Soka inilah… Raden Pabelan bisa bertemu dengan Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Ketika bertemu,… baik Raden Pabelan maupun Ratu Ayu… sangat terpikat… akan kecantikan / ketampanan masing-masing… !!! Terlebih Raden Pabelan pintar … mengerti akan mindset wanita… segala pujian dan rayuan pun mengalir… dan ini membuat Ratu Ayu… kelengeeer… mabuuuk kepayang… !!!

Mirip dengan corporate strategy,… Ratu Ayu seperti menjadi consumer paling loyal… !!! Melihat design.. ehhh.. ketampanan Raden Pabelan… sudah terpesona… ibaratnya… duuugh montor iki grezz… designnya ciamiiik… !!! Mau onderdilnya… gitu-gitu aza… ndaaak penting… yang penting design dan stripingnya dinamisss… !!! Uwesss daaagh,… rayuan dan ngobrol berlanjut di kamar pribadai Sang Ratu Ayu… !!! Ibarat motor dibawa ke circuit… yooo pengen test ride… apalagi cuma ada motor dan riderz… nggak ada yang menengahi… !!!

Ya sudaagh,.. test ride pun terjadi… kedua-duanya merasakan sensasi … seolah dunia hanya milik mereka berdua… yang lainnya ngonnntraaak… !!! Raden Pabelan breguduuul … sudah dibilangin jangan test ride.. eeh malah kebablasan… !!! Lha akhirnya setelah selesai test ride,… mau pulang ke rumah… !!! Lhaaa pagar bata diusap-usap dan dibaca mantra Ajian Cirak Banon… ternyata melempeeem… !!! Pagar bata ndak mau ambleeez… duuugh mummmet dan menyesal… kenapa kok ndak memperhatikan nasehat ayahandanya… !!!

Yaaagh,… begitulah kadang manusia tidak ada yang sempurna…. !!! Raden Pabelan iki guanteeeng,… cukup sakti… namun semaunya sendiri ndak mau ngikuti norma yang ada…. !!! Akhirnya Ratu Ayu pun… turun tangan… dan memberi saran… agar Raden Pabelan masuk lagi aza ke kamar… dan sembunyi di kamar Sang Ratu… !!! “Sebaiknya engkau bersembunyi di kamar ku saja… jika ketahuan oleh penjaga… tentu engkau akan repot… !!! Nanti kupikirkan bagaimana mengeluarkanmu dari wilayah keputren ini … !!!”, kata Ratu Ayu kepada Raden Pabelan… !!!

Ibarat dicocok hidungnya… dan yaaa.. yaaa… yaaa… Raden Pabelan dengan seneng hati… ngumpeeet di kamar Sang Ratu… !!! Pikirnya… hmmmm bisa dicoba lageee neeehh handlingnya… !!! Dan kejadian ini… berlanjut selama 7 hari 7 malam… !!! Dan selama waktu tersebut,.. Sang Ratu Ayu berkata kepada para emban,.. “Jangan ada yang masuk ke Kamarnya… biarkan saya saja yang membersihkan kamar ini… Jangan ada yang membantah… kalau ada yang membantah… ntaaak pecaaat dari keputren ini.. !!!” titah Sang Ratu… !!!

Rasa penasaran… setelah hari ketujuh… berjangkit pada hampir seluruh para dayang-dayang / abdi dalam Sang Ratu Ayu… !!! Diam-diam mereka pun mengintip… menguping… apa yang terjadi didalam… !!! Betapa terkejutnya mereka,… ketika melihat Sang Ratu Ayu … sedang bergumul dengan seseorang laki-laki tampan… !!! Apalagi desahan Sang Ratu Ayu… ibarat motor yang dikendarai… menjerit pada RPM tinggi… ketika terjadi downshifting… !!!

Gempar laaagh wilayah keputren… ada motor dilakukan test ride… eeegh salagh… ada Sang Ratu Ayu bersama dengan lelaki asing bermesraan layaknya suami istri… !!! Naaagh gimana kisah selanjutnya… dan apa yang bakalan menimpa Raden Pabelan…..


Prajurit segera melaporkan kepada Sultan Hadiwijaya mengenai maling sakti yang sedang bercinta dengan Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Sultan Hadiwijaya sangat murka…. mendengar apa yang menimpa putri sulungnya …!!! “Prajuriiit,… segera panggil Wira Kerti, Sura Tanu dan 20 puluh prajurit Jajar …!!!” Wira Kerti dan Sura Tanu ini… adalah lurah tamtama… yang menjaga lingkungan dalam keraton… yaagh mirip laagh dengan sekarang pasukan pengawal Raja / Presiden… !!! Segera Wira Kerti, Sura Tanu dan 20 puluh prajurit Jajar.. menghadap Sultan Hadiwijaya… !!! “Bunuh si Keparat yang berani-berani memasuki wilayah keputren… !!!” titah Sultan Hadiwijaya.

Segera mereka menuju ke wilayah keputren, dan mengatur siasat… !!! Jika langsung menerobos masuk… dikhawatirkan Ratu Ayu Sekar Kedaton akan ikut-ikutan mengakhiri hidupnya… jika Raden Pabelan langsung dibunuh …!!! Setelah berunding,… mereka mendapatkan siasat… wira kerti akan masuk dan berusaha memisahkan antara Raden Pabelan dan Ratu Ayu… !!! Dan jika sudah berhasil dipisahkan…. maka Raden Pabelan akan dibunuh… !!! Mereka sepakat mengatur jalannya siasat untuk menghabisi Raden Pabelan…. !!!

Ketika Wira Kerti memasuki kamar Ratu Ayu… ia mendapati kedua pasangan itu sedang berpelukan… !!! Ia tersenyum… dan tidak menunjukkan tanda-tanda marah …!!! Kemudian ia berkata, “Raden… ayahandamu telah memintaku untuk menjemputmu… dan memintaku untuk menyelamatkanmu… !!! Aku telah menyanggupi dan akan meminta ampun kepada Kanjeng Sultan atas kesalahanmu… dan meminta agar kiranya kamu dapat dinikahkan dengan Gusti Kanjeng Ratu Ayu… !!! Maka segeralah menghadap kepada Kanjeng Sultan bersamaku… !!!”

Raden Pabelan setelah berdiskusi dengan Ratu Ayu… dan terlihat mereka sepakat… untuk mengikuti saran Wira Kerti… karena itu adalah jalan yang terbaik… agar cinta mereka berdua dapat bersatu… !!! Berjalanlaagh Raden Pabelan dan Wira Kerti meninggalkan kamar Ratu Ayu… !!! Baru sempat mereka berdua sampai di taman keputren… Raden Pabelan diserang oleh 20 tombak prajurit Jajar secara tiba-tiba… !!! Raden Pabelan tidak sempat menangkis serangan yang begitu tiba-tiba dan sangat cepat… dan ia tewas seketika… !!!

Jasad Raden Pabelan diseret bagaikan seekor anjing… dan dihadapkan kepada Sultan Hadiwijaya… !!! Kemudian Sultan Hadiwijaya menanyakan… siapakah dia dan anak siapakah ia… ??? Dijawab oleh Wira Kerti, “Ini Raden Pabelan Kanjeng Sultan… dan ia merupakan anak dari Tumenggung Mayang… !!!”. Masih terlihat begitu murkanya ia… kemudian ia pun bertitah… “Buanglah bangkai keparat ini… dan lempar ke Sungai Laweyan… !!! Kemudian hadapkan Tumenggung Mayang kepadaku sekarang juga… !!!”

Tumenggung Mayang langsung menghadap… murka Sultan Hadiwijaya masih tidak padam…. !!! Tumenggung Mayang sudah berusaha untuk memohon ampun … namun ampunannya ditolak… !!! “Orang Tua macam apa kamu ini… tidak bisa mendidik anak secara benar… !!! Tidak pantas seorang Tumenggung … bisanya cuma mendidik seorang anak menjadi keparat durjana… !!! Kini hiduplah engkau sebagai rakjat biasa… tidak pantas menjabat seorang Tumenggung… tidak pantas hidup di Pabelan… !!! Hidupmu pantasnya di Asem Arang (kini Semarang red.) … dan cepat engkau enyah dari hadapanku sekarang juga…. !!!”

Hukuman buang dijatuhkan kepada Tumenggung Mayang… dan kejadian ini juga dilaporkan kepada Panembahan Senopati… melalui telik sandinya… !!! Panembahan Senopati tidak terima akan putusan ini… karena Nyai Tumenggung Mayang adalah saudaranya… !!! Ia akan menyelamatkan Tumenggung Mayang… dan ini berarti… perang akan terjadi antara Mataram dan Pajang… !!!.


Pasukan Mataram,Kedu dan Bagelen … semuanya menyamar seperti rakjat biasa… tidak ada baju ataupun tanda pangkat keprajuritan … !!! Siapa yang memimpin pasukan ini… ??? Tiada lain adalah Ki Bocor… tokoh yang pernah berusaha membunuh Panembahan Senopati… namun gagal dan bersumpah setia kepada Panembahan Senopati …!!! Jumlah pasukannya sendiri kurang lebih 2 kali lipat dibandingkan pasukan Pajang yang mengawal Tumenggung Mayang…. !!! Secara kuantitas memang sudah dipersiapkan… atas informasi dari utusan Nyai Tumenggung Mayang … !!! Secara kualitas juga prajurit yang dipilih adalah prajurit pilihan … !!! Pasukan Mataram, Kedu dan Bagelen… bersiap-siap di hutan Jati Jajar… dan mereka pun langsung menyiapkan strategy … !!! 

So… ndak hanya persaingan motor aza pake strategy…. sudah jaman biyeeen yo ono strategy … !!! Pasukan dipecah menjadi dua… yang akan menyerang dari sisi kiri dan kanan… !!! Masing-masing bagian pun dipecah menjadi 2… yaitu pasukan pemanah dan pasukan penombak … !!! Pasukan pun dibriefing… bahwa jangan sampai melukai Tumenggung Mayang … yang berada ditengah-tengah formasi barisan Pajang… !!! Jadi jika nanti terlihat… pasukan memanah dahulu yang melakukan aksi… setelah itu baru pasukan penombak yang menyerbu pasukan Pajang …!!!

Tidak berapa lama Pasukan Pajang yang mengawal Tumenggung Mayang pun muncul… dan memang bener… Tumenggung Mayang berada dibarisan tengah barisan …!!! Pasukan memanah langsung menghujani barisan Pasukan Pajang… dari sisi kiri dan kanan…. dan tak ayal… banyak pasukan Pajang yang langsung mati kelojotaaan …!!! Hujan anak panah terus terjadi dan menimpa pasukan Pajang… walaupun pasukan Pajang berusaha berlindung… namun tampaknya banyak yang tewas… dengan taktik ini …!!!

Setelah itu,… gantiaaan pasukan penombak yang merangsek… dari kedua sisi… !!! Pasukan Pajang cukup terperanjat… melihat ada kawanan begal … yang cukup lihai memainkan taktik ‘militer’ …!!! 4 Petinggi Prajurit Mataram cukup terkejut… pasukan Pajang yang kalah dalam hal jumlah pasukan… juga terlihat kalah dalam hal kualitas… !!! Ki Bocor terlihat mengamuk sejadi-jadinya… !!! Keris pusaka ditangannya… laksana Malaikat Maut yang siap menjemput siapa saja yang mendekat kearahnya… !!!

Pasukan Pajang … tampak kewalahan… 3 Petinggi Prajurit Pajang… sudah tewas terkena tombak dari gabungan pasukan Mataram, Kedu dan Bagelen …!!! Tinggal 1 orang Petinggi … yang masih bertahan… walaupun luka-luka cukup parah… !!! Melihat keadaan yang tidak menguntungkan… ia memerintahkan 5 orang prajurit segera… kembali ke Pajang… untuk melaporkan hal ini… !!! 5 Orang Prajurit segera menaiki kuda… dan gaaas puoool sejadi-jadinya… !!!

Tidak mau buruannya lepas… 10 prajurit Kedu langsung diperintahkan untuk melakukan pengejaran … !!! Namun karena Prajurit Pajang lebih memahami lika-liku track … maka bisa menjaga jarak dari kejaran prajurit Kedu… !!! Pasukan Pajang di hutan Jati Jajar… tewas semua… dan tumenggung Mayang berhasil dibebaskan …!!! 4 Petinggi Prajuri Pajang dipenggal kepalanya… sebagai bukti bahwa pasukan Pajang telah ditaklukkan … !!!

5 Prajurit Pajang… akhirnya berhasil memasuki wilayah Pajang… dan 10 pasukan Kedu segera menghentikan pengejaran… coz sangat beresiko mengejar buruan… dimana telah sampai di wilayah Pajang …!!! Segera 5 prajurit melaporkan kepada Sultan Hadiwijaya… !!! Ia begitu murkaaa… ia seperti di tampaaar… kekuasaan dan kedaulatannya begitu dilecehkan… !!! Ini berarti peraaaang… dan ia sendiri yang akan memimpin peperangan… akan ia bumi hanguskan… semua penghinaan yang ia terimaaa …!!!.


Sultan Hadiwijaya beranggapan… bahwa Panembahan Senopati yang bikin gara-gara duluan… sehingga jika diserangpun tidak salah… karena Mataram seolah telah berusaha merongrong wibawa Pajang …!!! Karena dasar inilah… ia tidak takut akan ramalan Sunan Giri …!!! Ia lalu mengumpulkan seluruh kekuatan Pajang dan para wilayah kekuasaan Pajang… !!! Tercatat Banten, Tuban dan Demak sudah mengirimkan seluruh pasukan untuk berkumpul di alun-alun kerajaan Pajang …!!! Sultan Hadiwijaya mengendarai seekor Gajah bernama Kyai Liman …!!! Disamping kiri dan kanan gajah tersebut… 4 Petinggi yaitu Patih Manca Negara dari Pajang, Adipati Tuban, Adipati Demak dan Adipati Banten… mengiringi Sultan Hadiwijaya untuk menggempur Mataram …!!! 

Jelas sekali kekuatan Pajang berserta Tuban, Demak dan Banten … bukanlah lawan bagi Mataram… !!! Walaupun seluruh prajurit Mataram ditambah Kedu dan Bagelen… plus seluruh rakjat Mataram pun… tetap saja kalah dalam hal kuantitas prajurit dan persenjataan …!!! Namun sebelum seluruh prajurit Pajang berangkat,… telik sandi Mataram sudah melaporkan seluruh kekuatan Pajang lengkap dan detail …!!! Panembahan Senopati merundingkan kepada sang General Ki Juru Mertani … bagaimana menghadapi hal ini …!!! Yaagh lage-lage Ki Juru Mertani yang turun tangan …!!!

Pasukan Pajang mendirikan perkemahan di wilayah prambanan …!!! Banyak tenda didirikan dan siapapun yang melihat… pasti gentar karena tidak terhitung jumlah pasukan yang siap siaga untuk melakukan penyerangan …!!! Ki Juru Mertani pun memberi arahan strategy perang kepada Panembahan Senopati, “Senopati,… jangan sampai engkau turun tangan langsung melawan Kanjeng Sultan, sebab prajurit mu cuma sedikit… pasti akan luluh lantak melawan kekuatan Pajang …!!! Marilah bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar Kanjeng Sultan menjadi gentar hatinya…!!!”

Selanjutnya Ki Juru Mertani pun berkata kepada Panembahan Senopati, “Sebagaimana janji Nyai Roro Kidul dari Pantai Laut Selatan kepadamu… yang akan siap sedia membantumu untuk melawan musuh-musuhmu… maka kau tagih janjinya…!!! Aku akan menagih pula janji Ki Juru Taman dari Gunung Merapi… yang akan membantumu jika engkau mengalami kesulitan …!!! Kemudian perintahkan seluruh prajurit mu… untuk menyiapkan obor sebanyak mungkin… !!! Jika memungkinkan setiap orang lebih dari 2 obor… untuk dinyalakan serentak nanti malam…!!!

Last,… jadi perangnya adalah antara Kekuatan Pajang, Tuban, Demak dan Banten… melawan Mataram, Kedu dan Bagelen… ditambah dengan berbagai Jin dan makhluk halus lainnya…!!! .



 Panembahan Senopati pun bersidekap… ia menengadah ke atas dan konsentrasi memanggil Nyai Roro Kidul… !!! Tidak lama kemudian, muncullah hujan yang sangat lebat… geledeeek menyambar-nyambar… dan badai mengguncang cukup hebaaat … pohon-pohon bertumbangan… itulaagh tanda-tanda bala pasukan Nyai Roro Kidul… yang berbentuk jin dan makhluk halus lainnya… sudah siap sedia turun tangan lengkap dengan persenjataan perangnya …!!! Gimana dengan Ki Juru Mertani… ??? Ia pun … berkonsentrasi … dan yang terjadi juga cukup dahsyat… !!! Gunung Merapi pun meletuuuz… suaranya menggelegar… bebatuan dan debu (wedus gembel red.)… dan lahar berhamburan …!!! 

Bersamaan dengan itu… di Gunung Kidul… para pasukan Mataram pun menyalakan obor… terlihat sekali nyala api yang begitu terang… seperti puluhan ribu pasukan siap untuk menyerang…!!! Padahal pasukan Mataram cuma 800 orang … namun di tengah malam… jumlah ini tidak terlihat … yang terlihat cuma nyala obor …!!! Suara gemuruh Gunung Meletus… suara-suara gaib yang gemuruh… membikin ciuut nyali pasukan Pajang… !!! Belum lagi ketika melihat nyala obor … yang begitu banyak… membuat pasukan Pajang… termasuk Sultan Hadiwijaya terkejut… !!! Suasana bertambah mencekam… dengan bunyi bende Ki Bicak yang dipukul bertalu-talu… !!!

Prajurit Matam pun… berteriak-teriak dengan lantangnya… “Hai Prajurit Pajang… majulah kalian semua …!!! Lawanlaagh kami… prajurit-prajurit Mataram …!!! Teriakan ini semakin membuat ‘down’ semangat prajurit Pajang …!!! Sultan Hadiwijaya pun bertanya kepada Patih Mancanegara, “Sebegitu banyakkah prajurit Mataram… ??? Jika di garis depan sudah segini banyak… apalagi di garis belakang… pasti lebih banyak lagi… ???” Patih Mancanegara pun berkata, “Ampun kanjeng Sultan,… hamba pun tidak menyangka… begitu banyak prajurit Mataram… !!! Selama ini ternyata Panembahan Senopati… telah banyak merekrut prajurit… !!!”

Tak lama kemudian,… semakin lama… gunung Merapi meletus … mulai membawa korban …!!! Perkampungan kemah prajurit Pajang… mulai kocar-kacir… beberapa tewas mengingat bumi membelah… !!! “Celaka,… Kiai Sapu Jagad (nama lain Ki Juru Taman red.)… membela Mataram …!!! Kita tidak akan mungkin menang melawan Mataram …!!!”, kata seorang tamtama prajurit Pajang …!!! Ucapan ini semakin… membikin lemas semangat prajurit Pajang lainnya… !!! Ucapan ini seperti tweetter… bergema menyebar diantara prajurit Pajang …!!!

Beberapa prajurit Pajang pun selain tewas karena amukan Gunung Merapi… beberapa prajurit tewas dengan cara yang aneh …!!! Suara-suara gemuruh gunung meletus… terikan jerit pasukan Pajang yang memilukan… suara-suara ghaib… ditambah teriakan-teriakan Pasukan Mataram plus bende Ki Bicak… membuat suasana malam itu… begitu mencekam… !!! Suara malam itu… lebih budeeeg dibandingkan suasana nonton MotoGP …!!!


 Prajurit lainnya juga pada stress… “Duuuugh… iso mules iki… duel karo prajurit yang seperti apapun … ndak bakalan gentaaar… namun kalo disuruh duel karo Jin,.. Demiiit… duuuugh biyung… biyuuung …!!!”. Sultan Hadiwijaya pun termenung… dan memandang fenomena alam ini… lahar mengalir ke Kali Opak… !!! Akhirnya ia pun memahami apa makna dibalik semua ini ….!!! Namun tidak dengan Adipati Tuban…. ia terlihat semakin gemas akan keadaan hal ini,… ia sudah gregetan ingin bertarung dengan Panembahan Senopati… !!! Ia pun berkata kepada Sultan Hadiwijaya… “Kanjeng Sultan,… mohon hamba diperintahkan untuk menumpas Panembahan Senopati berikut prajurit Mataram… !!! Hamba akan kembali dengan mempersembahkan kemenangan buat Kanjeng Sultan… !!!” 

Kanjeng Sultan Hadiwijaya berkata, “Adipati Tuban… jangan laaagh engkau berlagak berani dengan Senopati…!!! Ketahuilah bahwa saya hampir tiba saatnya menghadap Allah SWT. Kerajaan Pajang hanya saya sendirilah yang merajaai… !!! Kekuasaan berikutnya akan ditangan Panembahan Senopati.. !!! Keturunannya akan menguasai seluruh tanah Jawa. Adapun saya ke Mataram ini hanya ingin melihat anak saya… Panembahan Senopati (Panembahan Senopati diangkat sebagai anak angkat red.)… karena rasa rindu saya …!!! Ketahuilah bahwa Senopati tidak mungkin berani melawan saya …!!! Aku adalah ayah angkatnya… Raja yang ia hormati … dan Guru yang mengajarkan ia berbagai kesaktian …!!! Suara tantangannya … bukanlaah dari lubuk hatinya… jelas sekali aku rasakan …!!!”

Sultan Hadiwijaya pun… melanjutkan perkataannya,… “Kemurkaan alam yang kita dapati ini… sesungguhnya pertanda nyata bagiku… bahwa kita tidak akan bisa mengalahkan Mataram… !!! Jadi sebaiknya kita urungkan saja niat untuk menggempur Mataram… Lebih baik kita kembali ke Pajang… daripada tetap memaksakan menyerbu… seluruh kekuatan Pajang… pasti akan musnah… diterjang oleh pasukan Mataram…!!! Kembali Adipati Tuban… seperti mengampeeet kemarahan yang amat sangat… !!! Tapi apa daya… kehendak Sultan Hadiwijaya ingin munduuur… dan kembali ke Pajang…!!!

Akhirnya Sultan Hadiwijaya… memerintahkan pasukan Pajang untuk mundur … dan kembali ke Pajang…!!! Kabar mundurnya pasukan Pajang… disambut gembira oleh Ki Juru Mertani …!!! Ia tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT… yang bisa menyelesaikan masalah yang pelik ini… dengan cara yang luar biasa… !!! Tidak terbayang … apa jadinya… jika benar-benar pasukan Pajang menyerang pasukan Mataram …!!! Rasa syukur juga dipanjatkan oleh Panembahan Senopati kepada Allah SWT… karena ia tidak bisa membayangkan … bagaimana berhadapan dengan ayah angkatnya…!!!

Ditengah perjalanan… Sultan Hadiwijaya selalu teringat kepada Panembahan Senopati… !!! Ia teringat ketika ia bertahta di Pajang… setelah prahara di Demak berakhir… !!! Hal yang sama … terbayang bahwa Pajang akan runtuh dan berpindah ke Mataram… !!! Ia pun teringat akan ramalan Sunan Giri… tidak akan ada kekuatan apapun yang bisa menandingi ketetapan yang telah digariskan Gusti Allah …!!! Dalam perjalanan pulang… ia mampir di dusun Tembayat… untuk berziarah ke makam Sunan Tembayat…!!!

Namun anehnya… pintu gerbang makam… tidak bisa dibuka oleh Sultan Hadiwijaya… !!! Ia pun menanyakan kepada Juru Kunci… “Kenapa pintu gerbang makam… tidak dapat didorong… ???”. Sang Juru Kunci pun berkata, “Kiranya Kanjeng Sultan tidak diperkenankan lagi menjadi Raja oleh Allah SWT .. itulah pertanda pintu makam tidak dapat didorong …!!!”. Ia pun merasa terharu… ia pun akan menanti hari-hari kedepan… untuk menghadap kepada Allah SWT… !!! Ia pun tertidur di luar makam… dan begitu nikmat tidur nya… dan ia merasakan tidur yang paling indah dalam hidupnya… !!!.


Sultan Hadiwijaya,… telah menyadari bahwa ‘Matahari’ nya mulai redup …!!! Setelah keinginannya untuk ziarah ke makam Sunan Tembayat tidak terwujud… Sultan Hadiwijaya melanjutkan perjalanan pulang ke Pajang …!!! Ditengah perjalanan… gajah yang dikendarainya… tiba-tiba saza mengamuk dan lepas kendali… !!! Kanjeng Sultan pun terjatuh dari gajah… dan malang bagi Sultan… yang biasanya begitu terlihat sakti dan gagah… mulai terasa kesakitan… akibat jatuh dari gajah tersebut …!!! Ia pun terpaksa di tandu… karena tidak mungkin bagi Kanjeng Sultan untuk tetap naik gajah …!!! Seluruh rombongan terasa mengalami kesedihan yang amat sangat… !!! Sudah mengalami ‘kekalahan’ dari Mataram… terpaksa pula pulang ke Pajang.. dengan menandu junjungan mereka,… Kanjeng Sultan Hadiwijaya …!!! 

Perihal jatuhnya Sultan Hadiwijaya pun… tidak luput dari tangkapan telik sandi Mataram …!!! Panembahan Senopati mengetahui hal itu… dan ia merasa sangat sedih… !!! Masih terbayang… bahwa ia dan ayah angkatnya… hampir terjadi pertempuran… dan ia tidak sanggup untuk melawan ayah angkatnya itu…!!! Masih teringat sangat jelas,… betapa ayah angkatnya itu… begitu sayang dengannya… ia pun diajari berbagai ilmu kanuragan dan kesaktian… !!! Bahkan ia merasa… curahan kasih sayang Sultan Hadiwijaya begitu besar padanya… dibandingkan dengan anak kandungnya sendiri …!!!

Panembahan Senopati… cukup kalut mendengar berita tersebut,.. dan ia memutuskan untuk menjenguk ayah angkatnya itu… !!! Buru-buru ia memacu kudanya… disertai kawalan 40 prajurit pilih tanding Mataram …!!! Ia pun siap … jika ia harus menerima hukuman dari ayah angkatnya itu… sekaligus guru yang ia cintai … !!! Gerak-gerik Panembahan Senopatipun… tertangkap pula oleh telik sandi pasukan Pajang… !!! Lengkap pula informasi bahwa Panembahan Senopati hanya dikawal prajurit sebanyak 40 orang …!!!

Pangeran Benawa melihat adanya oportunity… bahwa mumpung pasukan Mataram cuma 40 orang,… ia yakin dengan bantuan Adipati Tuban, Patih Mancanegara dan prajurit yang lebih besar… ia optimis dapat meringkus Panembahan Senopati… !!! Ia pun bertanya kepada Sultan Hadiwijaya,.. “Jika ayahanda berkenan,.. hamba akan menumpas Panembahan Senopati… mengingat ia cuma dikawal dengan 40 orang… !!! Hamba optimis bisa meringkus Panembahan Senopati… jika ayahanda merestui …!!”

Kanjeng Sultan Hadiwijaya pun sambil tersenyum … iapun berkata, “Anakku,… apakah engkau akan menumpas kakang mu… ??? Ketahuilah anakku,… Panembahan Senopati yang akan menggantikan ayahandamu ini… sepeninggalan ku nanti…!!! Jangan sekali-kali engkau berani melawan kakangmu itu…!!! Kakang mu itu… hanya mengiringi dan mengawal kepulanganku ke Pajang …!!! Itu bentuk hormat dan bakti… ia kepada Ayahandamu ini… !!! Apakah engkau akan menumpasnya …??? Sekali-kali… jangan anakku… !!! Panembahan Senopati … yang akan menjadi Matahari di Pulau Jawa ini …!!! Tidak ada matahari kembar… yang bersinar di atas Pulau Jawa ini …!!!”

Pangeran Benawa, Patih Mancanegara, Adipati Tuban.. dan seluruh prajurit yang hadir.. begitu sedih mendengar pernyataan dari Kanjeng Sultan… !!! Ini merupakan tanda-tanda… bahwa Kanjeng Sultan Hadiwijaya.. tidak lama lagi akan mangkat…!!!.


  • Rombongan pasukan Pajang terus melanjutkan perjalanan ke Pajang… !!! Mental pasukan Pajang sudah remuuuk… semuanya tanpa semangat… kembali berjalan ke Pajang … !!! Akhirnya rombongan pun sampai ke istana Pajang… dan Sultan Hadiwijaya,.. dapat berisirahat di ranjang istana… !!! Pasukan Senopati yang mengiringi dari jauh… menunggu di desa Mayang… bersama 40 orang pasukan pilih tanding …!!! Sejak jatuh dari gajah,… Sultan Hadiwijaya merasakan keadaannya makin lama makin lemaaah… !!! Pangeran Benawa,.. patih Manca Negara, Adipati Tuban dan segenep petinggi kerajaan… sangat sedih… terus berdoa agar Sultan Hadiwijaya sembuh… !!! Ditengah keadaan Sultan Hadiwijaya yang semakin lemah,… ia merindukan kehadiran Panembahan Senopati… !!! Ia pun bertanya kepada Pangeran Benawa,.. “Di mana Senopati,… kok ia tidak ada disini… ??? Panggilkan Senopati ke sini… !!!” pintanya kepada Pangeran Benawa… !!! 

    Pangeran Benawa mengirimkan utusan ke dusun Mayang,.. untuk meminta Panembahan Senopati ke Pajang menemui Sultan Hadiwijaya …!!! Panembahan Senopati merasa serba salah,… di satu sisi ia ingin sekali menemui ayah angkatnya itu… terasa benar dihatinya bahwa ia sangat menghormati ayah angkatnya itu… !!! Namun disatu sisi,… Mataram dan Pajang dalam keadaan berperang… dan ia tidak ingin kehadirannya malah membuat kisruh suasana… !!! Ia tidak mau kehadirannya … bakalan menciptakan pertengkaran dengan Pangeran Benawa anak Sultan Hadiwijaya ataupun Adipati Tuban… mantu dari Sultan Hadiwijaya …!!! Ia khawatir … jika ia terlibat pertempuran dengan petinggi Pajang… akan semakin memperparah keadaan Sultan Hadiwijaya… !!! Ia membayangkan… Sultan Hadiwijaya akan semakin sedih dan stress… dan ini akan semakin memperburuk kesehatan Sultan Hadiwijaya… !!! 

    Panembahan Senopati akhirnya menolak halus… ajakan utusan Pajang untuk diantar ke Pajang menemui Sultan Hadiwijaya… !!! Ia pun berkata kepada utusan dari Pajang… “Sampaikan mohon maaf kepada Kanjeng Sultan Hadiwijaya,.. bahwa hamba tidak dapat memenuhi permintaannya ke Pajang… namun hamba tidak akan pula kembali ke Mataram… !!! Hamba akan menunggu takdir Gusti Allah … dengan menunggu di dusun Mayang ini… !!! Sekali lagi sampaikan permohonan maaf hamba kepada Kanjeng Sultan …!!! Semoga Gusti Allah memberikan kesembuhan kepada Kanjeng Sultan… !!! “. Akhirnya utusan Pajang itu kembali ke istana dengan tangan hampa… dan menceritakan pesan Panembahan Senopati kepada Kanjeng Sultan… !!!

    Kanjeng Sultan pun mengerti akan maksud Panembahan Senopati… !!! Ia pun tersenyum… bahwa Panembahan Senopati begitu bijak… !!! Pangeran Benawa dan petinggi Pajang… lebih kaget lageee… ketika diberitakan ada kiriman bunga dari Panembahan Senopati… yang dikirim dalam keranjang bunga… yaitu bunga telasih… !!! Bunga telasih itu adalah bunga yang biasa dipakai untuk menghantarkan seseorang yang telah meninggal… !!! Pangeran Benawa begitu amat tersinggung… seolah-olah melihat Panembahan Senopati ingin sekali ayahandanya cepat matiiii … sehingga ia bisa menjadi sang surya menyinari tanah Jawa… !!! Lagi-lagi Kanjeng Sultan Hadiwijaya tersenyum… dan bertambah sayang ia kepada anak angkat nya itu… !!!

    Ia pun berkata kepada Pangeran Benawa… “Benawa,.. anakku.. jangan lah engkau marah kepada kakangmu… !!! Bunga telasih ini telah kuminta jauh-jauh hari… bila saatnya tiba.. !!!” Ia pun menceritakan kejadian sewaktu muda dulu… ketika masih muda… ia dikenal sebagai Joko Tingkir… !!! Ia pun pernah tertarik dengan kembang desa… namanya Sekar Telasih… !!! Lha .. jaman dulu… sewaktu berada di taman bunga.. ia mencari-cari Sekar Telasih… yaagh model main ciluuup baaak… !!! Namun ndaaak ketemu-temuuu dimana Sekar Telasih berada… !!! Ia pun bertemu dengan seorang ibu penjual bunga,… dan ia menanyakan apakah melihat Sekar Telasih… ??? Lha yang jual memberikan seikat bunga telasih… !!! Ia pun berkata … jika ia membutuhkan bunga telasih… maka ia akan menyuruh orang untuk mengambilnya… !!!

    “Kakangmu,.. Panembahan Senopati sangat mengetahui… bahwa hidup ayahandamu ini sudah tidak lama lagi… !!! Gusti Allah yang telah berkehendak… dan ingat laaagh pesanku ini… bahwa tidak ada matahari kembar di tanah Jawa ini… !!! Sudah waktunya sinar matahari akan redup di bumi Pajang,… dan matahari akan bersinar terang di tanah Mataram… dan akan terus bersinar menyinari tanah Jawa ini …!!! Ingatlah pesan terakhir ku ini… matahari di Pajang sudah redup… tidak akan ada matahari kembar… dan kakangmu Panembahan Senopati… yang akan menjadi matahari … dan bersinar di Mataram… serta akan menyinari tanah Jawa ini… !!! Jangan engkau tentang… kehendak Gusti Allah ini…. ingat lah baik-baik pesan terakhirku ini… !!!”

    Sultan Hadiwijaya pun tersenyum… membayangkan anak angkatnya Panembahan Senopati… !!! Perlahan… nafas Sultan Hadiwijaya semakin lemaaah… dan akhirnya matanya pun tertutup… !!! Sultan Hadiwijaya pun wafat… dalam keadaan tersenyum… dan mangkat dalam keadaan yang amat tenaaaang…. !!!.
     Pangeran Benawa segera memerintahkan utusan untuk memberitahu Panembahan Senopati tentang mangkatnya Sultan Hadiwijaya. Panembahan Senopati menangis, seorang kesatria pilih tanding,… begitu sedih kehilangan orang tua angkat yang begitu ia cintai …!!! Mengingat pesan terakhir Sultan Hadiwijaya,… Pangeran Benawa sangat menghormati Panembahan Senopati,… sehingga panembahan Senopati diberi kesempatan untuk memandikan, … menyucikan dan menshalatkan jenasah Sultan Hadiwijaya. Jenazah Sultan Hadiwijaya pun akhirnya dimakamkan di Butuh… !!!

  • Setelah Sultan Hadiwijaya wafat,… maka dipilihlah siapa yang akan meneruskan tampuk kerajaan Pajang …!!! Sebenernya semua pejabat Kerajaan Pajang sudah jelas,… bahwa Pajang sudah redup.. dan matahari bersinar di Mataram… dan Pangeran Benawa diminta untuk menurut and patuh kepada Panembahan Senopati… !!! Namun tetap saja dilakukan pertemuan untuk memilih penerus pimpinan… dan pertemuan itu dipimpin oleh Sunan Kudus. Semua pejabat Pajang termasuk Panembahan Senopati dan Ki Juru Mertani juga menghadiri pertemuan pemilihan penerus Kerajaan Pajang… !!! 

    Sunan Kudus selaku pimpinan pertemuan,… menanyakan kepada hadirin kira-kira siapa siapa yang pantas menggantikan mendiang Sultan Hadiwijaya… !!! Sudah jelas sebenernya apa pesan Sultan Hadiwijaya,… namun para pejabat Pajang memilih Pangeran Benawa sebagai penerus Sultan Hadiwijaya… karena ia adalah putra Sultan Hadiwijaya… !!! Padahal sudah jelas pesan Sultan Hadiwijaya… namun hal ini tidak diungkapkan dalam pertemuan tersebut… !!! Sunan Kudus tidak sependapat,… menurutnya yang paling pantas adalah Arya Pengiri yang menjabat Adipati Demak… !!!

    Alasan Sunan Kudus adalah Pangeran Benawa itu termasuk putra muda… sedangkan Arya Pengiri itu adalah menantu dari Sultan Hadiwijaya. Arya Pengiri menikah dengan putri anak tertua Sultan Hadiwijaya,… selain itu Arya Pengiri adalah putra Sunan Prawata, raja Kesultanan Demak …!!! Jadi secara silsilah, Arya Pengiri ini lebih tua dibandingkan dengan Pangeran Benawa …!!! Patih Manca Negarapun bertanya kepada Sunan Kudus,.. “Kanjeng Sunan,… lantas bagaimana dengan nasib Pangeran Benawa …???”. Sunan Kudus menjawab,… “Hendaknya Pangeran Benawa menjadi Adipati di Jipang… !!!”

    Begitu terpukul Pangeran Benawa atas ucapan Sunan Kudus tersebut… dan ia merasa diperlakukan tidak adil… namun ia tidak bisa apa-apa… !!! Demikian pula Panembahan Senopati,… ia bisa merasakan rasa sakit hati Pangeran Benawa,… ia pun sudah hendak menyanggah pendapat Sunan Kudus… namun kembali Ki Juru Mertani,… the chief of Strategy,… memberikan isyarat agar Panembahan Senopati diam… dan tidak menyanggah ataupun mendebat keputusan Sunan Kudus… !!! Dalam hatinya,.. Panembahan Senopati ia sangat menyayangi adik angkatnya itu…. Putra Sultan Hadiwijaya yang ia hormati… ia sayangi.. !!! Dan dalam hatinya… ia akan membantu adik angkatnya itu… dengan bahasa jaman sekarang… loe colek dieee… sama aza loe coleeek gue… maju loeee …!!!.
     Setelah sampai di Mataram,… Panembahan Senopati mengungkapkan perasaan tidak puasnya mengenai keputusan Sunan Kudus yang mengangkat Arya Pengiri sebagai Sultan Pajang. Namun Ki Juru Mertani menjelaskan,… “Nggeeer,… biarkan saja apa yang terjadi di Pajang. Jangan sekali-kali engkau ikut campur masalah Pajang. Antara Pangeran Benawa dan Arya Pengiri masih saudara dekat… seandainya nanti terjadi peperangan diantara keduanya… biarkan saja. Engkau lebih baik memanjatkan doa kepada Gusti Allah SWT,… untuk arwah Sultan Hadiwijaya, ayahandamu dan leluhurmu… mohon laagh agar segala amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan diampunkan segala dosa-dosa mereka. „

  • Panembahan Senopati menganggukkan kepala… dan ia pun tidak akan ikut campur mengenai persoalan Pajang. Panembahan Senopati mengambil lesson learned… dari serangan Pajang ke Mataram… sewaktu Pajang dipimpin Sultan Hadiwijaya. Lesson learned yang diambil adalah Mataram perlu diperkuat pertahanan… prajurit perlu diperbanyak.. dan kemampuannya pun perlu ditingkatkan. Selain itu,… Panembahan Senopati pun … membangun Mataram dengan giat… coz ia pun berpendapat… tanpa pertumbuhan ekonomi yang cepat.. ndak mungkin pertahanan yang kuat dan kejayaan Mataram bisa terwujud …!!! So… Panembahan Senopati tidak mau tertinggal waktu… ia teruz mengejar segala ketertinggalan Mataram…. baik dari sisi pertahanan maupun ekonomi…. !!!

    Sedang asyik nya ia membangun kekuatan pertahanan Mataram… baik persenjataan, recruitment prajurit,… ataupun peningkatan pertahanan Mataram… ia pun kedatangan Ki Pangalasan… yang merupakan sekutunya yang berfungsi sebagai mata-mata Mataram di Pajang. Tumben… biasanya cukup utusannya saja… namun sekarang Ki Pangalasan sendiri yang berkunjung ke Mataram. “Kakang Pangalasan,… ada kabar penting apa… sehingga dirimu langsung menemuiku… ??? Tidak seperti biasanya utusanmu yang mengunjungiku …!!!“, tanya Panembahan Senopati. Sambil menghirup dan menghembuskan nafas dalam-dalam… iapun berkata, „Sejak Arya Pengiri menjadi Sultan Pajang… Pajang menjadi kacau balau… masalah muncul silih berganti…. terlalu ruwet untuk diuraikan… !!! Hanya Paduka laaagh yang hamba kira… bisa menyelesaikan masalah …!!!“, kata Ki Pangalasan.

    „Sejak Arya Pengiri bertahta,… berbagai jabatan diberikan kepada orang Demak… !!! Jabatan penting diberikan kepada para kerabatnya… (mirip nepotism red.) …!!! Bagi orang Demak yang tidak mendapat jabatan,… diberikan tanah sehingga menjadi tuan tanah… !!! Orang Pajang dipaksa untuk menyerahkan sebagai tanahnya untuk dimiliki orang Demak… !!! Banyak orang Pajang tidak puas,… namun melawan secara diam-diam… dengan mengacau atau mengganggu keamanan… !!! Ada juga yang memanfaatkan kesempatan dengan menjadi perampok, begal dsb… !!! Tidak sedikit pula yang mengungsi ke berbagai daerah… menjauh dari wilayah Pajang… !!!

    “Kemudian,.. kenapa menurutmu Aku yang bisa menguraikan masalah ini… ???” tanya Panembahan Senopati… !!! “Hanya Panembahan laaagh yang bisa menyelesaikan masalah ini,… dengan cara merebut Pajang dari tangan Arya Pengiri …!!! Kami, prajurit dan rakjat Pajang,… semua akan berdiri dibelakang Panembahan… !!!”, kata Ki Pangalasan. Panembahan Senopati pun berkata,… “Menurutku yang paling berhak atas tahta Pajang adalah Pangeran Benawa… !!! Aku tidak punya hak ataupun keinginan untuk menduduki tahta Pajang… !!! Namun jika nanti… Allah SWT berkehendak agar Aku yang menduduki tahta tersebut,… akan kupenuhi permintaan mu itu,.. Ki Pangalasan …!!! Ki Pangalasan walaupun tidak 100% puas atas jawaban Panembahan Senopati…. namun ia tetap masih menggantungkan harapan pada Panembahan Senopati…. !!! Ia pun pamit,… dan kembali pulang ke Pajang dimana sekarang sudah tidak tentram dan damai lagi…. !!!.
    Tidak hanya Ki Pangalasan saza yang mengunjungi Mataram,.. hendak bertemu dengan Panembahan Senopati …!!! Utusan Pangeran Benawa dari Jipang pun juga menemui Panembahan Senopati …!!! Utusan tersebut menceritakan bagaimana keadaan Pangeran Benawa di Jipang… !!! Pangeran Benawa terlihat murung… dan terlihat banyak pikiran …!!! Ia jarang makan… dan susah tidur… ia merasa seperti dibuang dari Pajang… !!! Ia merasa diperlakukan tidak adil oleh Sunan Kudus… dan ia tidak rela tahta kerajaan Pajang diduduki oleh Arya Pengiri dari Demak ….!!! Utusan tersebut juga menceritakan bahwa Pangeran Bernawa bermimpi bertemu dengan Kanjeng Sultan Hadiwijaya,… dan kembali Sultan Hadiwijaya mengingatkan akan pesan bahwa sepeninggal Beliau,… tahta dipegang oleh Panembahan Senopati… !!! Oleh sebab itu,… Pangeran Benawa diminta untuk merebut tahta Kerajaan Pajang dari tangan Arya Pengiri …!!! 

  • “Sampaikan kepada dinda Pangeran Benawa,… bahwa tahta Pajang telah diduduki oleh Arya Pengiri.. yang tidak lain adalah Saudara dekat dari Pangeran Benawa sendiri… !!! Aku tidak mau terlibat dalam pertentangan antar keluarga… aku telah puas dengan tanah Mataram ini… yang dihadiahi oleh Kanjeng Sultan Hadiwijaya. Aku tidak mau menggempur Pajang demi memuaskan nafsu kekuasaan dan tahta …!!!, demikian kata Panembahan Senopati kepada Utusan Pangeran Benawa tersebut. Utusan tersebut menyadari… percuma untuk terus berupaya agar Panembahan Senopati turu t menggempur Pajang …!!! Sang Utusan pun mohon pamit dan segera memacu kudanya kembali ke Jipang …!!!

    Namun hari pun belum berganti,… utusan dari Jipang tersebut… telah kembali lagi untuk menghadap Panembahan Senopati …..!!! Begitu terperanjatnya Panembahan Senopati… melihat utusan Jipang itu kembali lagi untuk menghadap …!!! „Ampun,… Kanjeng Panembahan Senopati… pesan paduka telah hamba sampaikan…. namun kembali Kanejng Pangeran Benawa … berpesa n kepada hamba… Apabila Panembahan Senopati lebih senang Pangeran Benawa mangkat… maka dipersilahkan untuk mengabaikan pesan dari Pangeran Benawa untuk merebut Pajang …!!! Serasa ditikam jantung Panembahan Senopati mendengar pesan yang disampaikan utusan dari Jipang tersebut… !!!

    Terbayang dengan jelas… adik angkatnya itu… sering bermain bersama nya… ketika masih kecil… !!! Walaupun ia anak angkat dari Sultan Hadiwijaya… Pangeran Benawa sangat menghormati Kakang angkatnya itu… !!! Panembahan Senopati merasa tidak bisa membiarkan adik angkat yang ia sayangi itu… akan meninggal jika ia mengabaikan pesan nya …!!! Ia merasa harus berbuat sesuatu … dari pada ia akan menyesal dikemudian hari…. karena salah mengambil keputusan …..!!!

    „Baiklaah,… jika Pangeran Benawa berkehendak akan menyerahkan tahta Pajang kepada ku… maka sampaikan kepada Pangeran Benawa untuk membawa seluruh kekuatan prajurit Jipang ke Mataram… !!! Akan aku gempur Pajang… demi kecintaan dan kasih sayangku kepada adinda Pangeran Benawa …!!!” Segera utusan tersebut kembali ke Pajang, dan menyampaikan kepada pesan Panembahan Senopati kepada Pangeran Benawa… !!! Ki Juru Mertani pun hanya bisa tersenyum,… ramalan Sunan Giri akan menjadi kenyataan…. Dan jalan mencapai hal tersebut penuh likuuu …!!! Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi ketetapan yang telah digariskan oleh Allah SWT …!!!.
    Kepada utusan Pangeran Benawa tersebut,… dmintakan pula agar pasukan Jipang berkumpul di sekitar Weru, daerah Gunung Kidul …!!! Begitu gembiranya Pangeran Benawa mendengar kabar ini… dan ia memerintah seluruh pasukan Jipang untuk menuju ke Gunung Kidul… sesuai pesan Panembahan Senopati … !!! Pangeran Benawa tampak di barisan paling depan,…. sorot matanya seperti nyala api yang berkobar-kobar …!!! Wilayah Gunung Kidul yang gersang… sontak jadi ramai dengan banyaknya pasukan Jipang yang datang… dan berbagai bendera perang …!!! Tidak lama kemudian,… pasukan telik sandi Jipang melaporkan di depan mereka ada pasukan laksana air bah menuju ke Gunung Kidul …!!! 

  • Antara harap-harap cemas…. pasukan Jipang menunggu siapa gerangan pasukan tersebut …!!! Setelah dekat.. legalah Pangeran Benawa yang melihat pimpinan pasukan adalah Panembahan Senopati ing Alogo …!!! Begitu gagahnya Panembahan Senopati memimpin pasukan Mataram… !!! Panembahan Senopati dan Pangeran Benawa turun dari kudanya…. dan saling menghampiri… dan keduanya saling berangkulan… !!! Suasana begitu haru… menyelimuti daerah Gunung Kidul… termasuk pasukan dari Mataram dan Jipang …!!!

    Panembahan Senopati merasa bersyukur atas keputusannya itu,… terlihat sekali keadaan Pangeran Benawa yang kurus… pipinya cekung… hanya matanya saza menampakkan semangat yang berapi-api …!!! “Alhamdulillah, permohonan ku dikabulkan oleh Allah SWT,… sehingga kakang Senopati bersedia membantu aku … menegakkan keadilan …!!! Sesuai pesan Ayahanda Sultan Hadiwijaya, tahta Pajang adalah hak mu… kakang Senopati… !!! ”, kata Pangeran Benawa . “Sudahlah,.. dinda Benawa… mari kita bahas dulu… bagaimana strategy untuk menyerang Pajang …!!!”

    Panembahan Senopati tidak mau grusa-grusu… ia berusaha untuk menaklukkan Pajang dengan korban sekecil-kecilnya… !!! ia kemudian meminta seorang telik sandi khusus… untuk mengundang Ki Pengalasan agar segera ke Gunung Kidul …!!! Segera utusan itu menggeber kudanya ke daerah Pajang …!!! Setelah Ki Pengalasan tiba di Gunung Kidul… Panembahan Senopati meminta agar Ki Pengalasan … menyebarkan info bahwa Pasukan Jipang dan Mataram telah bersatu padu untuk menggempur Pajang… !!! Jika ada pasukan yang setia kepada Pangeran Benawa, dipersilahkan untuk ke Gunung Kidul untuk bergabung… jika tidak yaa siap-siap untuk menghadapi gempuran Mataram dan Jipang …!!!

    Ki Pangalasan ini seperti Bloggerz… memang canggih untuk menjadi channel media informasi… layaknya social media online …!!! Ia seperti ”rain makerz” saza … tak heran berbondong-bondong pasukan Pajang menuju Gunung Kidul …!!! Apalagi Ki Pangalasan menyatakan “Ngapain membela Pajang yang diperintah bukan oleh orang Pajang alias diperintah oleh orang Demak… gusti raja kita adalah Pangeran Benawa… !!! Apa kalian akan menentang Pangeran Benawa… ditambah dengan kesaktian Panembahan Senopati… ??? Apakah kalian sudah mempunyai nyawa rangkap… ???” tantang Ki Pangalasan… !!!

    Semua pergerakan pasukan Pajang untuk bergabung dengan Pangeran Benawa ke Gunung Kidul… berjalan rapi… !!! Arya Pangiri begitu kaget… setelah mendengar kabar bahwa Pasukan Mataram dan Jipang… akan menyerbu Pajang… !!! Terlebih lagi… pasukan Pajang sudah berkurang banyak jumlahnya… !!! Ia merasa… sudah kalah langkah dari Panembahan Senopati… merasa kecolongan… namun ia juga menyiapkan kontra strategy… untuk membendung pergerakan pasukan Mataram dan Jipang… !!! Apa contra strategynya… ??? .

     Contra Strategy yang disiapkan oleh Arya Pengiri adalah dengan memperkuat pertahanan… dengan mengundang lebih banyak pasukan dari Demak. Selain itu banyak para abdi dalem yang berasal Bali, Bugis dan Makassar diberikan janji bahwa mereka akan diberi kemerdekaan dan hadiah yang cukup besar… !!! Para abdi dalem begitu bersemangat dengan janji Arya Pengiri… dan mereka akan berjuang sampai titik darah penghabisan …!!! Selain itu,… Arya Pengiri juga melebur kepingan emas miliknya dalam jumlah banyak… untuk dibuat menjadi mata anak panah …!!! Dalam waktu singkat telah terbuat banyak sekali anak panah bermata emas ini… dan para pemanah khusus alias sniperz … akan menghujani Panembahan Senopati dengan anak panah khusus ini …!!! 

  • “Akan kita lihat… apakah Panembahan Senopati yang digembar-gemborkan kebal berbagai senjata tajam.. akan kebal juga dengan anak panah emas ini… !!!”, kata Arya Pengiri kepada satuan pemanah khusus …!!! Sementara itu,… Panembahan Senopati dan Pangeran Benawa,… sedang mempersiapkan serangan besar-besaran untuk meluluh lantakkan Pajang …!!! Dengan pasukan yang terdiri dari gabungan Mataram,… pasukan pembelot dari Pajang, dan pasukan Jipang…. Panembahan Senopati melihat kejatuhan Pajang tinggal masalah waktu saza…. !!! Panembahan Senopati pun, … mempersiapkan serangan yang akan dilakukan dengan cepat (mirip Blitzkrieg red.),… dan akan menyerang Pajang dalam 2 arah… yaitu dari barat dan timur …!!!

    Serangan dari gerbang barat Pajang akan dipimpin langsung oleh Panembahan Senopati, sedangkan serangan dari arah timur akan dipimpin oleh Pangeran Benawa ….!!! Serangan akan dilakukan pada subuh… dimana semua rakjat Pajang lagi pulas… ataupun lagi kriyep-kriyep matanya…. !!! Dan benar saza,… derap langkah kuda dan pasukan begitu cepat menyerang kota Pajang dari 2 arah… Barat dan Timur …!!! Serbuan ini dilakukan dengan kekuatan penuh… dari arah barat… Panembahan Senopati dengan mengendari kudanya yaitu Ki Barata Yuda … mengamuk dan menimbulkan banyak korban dipihak prajurit Demak …!!!

    Anak panah dilepaskan …. ratusan anak panah menghujani Panembahan Senopati dan kudanya…. namun tidak satupun anak panah mempan atau bisa melukai Panembahan Senopati ataupun kudanya… Ki Barata Yuda ….!!! Prajurit Demak yang ikut memperkuat Pajang pun…. hanya bisa bergumam… “Memang bukan isapan jempol,…. Panembahan Senopati memang digjaya ….!!!”. Prajurit Demak sudah kalah mental… karena Panembahan Senopati mengamuk dengan tombaknya Kyai Plered… kocar-kacir barisan pasukan Demak …!!! Panembahan Senopati memang menerapkan starategy serang cepat alias Blitzkrieg…. !!! Siapapun yang menghadang laju kudanya berserta pasukannya.. ditebaaaz… digempur … !!! Dalam waktu singkat,… pertahanan sebelah barat Pajang pun runtuh… !!!

    Disisi lain,… disebelah timur… Pangeran Benawa pun… seperti kesetanan dalam menggempur barisan pasukan Demak… dengan keris pusakanya …!!! Rasa sakit hatinya… ia tumpahkan dengan menerjang, menggempur, dan menghabisi setiap pasukan Demak yang berusaha menghentikannya …!!! Semangat perang dan kedigjayaan Pangeran Benawa…. menimbulkan semangat dikalangan pasukan Jipang… dan mereka pun bertempur dengan penuh semangat …!!! Pangeran Benawa pun…. terus-menerus berteriak… menantang Arya Pengiri untuk ‘duel’ di medan laga… !!! Strategy dua capit raksasa… menunjukkan hasilnya… dan baik disisi timur pun… pertahanan pasukan Demak yang memperkuat Pajang pun… runtuh …!!! Pasukan Panembahan Senopati dan Pangeran Benawa … memasuki pintu gerbang alun-alun dan akan menuju Istana Pajang …!!!

    Pasukan pemanah khusus Pajang… yang bersenjatakan anak panah emas… sudah siap menanti … untuk menghujani Panembahan Senopati… !!! Akankah Panembahan Senopati terluka…. terkena anak panah emas… tunggu episode berikutnya… !!! .
    Langkah Panembahan Senopati seolah tidak tertahankan… dan sudah dekat Pintu Alun-Alun… !!! Pasukan Demak kocar-kacir… terkena sabetan, terjangan tombak Kyai Plered …!!! Para pasukan pemanah khusus sudah berancang-ancang akan menghujani Panembahan Senopati dengan anak panah emas… !!! Puluhan anak panah emas melesat menghujani Panembahan Senopati… !!! Apa yang terjadi …??? Panembahan Senopati tidak terluka sedikit pun… demikian pula dengan kuda yang ditungganginya… Ki Barata Yuda… tetap gagah dan setia menemani tuannya …!!! Para abdi dalem dari Bugis, Makassar dan bali pun… menghujani Panembahan Senopati dengan puluhan tombak… dan lagi-lagi tubuh Panembahan Senopati… tidak luka sedikitpun… !!! Melihat para abdi dalem yang sebenernya tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan ini… maka berserulah Panembahan Senopati,… “Wahai para abdi dalem… Kalian tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan ini… !!! Segeralaagh menyingkir dari peperangan ini… pergilaah selagi nyawa kalian belum melayang… !!! Kemerdekaan adalah milik kalian sendiri… jangan sia-sia kan hal itu… !!! Setelah peringatan terakhir ku ini… jika kalian tidak menyingkir… jangan salahkan aku jika aku menumpaz habis kalian dengan tombak ku…!!!”

  • Para abdi dalem pun memilih menyingkir… bersama pasukan Demak yang kocar-kacir… !!! Salah seorang senopati perang Demak… yang bernama Ki Gedong,… sangat kaget melihat kocar-kacirnya pasukan Demak …!!! Ia pun memaki-maki pasukannya… yang mundur teratur seolah menjadi pengecut… !!! Ia pun bergerak terus kedepan untuk menghadang Panembahan Senopati …!!! Sewaktu ia akan melabrak Panembahan Senopati,…. tiba-tiba ia sadar bahwa ia telah salah membela Demak …!!! Ia sadar bahwa pewaris yang sah adalah Pangeran Benawa… dan ia membela Arya Pengiri selama ini… membela disisi yang salah …!!! Ia pun langsung menyarungkan keris nya… dan bersimpuh dihadapan Panembahan Senopati dan menghaturkan sembah penghormatan …!!!

    Panembahan Senopati pun sangat menghormati Ki Gedong yang telah menyadari kekeliruannya… !!! “Perjuangan dan pengorbananmu tidak akan kulupakan …!!! Kelak,.. keturunanku dan keturunanmu hendaknya bersatu dan bahu membahu …!!! Jika keturunanku berbahagia,… maka keturunanmu pun akan merasakan kebahagian juga… !!! Sebaliknya jika keturunanku menderita… maka keturunanmu pun akan juga menderita… !!!”, kata Panembahan Senopati. “Matur nuwun, Kanjeng Panembahan Senopati… hamba menyatakan kesetiaan mutlak hamba kepada Kanjeng Panembahan Senopati… !!!”, kata Ki Gedong.

    Ki Gedong pun mengamuk,… barisan pasukan Demak ia babat dengan kelebatan kerisnya …!!! Sepak terjang Ki Gedong,… seolah makin jauh…dan ia berada semakin jauh dari Panembahan Senopati… !!! Ki Gedong tidak menyadari bahwa ia sudah dikepung oleh pasukan khusus pengawal istana Pajang… yang mempunyai kepiawaian diatas rata-rata… !!! Ki Gedong berusaha keluar dari kepungan itu… namun karena jumlah dan kepiawaian gabungan pasukan itu cukup lihai… maka walaupun ia bisa membinasakan hampir separuh kepungan pasukan itu… namun sisanya berhasil menghujani tubuh Ki Gedong dengan tombak …!!! Ki Gedong pun meregang nyawa… dan sorak-sorai pasukan khusus Pajang itu… yang berasal dari Demak itu membahana… dan ini membuat maraaah Panembahan Senopati …!!!

    Dipacunya Ki Barata Yuda… menuju tempat Ki Gedong tewas… !!! Kegeramannya sudah sampai diubun-ubun… ia tidak mengampuni pasukan yang telah menewaskan Ki Gedong …!!! Ia pun mengamuk… tombak Kyai Plered berkelebat dengan ganasnya… demikian pula manuver Ki Barata Yuda… juga demikian hebatnya… !!! Pasukan khusus banyak yang meregang nyawa… kalah jauh dalam memainkan tombaknya …!!! Banjir darah pasukan khusus dari Demak membahasahi bumi Pajang… semua pasukan yang terlibat membunuh Ki Gedong pun… berpulang ke alam baka… !!! Segera Panembahan Senopati menghampiri jasad Ki Gedong… !!! Ia pun turun dari kudanya… bersimpuh didepan jasad Ki Gedong… dan ia pun melihat jasad muka Ki Gedong yang tersenyum… !!! Panembahan Senopati mendoakan kepada Allah SWT agar dosa-dosanya diampuni… dan segala amal ibadahnya diterima Allah SWT… !!!

    Bagaimana nasib Pajang apakah bisa bertahan dari gempuran Panembahan Senopati dan Pangeran Benawa… ???.
     Prajurit Demak semakin terdesak hebat…. dan di semua front mengalami kekalahan dari gempuran prajurit Mataram dan Jipang …!!! Akhirnya … satu per satu front pertempuran… prajurit Demak menyerah… dan akhirnya Pajang jatuh … dan mengalami kekalahan … !!! Senjata dijatuhkan oleh para prajurit Demak… dan kegembiraan serta sorak-sorai membahana di seantero Pajang … dari para prajurit Mataram … !!! Panembahan Senopati ing Alogo ditemani Ki Juru Mertani… memasuki area istana… !!! Panembahan Senopati mengarahkan kudanya memasuki area sitinggil keraton … dan Panembahan Senopati turun dari kudanya …. !!! Tindakan Panembahan Senopati menimbulkan pertanyaan dari Ki Juru Mertani …. !!! 

  • “Anakku.. Senopati,.. kenapa engkau turun dari kudamu… bukankah engkau memenangkan peperangan …???”, tanya Ki Juru Mertani. Panembahan Senopati tersenyum dan berkata, “Hamba harus menghormati Istana Pajang ini…. !!! Mendiang Sultan Hadiwijaya yang hamba anggap sebagai orang tua hamba pernah bertahta di istana ini,.. hamba harus menghormatinya … !!!”. Jawaban Panembahan Senopati ini… membuat Ki Juru Mertani kagum,… dan ia semakin yakin bahwa memang Panembahan Senopati dan keturunannya …. bakalan menjadi raja agung di Pulau Jawa… sebagaimana telah dinyatakan dalam ramalan Sunan Giri … !!!

    Panembahan Senopati pun memasuki sitinggil,… namun langkahnya tertahan oleh putri tertua Sultan Hadiwijaya yang menikah dengan Arya Pengiri … !!! Putri tertua itu terduduk di lantai dan merangkul kaki Panembahan Senopati mengiba dan memohon agar suaminya Arya Pengiri tidak dibunuh oleh Panembahan Senopati …. !!! “Kakang Senopati,…. kasihanilah aku… jangalah kakang membunuh suamiku, … Arya Pengiri …!!!”, kata putri tertua Sultan Hadiwijaya.

    Panembahan Senopati sangat menghormati putri tertua Sultan Hadiwijaya ini,… dan ia tidak akan membuat susah putri tertua ini… “Dinda,… kakang tidak akan membunuh suamimu… !!! Sudahlaah… jangan menangis … !!!”, kata Panembahan Senopati. Kemudian Panembahan Senopati berkata, “Ketahuilah dinda,… suamimu tidak pantas untuk menjadi Sultan Pajang. Tahta Pajang bukan haknya… tahta itu adalah hak Pangeran Benawa…. !!! Hendaknya, suamimu menyerah … dan menghadapku di sitinggil ini… dengan tangan terikat… sebagai bukti ia meyerah … !!! Percayalah ia tidak akan kubunuh… akan kuampuni kesalahannya … !!!

    Last,… akankah Arya Pengiri menyerah… dan menghadap Panembahan Senopati dengan tangan terikat… sebagai tanda takluk kepada Panembahan Senopati … ??? 

     Arya Pengiri kemudian muncul dengan tangan terikat dibelakang,… disertai oleh istri, anak-anaknya, para selir dan dayang-dayang… serta prajurit pengawal khususnya …!!! Prajurit Mataram kemudian memisahkan dan menggelandang prajurit pengawal khusus tersebut… dan menggabungkan dengan prajurit Demak yang telah tertawan …!!! Arya Pengiri tertunduk lesu,.. ia mencoba menahan malu …coz saat ini ia sebagai tawanan yang kalah perang …!!! Selanjutnya Panembahan Senopati pun berkata, “Arya Pengiri,… Hak atas tahta kerajaan Pajang terletak di tangan Pangeran Benawa …!!! Siapapun pasti akan setuju … mengingat kerajaan Pajang ini merupakan warisan dari mendiang ayahanda kandung,… Sultan Hadiwijaya …!!! Warisanmu bukan disini… melainkan di Demak… !!! Apakah kau dapat memahami dan mengerti akan hal ini …???”Arya Pengiri pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti akan hal ini …!!! 

  • Melihat tanda anggukan kepala ini,… Panembahan Senopati pun berkata kepada prajurit Mataram, “Antarkan Arya Pengiri ke Demak dengan menggunakan tandu.. namun tangannya masih tetap terikat …!!!” Jangan sekali-kali dielpaskan.. kecuali kalian telah tiba di Demak …!!!”. Keputusan telah dijatuhkan,… dan banyak yang lega atas keputusan tersebut. Diantaranya, putri tertua Sultan Hadiwijaya … yang tidak lain adalah istri Arya Pengiri …!!! Kemudian Ki Juru Mertani,… ia kagum atas kearifan Panembahan Senopati… ia melihat semakin matang tindakan Panembahan Senopati… !!! Ia semakin yakin,… bahwa ramalan Sunan Giri akan semakin jelas tertuju kepada Panembahan Senopati… yang tidak lain adalah keponakannya itu …!!!

    Panembahan Senopati pun berkata kepada Pangeran Benawa… “Dinda Pangeran Benawa,… Pajang adalah warisanmu… oleh sebab itu bertahtalah engkau di Pajang… !!!”. Namun Pangeran Benawa berkata, “Kakang Panembahan Senopati,.. engkau sudah dianggap putra sulung Ayahanda Sultan Hadiwijaya,… sebagaimana janjiku… kuserahkan Pajang kepadamu…!!! Aku ikhlas lahir dan bathin … menyerahkan Pajang berikut seluruh harta benda kepadamu… Kakang Panembahan Senopati …!!! Demi Gusti Allah… Kakang,… aku ikhlas lahir dan bathin mneyerahkan Pajang kepadamu …!!! “

    Panembahan Senopati pun tersenyum,… namun ia kembali berkata …”Terima kasih Kakang,… warisanku bukanlah di Kerajaan Pajang ini… !!! Warisanku adalah di Mataram… sebagaimana dulu telah diserahkan mendiang ayahanda Sultan Hadiwijaya. Oleh sebab itu,… aku hanya akan bertahta di Mataram… tidak di Kerajaan Pajang ini …!!! Sebagaimana ramalan Sunan Giri,.. aku dan keturunanku akan tinggal dan bertahta di Mataram… !!! Engkau dan keturunanmu akan tinggal di Pajang ini,… dinda Pangeran Benawa… !!!’

    “Hai rakjat dan prajurit Pajang, Mataram, Jipang dan Demak yang hadir… !!! Kalian menjadi saksi… aku, Panembahan Senopati ing Alogo.. dengan ini mengangkat dinda Pangeran Benawa menjadi Sultan Pajang… meneruskan tahta ayahanda Sultan Hadiwijaya …!!!” Pangeran Benawa pun terharu… ia telah memperoleh keadilan… bahkan seandainya kehilangan Pajang pun ia ikhlas… namun Panembahan Senopati menghadiahkan Pajang kepadanya… !!! Tak terhingga rasa terima kasih didalam dada… ia haturkan kepada Panembahan Senopati …!!! Kemudian ia pun berkata,.. “Terima kasih banyak .. kakang Panembahan Senopati,… sebagaimana wasiat ayahanda… agar aku selalu mematuhi apapun yang engkau perintahkan… dengan ini aku menerima Pajang… dan menjadi Sultan di kerajaan ini… !!!”

    Kemudian Panembahan Senopati pun berkata, “Jika engkau berkenan… sekali lagi jika engkau ikhlas lahir dan bathin… Aku menginginkan barang-barang pusaka keraton seperti Gong Kiai Sekar Delima, pusaka Kiai Macan Guguh, dan cambuk Kiai Jatayu dan lainnya … untuk aku rawaaat…!!!”. Pangeran Benawa pun menyetujui dan dengan ikhlas memberikannya kepada Panembahan Senopati… !!! Baginya… apapun titah atau perintah dari Panembahan Senopati ia akan laksanakan… !!! Hal ini telah menjadi wasiat Ayahanda Sultan Hadiwijaya…. dan ia ikhlas menuruti nya… !!! Toh… telah ia rasakan keadilan lahir dan bathin… dan ia mempunyai semangat untuk hidup kembali…. !!!.

     Demikianlah Pangeran Benawa bertahta di Pajang,… ia begitu menyayangi dan hormat kepada Panembahan Senopati… !!! Andai pun ia tetap sebagai Adipati Jipang pun, ia puaaas… karena keadilan telah ditegakkan… !!! Arya Pengiri sudah dikembalikan ke Demak… apalagi ia bisa bertahta di Pajang… tiada terkira kegembiraannya … !!! Demikian pula Panembahan Senopati… ia bertahta di Mataram… rakjat nya begitu setia dan menyayangi Panembahan Senopati …!!! Panembahan Senopati selalu bertindak… untuk selalu membuat sejahtera rakjatnya… selalu dipikirkannya bagaimana membuat negeri Mataram … menjadi lebih makmur… !!! Panembahan Senopati mempunyai anak 9 orang… yang pertama Raden Rangga, kedua Pangeran Puger, ketiga Pangeran Purbaya, keempat Pangeran Jaya Raga, kelima Juminah, keenam Pangeran Krapyak, ketujuh Pangeran Pringga Laya, sedangkan anak ke 8 dan 9 adalah seorang putri. 

  • Ki Juru Mertani pun akhirnya menjadi Patih Mataram dan bergelar Adipati Mandaraka …!!! Panembahan Senopati mengirim surat kepada Sunan Giri… untuk bertanya tentang kebenaran ramalan Sunan Giri… !!! Ketika utusan Mataram sampai di Giri… Sunan Giri pun membaca surat Panembahan Senopati… dan ia pun tersenyum… dan berkata kepada utusan dari Mataram… “Sampaikan kepada Senopati,… jika ingin membuktikan ramalanku … monggo nglurug (menyerbu red.) ke Bang Wetan (Jawa Timur red.). Sudah digariskan oleh Allah SWT bahwa Raja Mataram kelak akan menguasai seluruh tanah Jawa.

    Utusan pun segera mohon pamit dan bergegas menuju Mataram… dan sesampainya di Mataram ia menyampaikan pesan Sunan Giri kepada Panembahan Senopati …!!! Mendengar berita ini,.. Panembahan Senopati segera menghimpun prajurit dari Pati, Demak, Grobogan dan sekutu-sekutunya… untuk bersiap menyerang Bang Wetan. Baik Panembahan Senopati dan Adipati Mandaraka… teringat pesan Ki Ageng Pemanahan… jika ingin menyerang Bang Wetan… maka lakukanlah di bulan Muharram dan jangan melewati Gunung Kendeng… !!!

    Maka berangkatlah pasukan yang cukup besar… menuju Bang Wetan… bersenjata lengkap dan dipimpin langsung oleh Panembahan Senopati. Petinggi Bang Wetan pun mengetahui akan pergerakan dari pasukan Mataram ini… !!! Pangeran Surabaya, pemimpin Bang Wetan,.. segera menghimpun kekuatan dari Tuban, Lamongan, Gresik, Lumajang, Pasuruan, Kediri, Blitar, Madura, Sumenep etc… untuk bersatu dan bekumpul di Japan (daerah di Jawa Timur red.) untuk menghadapai bala pasukan Mataram …!!! Panembahan Senopati dengan berkuda…. telah sampai di Japan… dan kedua pasukan telah berhadap-hadapan… tinggal menunggu waktu saza… maka akan terjadi pertempuran yang dasyat… !!!

    Sudah mau terjadi pertempuran,.. datanglah utusan dari Sunan Giri menyampaikan surat dari Sunan Giri … !!! Utusan itu membacakan isi surat tersebut,… baik Panembahan Senopati maupun Pangeran Surabaya mendengarkan dengan seksama. Isi surat tersebut “Melalui surat ini, saya Kanjeng Sunan Giri memerintahkan kepada anak-anakku Panembahan Senopati di Mataram, dan Pangeran Surabaya. Keinginan kalian mau berperang, saya tidak mengizinkan. Sebab akan mengakibatkan banyak kematian, membawa kesengsaraan bagi rakjat kecil. Oleh sebab itu, sekarang kalian pilih isi atau wadah, sesuai dengan pilihanmu masing-masing. Segera berdamai dan bersyukurlah kepada Allah SWT. Lalu segeralah pulang, kembali kenegaramu. Karena ridho Allah SWT engkau ditakdirkan mempunyai kekuasaan tinggi atau rendah, terimalah takdir Allah itu.” 

  • Panembahan Senopati kemudian berkata kepada Pangeran Surabaya, “Adi Surabaya apa kemauanmu berkenan dengan perintah Sunan Giri …??? Aku dan Adi disuruh memilih isi atau wadah. Adi pilih yang mana, saya menurut saja.” Panembahan Senopati mempersilahkan Pangeran Surabaya untuk memilih duluan… maksudnya agar tidak terjadi dispute lage… lha wong sudah disuruh milih duluan kok …!!! Selain itu… karena merasa lebih tua… maka yang lebih muda diberikan kesempatan lebih dahulu …!!! Pangeran Surabaya menjawab, “Kakang Senopati saya memilih isi saja, kakang wadahnya… !!!”

    Panembahan Senopati pun rela dan ikhlas memilih wadah. Setelah masing-masing memilih maka kedua belah pihak membubarkan diri, dan pulang ke negeri masing-masing beserta seluruh bala tentaranya. Kemudian utusan Sunan Giri pun melaporkan hasilnya kepada Sunan Giri… !!! Mendengar hasil yang telah diputuskan diantara kedua belah pihak, Sunan Giri pun berkata “Ketahuilah, sudah pasti kehendak Allah SWT. Panembahan Senopati memilih wadah itu memang sudah benar. Wadah itu melambangkan negara. Adapun isi melambangkan orang-orangnya. Jika orang itu tidak menurut kepada pemilik negara, sudah pada tempatnya jika mereka diusir …!!! Ramalan nya tentang Panembahan Senopati makin menjadi kenyataan …!!!

    Setelah pasca pemilihan wadah atau isi… jelas sekali Panembahan Senopati pemilik wadah… dan kekuasaan Mataram pun mulai berkembang …!!! Pertama adalah Blora,… disampaikan surat dari Panembahan Senopati… jika tidak mau takluk… maka terpaksa akan digempur… !!! Bupati Blora pun akhirnya takluk… kepada Mataram mengingat daerah sekitarnya sudah takluk kepada Mataram …!!! Setelah Blora,… maka giliran Madiun… namun Madiun berkeras tidak akan takluk… bahkan menjalin aliansi dengan Bang Wetan …!!!

    Panembahan Senopati sangat menghormati Bupati Madiun,… lha wong putri Bupati Madiun,.. Retno Jumilah begitu menarik perhatiannya… malah ia ingin mempersunting sebagai istri… !!! Oleh sebab itu… ia ingin sekali tidak menggunakan kekerasan… namun ternyata Madiun bersekutu dengan Bang Wetan… !!!.

    Lanjut lageee,… mungkin sebelumnya perlu juga dibahas sekilas tentang Retno Jumilah ini …!!! Ia merupakan putri sulung Bupati Madiun… dan berbeda dengan putri-putri lain… ia seneng sekali dengan ilmu kanuragan …!!! Ia jagoan bermain tombak, keris, menunggang kuda … pokoke mirip tomboy daaagh …!!! Walau demikian… Retno Jumilah ini begitu ayuuu… begitu cantik… bentuk tubuhnya pun begitu proporsional… lha wong hobby kanuragan kok …!!! Naagh,… dijaman dulu… jika seorang putri dari kaum ningrat… cantiiik… plus jago kanuragan… berarti mempunyai ‘competitive advantage’… sehingga tidak heran… siapa yang ingin mempersuntingnya… kudu berani bayar ‘mahal’ …!!! Dan Retno Jumilah menerapkan syarat… bagi laki-laki yang ingin mempersuntingnya… dan syarat yang diminta nya pun cukup beraaat… !!! Apa aza seeeh syarat yang dimintaaaa…. apaaa emas segunung… ??? apa seorang pangeran yang sakti mandraguna… ??? Hmmmm…. begeneee syaratnya … !!! 

  • Ia hanya ingin dipersunting oleh lelaki yang sakti mandraguna dan berkuasa… !!! Terkait dengan sakti mandraguna… sang calon kudu tidak mempan oleh tikaman senjata pisau miliknya … alias kudu punya ilmu kebal… !!! Kedua,… orang tersebut adalah orang yang berkuasa… sehingga ayahnya sebagai mertua bisa menyembah / menghormati calon menantunya …!!! Duggh syarat kedua cukup berat… lha wong dimana-mana menantu yang harus menghormati mertua… lhaaa iki pengennya mertua yang menghormati menantu laki-laki… !!! Lha … bingung tho… laki-laki mendengar syarat dari Retno Jumilah ini …!!!

    Naagh,… dulunya ketika Panembahan Senopati belum menjadi raja… masih dipandang sebelah mata oleh Bupati Madiun… !!! Naaagh,… sekarang setelah menjadi Raja Mataram… Panembahan Senopati ingin mencoba tantangan tersebut …!!! Namun repotnya… Madiun bergolak… tidak mau tunduk dibawah kekuasaan Mataram… !!! Apalagi Madiun dibackup oleh kekuatan Bang Wetan… sehingga gempuran Mataram tidak begitu berhasil menundukkan Madiun ….!!! Telah 2 kali melakukan penyerangan… namun kedua-duanya kandaaas… ditengah jalan …!!! Selain prajurit Madiun dan Ban Wetan begitu banyak jumlahnya… peranan Retno Jumilah pun… cukup piawai dalam mengatur prajurit-prajuritnya …!!!

    Panembahan Senopati rodo mumeeet… lha wong gempurannya 2 kali agak kandaaas… !!! Oleh sebab itu,… Panembahan Senopati meminta arahan dari Adipati Mandaraka alias Ki Juru Mertani… sang ahli strategy …!!! Adipati Mandaraka mengusulkan agar Panembahan Senopati mengirimkan utusan ke Madiun … dan menyampaikan pesan bahwa Panembahan Senopati menganggap Bupati Madiun sebagai ayahnya …!!! Hal ini tidak menyalahi… lha wong Panembahan Senopati memang tertarik dengan putri sulung Bupati Madiun alias Retno Jumilah… !!! Dan jika jadi ia mempersunting sang putri… tentu saja ia akan mempunyai mertua… dan kedudukan mertua itu sama juga dengan seorang ayah …!!!

    Naagh, yang diminta menyampaikan adalah Nyai Adisara… seroang abdi dalem Mataram … yang cantik dan moleeek… dan kira-kira akan menarik perhatian bagi seorang lelaki yang telah berumur… !!! Perhitungannya, Bupati Madiun bakalan klepeeek-kleeepeek…. dan Mataram akan mudah menguasai Madiun… !!! Last,… bagaimana kelanjutannya… suaaaabaaar nantikan episode berikutnya … !!! .

    Bupati Madiun begitu terpesona akan Nyai Adisara… abdi dalem Mataram walaupun telah berumur… namun semuanya masih kuenceeeng… moleeek… pokokeee… passs banget bisa membaca mindset Bupati Madiun …!!! Nyai Adisara… mengungkapkan bahwa Panembahan Senopati sudah menganggap Bupati Madiun sebagai ayahanda nya… !!! Lha dari sudut pandang Panembahan Senopati… memang naksir dengan Retno Jumilah… lhaaa kalau dadi istri khan… berarti dadi mertua… makanya sekarang anggapannya calon mertua… atau sudah menganggap ayahanda …!!! Lhaaa Bupati Madiun… begitu terpesona dengan Nyai Adisara… langsung hooo ogggh aza… !!! 

  • “Sampaikan kepada Ananda Senopati… sesungguhnya aku tidak berniat memusuhinya …!!! Permusuhan datang hanya dari para Adipati dan Bupati Bang Wetan …!!!”, begitu kata Bupati Madiun. Nyai Adisara begitu seneng… namun ia tahan dulu… soaleee tugasnya berlangsung dengan sukses …!!! Saking senengnya… Nyai Adisara tersenyum-senyum teruz… lhaaa Bupati Madiun… tambah kelenger tho… makin klepek-klepek aza …!!! Nyai Adisara memohon pula kepada Bupati Madiun… agar kakinya disiram air dan siramannya ditampung di bokor … !!! Air nya akan digunakan untuk mandi dan minum …!!!

    Dari sudut pandang Bupati Madiun,… begitu terpesona dengan permintaan tersebut… lha wong sekelas Panembahan Senopati… kok mau minum air bekas cuci kaki Bupati Madiuan… !!! Berarti sudah demikian menghormati Bupati Madiun… ditambah lagi… yang minta Nyai Adisara …!!! Okeeeh… yaaa … yaaa…. yaaa …!!! Tambah seneng aza Nyai Adisara berhasil melaksanakan tugasnya …!!! Segera ia menghaturkan hormat… dan tak lupa kerlingan mata serta senyum yang manis… memohon pamit… untuk menyampaikan pesan kepada Panembahan Senopati … bahwa Bupati Madiun setuju menganggap anak kepada Panembahan Senopati …!!!

    Akibatnya cukup dahsyat… hampir separuh bala tentara Bang Wetan… meninggalkan Madiun …!!! Lha wong pikirnya… ndak bakalan jadi pertempuran kok… lha wong Bupati Madiun sudah menganggap anak untuk Panembahan Senopati …!!! Jadi make sense aza… ndak bakalan terjadi pertempuran …!!! Sebagian lageee… tetep tinggal di Madiun… menganggap ada yang nggak beres… lha wong sudah 2 kali kok Mataram menggempur Madiun… mosok tiba-tiba damaaai …!!! Apalagi ada Ki Juru Mertani… sang ahli strategy…. jadi ada strategy tersembunyi yang akan dipersiapkan… jadi lebih baik tetep ‘stay’ di Madiun … begitu pikir sebagian Adipati Bang Wetan …!!!

    Setelah berhasil menjalankan tugas yang dibebankan kepada Nyai Adisara… Ki Juru Mertani meminta Panembahan Senopati ke Sunan Kali Jaga … mohon diberikan baju Kyai Goendil atau Kyai Antakusuma …!!! Apa itu Baju Kyai Goendil atau Kyai Antakusuma… .

     apa seeeh istimewanya Baju Kyai Goendil atau Kyai Antakusuma itu …??? Ketika para Wali Songo sedang mendirikan masjid Demak dan sedang berzikir di dalam masjid,… tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan dari atas… kemudian di dekati oleh Sunan Kalijaga …!!! Bungkusan itu berupa kulit kambing, pasujudan Kanjeng Rasulullah SAW, dan kain pakaian Kanjeng Rasulullah SAW … !!! Oleh Sunan Kalijaga, bahan kain tersebut dibuat baju… karena akan menjadi pakaian para raja yang berkuasa di tanah Jawa …!!! Selain itu,… dipercaya pakaian ini akan membuat pemakainya sakti mandraguna… kebal terhadap berbagai senjata seampuh apapuun …!!! Segera Panembahan Senopati pergi menuju Kadi Langu bertemu Sunan Kalijaga untuk meminta baju Kyai Goendil alias Kyai Antakusuma …!!! 

  • Sunan Kalijaga begitu senang kedatangan Panembahan Senopati …!!! Kedua orang ini masih ada hubungan Saudara walaupun cukup jauh… toh sama-sama ada hubungan dari trah Kerajaan Majapahit …!!! Sunan Kalijaga merestui langkah Panembahan Senopati… dan memberikan Baju Kyai Goendil / Kyai Antakusuma kepada Panembahan Senopati …!!! Panembahan Senopati mohon pamit… dan kembali menuju Madiun untuk menggempur Madiun …!!!

    Ki Juru Mertani alias Adipati Mandaraka begitu senang … melihat Panembahan Senopati kembali ke Madiun dan berhasil mengenakan baju Kyai Goendil …!!! Kondisi pasukan Madiun memang terpecah.. sebagian pasukan Bang Wetan sudah kembali ke daerah masing-masing… jadi singkat kata… kekuatan pasukan Madiun cuma tinggal setengahnya saza …!!! Pada pagi-pagi buta… pasukan Mataram yang dipimpin oleh Panembahan Senopati mengamuk dan menyerang pasukan Madiun … !!!

    Panembahan Senopati begitu gagah… mengendarai kuda yang bernama Puspa Kencana,… berbaju Kyai Goendil… dan menggenggam tombak Kyai Plered… menggempur dibarisan depan… layaknya seorang Road Captain …!!! Prajurit Madiun yang diperkuat pasukan Bang Wetan kocar-kacir… terkena amukan Panembahan Senopati… !!! Pasukan Madiun berusaha melukai kuda Panembahan Senopati… berbagai sabetan pedang, tombak dan keris banyak melukai kuda Panembahan Senopati… Puspa Kencana …!!!

    Menjelang siang… kuda Panembahan Senopati luka parah… dan akhirnya mati …!!! Namun tetep saza Panembahan Senopati mengendarai kudanya itu… dan ajaib… layaknya zombiiieee kuda itu menuruti kemauan tuannya …!!! Berbagai tombak dan senjata tajam menghujani Panembahan Senopati … namun tidak terluka sedikit pun …!!! Kejadian mengenai kuda Puspa Kencana yang sudah mati… namun masih bisa berlari menuruti kemauan tuannya itu,… akhirnya diketahui oleh Ki Juru Mertani …!!! Apa yang akan dilakukan oleh Ki Juru Mertani… ??? .

     Kuda Panembahan Senopati sejak tadi siang.. sudah mati… namun menjelang sore baru Ki Juru Mertani tahu dan menegur,… “Ananda Senopati,… kudamu itu sudah mati kenapa masih kau naiki …???”. Seketika kelojotan dan robohlaah kuda Panembahan Senopati. Panembahan Senopati pun melompat… agak mangkel juga… “Paman,… iyooo… iyooo… kudaku ini sudah mati dari siang… dan baru roboh sekarang… gara-gara Paman tegur …!!!”. Memang Panembahan Senopati bermaksud berperang sambil numpak montor… eeeegh maksud’e sambil nunggang kudaaa …!!! Lagi males… kalau jalan kaki… oleh sebab itu ia gunakan ilmu kesaktiannya agar kuda nya itu tetep bisa berjalan… !!! Namun seketika ilmu yang digunakan ‘musnah’ berkat teguran Ki Juru Mertani …!!! 

  • Yaaagh terpaksa daaagh, Panembahan Senopati melanjutkan gempurannya dengan jalan kaki … menuju ke keraton Madiun …!!! Dengan ngamuknya Panembahan Senopati… akhirnya kekuatan Madiun dan Bang Wetan takluk dan sebagaian memilih lari tunggang langgang …!!! Bupati Madiun marah-marah… merasa dikerjai oleh Panembahan Senopati … !!! Masih tergiang ucapan manis Nyai Adisara… duuuugh ia menyesali kok gampangnya ia merasa terperdaya oleh Panembahan Senopati… melalui kerlingan Nyai Adisara …!!!

    Bupati Madiun terpaksa mengungsi dan meninggalkan keraton …tempat semula ia berkuasa …!!! Ia pun berkata kepada putri nya Retno Jumilah, “Anakku … ketahuilah sesungguhnya Panembahan Senopati menggempur Madiun hanya karena ingin mempersuntingmu. Ia berniat memilikimu …!!! Anakku… balaslah sakit hati Ayahandamu ini… atas kelakuan busuk Panembahan Senopati itu …!!!”. Bupati Madiun melepaskan keris pusakanya yang terselip di pinggang kepada anaknya Retno Jumilah …!!!

    “Jika kamu bertemu dengan Panembahan Senopati,… seranglah ia dengan keris pusaka ku ini… Kyai Gumarang …!!! Ia akan menemui kematiannya jika terkena tusukan keris pusaka ku ini …!!!, begitu kata Bupati Madiun kepada anaknya …!!! Retno Jumilah terharu… dan ia bertanya kepada Ayahandanya… “Ayahanda,… apakah Ayahanda akan meninggalkan ananda sendirian di Madiun ini …???”. Dugggh terharu Bupati Madiun atas pertanyaan anaknya ini… dan ia pun berkata, “Hanya dengan cara ini… kita bisa membalas sakit hati… terperdaya oleh siasat Panembahan Senopati… anakku… !!!”.

    Last,… apakah Retno Jumilah bisa mengemban misi yang diberikan oleh Ayahandanya Bupati Madiun… dan berhasil menusuk keris Kyai Gumarang di tubuh Panembahan Senopati… ??? .

    Retno Jumilah yang merasa getir… ditinggal Ayahandanya, Ibunya dan saudara-saudara nya… mendadak merasa gelap pemandangan… !!! Dan ia pun pingsan mendapati kenyataaan itu …!!! Bathinnya serasa tidak kuat menanggung hal itu… dan diperlukan 5 abdi dalem alias dayang-dayang agar ia tersadar kembali …!!! Akhirnya Retno Jumilah sadar juga,… dan ia merasa ini gara-gara Panembahan Senopati… sontak ia ingin membalaskan sakit hati Ayahandanya… dan keris pusaka Kyai Gumarang ia gengam erat-erat … dan ia sudah bertekad tidak akan menyarungkan keris itu ke warangkanya sebelum berhasil menusukkan keris tersebut ke tubuh Panembahan Senopati …!!! 

  • Retno Jumilah ini memang wanita yang sangat cantik,… namun mempunyai kriteria yang cukup nyeleneh tentang calon suaminya …!!! Lelaki yang diinginkannya harus tidak mempan terhadap sayatan pisau cukur yang ia punyai. Dan lelaki itu yang bakal jadi calon suaminya itu… kudu disembah oleh Orang tuanya… !!! Lhaaa… dengan perkataan lain calon menantu lelaki itu… kudu disembah oleh calon mertua… lhaaa permintaan yang nyeleneeeh …!!!

    Panembahan Senopati mengetahui hal ini… dan ia merasa memang jodohnya adalah Retno Jumilah … seolah sudah menjadi suratan takdir bagi Panembahan Senopati dan Retno Jumilah …!!! Panembahan Senopati memasuki balai kadipaten Madiun… dan Retno Jumilah mengetahui hal itu dan ia pun menghadang Panembahan Senopati …!!! 

    Retno Jumilah menggengam sebuah tombak ditangan kanan nya,… pedang ditangan kirinya… dan keris Kyai Gumarang diselipkan dipinggangnya …!!! Dengan mengerahkan tenaga dalamnya… sekuat tenaga Retno Jumilah menghujamkan tombak ke dada Panembahan Senopati …!!! Bagai membentur besi… dada Panembahan Senopati kebal akan tombak… malah Retno Jumilah terdorong mental ke belakang… !!! Ia pun tidak kalah akal,… langsung disambarnya pedang .. dan sekuat tenaga ia tebas leher Panembahan Senopati …!!!

    Kembali,… tebasan Retno Jumilah seolah tidak membawa hasil …!!! Retno Jumilah mangkel bener… dan ia pun berkata,… “Memang engkau seorang digjaya, Panembahan Senopati… ??? Namun apakah engkau masih bisa kebal dengan keris Kyai Gumarang … pusaka Ayahandaku ini …??? Bagaimana kelanjutan cerita ini… sanggupkah Panembahan Senopati .. menghadapi keris Kyai Gumarang … .

    Retno Jumilah telah mencabut keris Kyai Gumarang,… dan ia telah siap akan menghujamkan keris itu ke tubuh Panembahan Senopati …!!! Panembahan Senopati tersentak melihat Keris Kyai Gumarang… !!! Ia merasa keris ini bukanlah main-main… ia agak menjaga jarak …!!! Panembahan Senopati pun berkata kepada Retno Jumilah… “Dinda Retno Jumilah,… sesungguhnya aku begitu sayang padamu …!!!”. Retno Jumilah pun bertambah marah dan berkata… “Apa maksudmu Panembahan Senopati,… setelah apa yang kau lakukan terhadap keluargaku… setelah engkau porak-porandakan Madiun… masih bisakah kau berkata sayang …??? Panembahan Senopati pun berkata… 

  • “Jelas aku sungguh-sungguh sayang kepadamu… dan mencintaimu… sehingga persyaratan yang engkau tetapkan untuk mempersuntingmu… akan aku lakukan …!!! Sebagaimana engkau ketahui… Sunan Giri telah meramal bahwa aku dan keturunanku akan bertahta selaku penguasa Tanah Jawa …!!! Hanya dengan inilah… persyaratan Ayahandamu selaku mertuaku akan menyembahku … selaku Raja Tanah Jawa …!!! Baju yang kukenakan ini… adalah baju Kyai Antakusuma pemberian Kanjeng Sunan Kalijaga… !!! Siapapun yang mengenakan baju ini akan bertahta selaku raja menguasai segeneap tanah Jawa …!!!”

    Retno Jumilah tertegun mendengar penjelasan Panembahan Senopati …!!! Ia berusaha mencerna semua perkataan Panembahan Senopati… dan ia merasa bahwa semua penjelasan yang diberikan Panembahan Senopati benar adanya …!!! Tidaklah mungkin baginya mencari calon suami… kecuali seorang Raja… karena Ayahandanya adalah seorang Adipati Madiun …!!! Siapa lagi yang bisa membuat Ayahandanya takluk kecuali Panembahan Senopati …!!! Tapi masih ada yang mengganjal di bathinnya… bagaimana dengan nasib ayahandanya yang sedang lari dari terjangan Panembahan Senopati… ???

    Seolah Panembahan Senopati mengetahui apa isi hati Retno Jumilah… ia pun berkata … “Dinda Retno Jumilah,… jika keluarga dan Ayahandamu yang menjadi beban pikiranmu,… sebagai tanda kasih sayangku padamu… aku sanggup mengembalikan jabatan Ayahandamu selaku Adipati Madiun …!!! Walaupun demikian… selaku Adipati.. ia tetap harus menghaturkan sembah kepadaku selaku Raja Tanah Jawa …!!! Bukankah aku telah penuhi persyaratan agar bisa meminamgmu…. dinda Retno Jumilah …???”

    Perkataan Panembahan Senopati… begitu menusuk relung kalbu hati Retno Jumilah…. !!! Ia pun seolah berkata pada diri sendiri… Seolah ia tidak ada rasa hormat kepada calon Suaminya… yang telah dengan ikhlas berjuang untuk mendapatkan cintanya… haruskah ia menghujam calon suaminya … yang kemungkinannya hanya satu-satunya… dengan keris pusaka Kyai Gumarang ….??? Tentu tidaaaaak…. hati kecilnya berkata… sungguh bodoh dan tidak tahu sopan santun… menghunus keris di depan calon suami… !!!

    Tidak terasa Retno Jumilah melepas keris pusaka Kyai Gumarang… !!! Keris itu pun terjatuh… dan segera Panembahan Senopati mengambil keris Kyai Gumarang itu …!!! Retno Jumilah lunglai… dan ia pun baru tersadar… bahwa masih ada 1 persyaratan lageee… sebelum Panembahan Senopati bisa memperistrinya …!!! Ia pun menguatkan diri dan berkata,… “Panembahan Senopati,… jika engkau tidak mempan oleh tikaman dan sayatan pisau cukurku… maka aku bersedia menjadi istrimu …!!!” Akankah… Panembahan Senopati kebal tidak terluka… terkena pisau cukur milik Retno Jumilah.

     Lanjut lageee,… Panembahan Senopati bakalan disayat-sayat menggunakan pisau cukur Retno Jumilah …??? Tentu saza Panembahan Senopati tersenyum… lha wong ditombak,… ditebas menggunakan pedang saza ndaaak mempan… apalagi cuma disayat dengan pisau cukur milik Retno Jumilah… !!! Panembahan Senopati pun tersenyum… dan berkata “Silahkan Dinda Retno Jumilah,… pilih bagian mana yang ingin engkau sayat… dengan pisau cukurmu itu …!!!”. Bagai seorang dara yang mengamuk… Retno Jumilah pun menyayat-nyayat tubuh Panembahan Senopati… !!! Teruz apa yang terjadi … ??? 

  • Kulit Panembahan Senopati tidak terluka… boro-boro terluka… tergores juga tidaaak …!!! Kulit Panembahan Senopati muyuuuz… ndak ada scratch… mirip seperti Ducati Superbikez yang baru keluar dari showrooom… muyuuuz kinyiz-kinyiz …!!! Retno Jumilah pun… menyerah… semua persyaratan yang ia minta kepada calon suaminya ini telah terpenuhi …!!! Retno Jumilah pun sadar.. bahwa memang sudah jalannya takdir Allah SWT…. bahwa suaminya adalah Panembahan Senopati …!!!

    Retno Jumilah pun berkata,… “Panembahan Senopati… memang engkau layak menjadi suamiku… !!! Sudah suratan takdir Gusti Allah bahwa engkaulah yang dikirim menjadi suamiku …!!!”. Akhirnya… Retno Jumilah pun diambil menjadi istri oleh Panembahan Senopati …!!! Pagi harinya,.. dihadapan para prajurit dan para bupati… diumumkan bahwa Retno Jumilah telah menjadi istri baru dari Panembahan Senopati …!!! Tindakan Panembahan Senopati ini… melukai hati Adipati Pati… yaitu Adipati Pragola I … !!! Lho kok… Adipati Pati maraaagh seeeegh …???

    Adipati Pati ini merupakan anak dari Ki Penjawi,… yaitu adik angkat dari Ki Ageng Pemanahan… ayah Panembahan Senopati …!!! Naagh kakak dari Adipati Pati ini yaitu Ratu Mas Waskitajawi,… menikah dengan Panembahan Senopati… dan menjadi permaisuri Panembahan Senopati …!!! Naagh anak dari Ratu Mas yang bernama Mas Jolang… yang dijadikan sebagai putra mahkota …!!! Adipati Pati merasa tersinggung… kurang apa seeegh kakaknya… sehingga Panembahan Senopati sampai mengambil istri lageee …??? Selain itu ia mencemaskan kedudukan permaisuri utama kakaknya … bisa jatuh ke tangan Retno Jumilah …!!! Jika Retno Jumilah melahirkan anak,… lha bisa-bisa … Mas Jolang direcall dari putra mahkota… begitu pikirnya… !!!

    Adipati Pati… langsung pamit kepada Panembahan Senopati… kembali ke Pati… dengan alasan Pati lagi diserbu musuh …!!! Panembahan Senopati berusaha mencegah,… namun sia-sia… Adipati Pati bersikeras kembali ke Pati …!!! Panembahan Senopati sudah memahami… dan ia pun mengetahui bahwa Adipati Pragola akan memusihinya… dan iapun mengetahuinya cepat atau lambat… ia akan berhadapan dengan Adipati Pati itu …!!! .

     Setelah menundukkan Madiun,… Panembahan Senopati melanjutkan gempurannya ke Pasuruan …!!! Adipati Pasuruan mendapatkan info dari para telik sandi… bahwa Panembahan Senopati akan menyerang Madiun… ia sudah putus asa… dan hendak takluk kepada Panembahan Senopati berikut menyiapkan upeti tanda takluk kepada Panembahan Senopati… !!! Namun ketika ia hendak menyampaikan ketaklukkan nya kepada Panembahan Senopati… salah satu abdi yaitu Kaniten… mencegahnya… dan ia menyatakan kesanggupannya untuk menumpas Panembahan Senopati …!!! Dengan tinggi hati… sangat yakin bisa mengalahkan Panembahan Senopati… dan sebaiknya Adipati Pasuruan… tenang aza laaagh …!!! 

  • Berangkat laagh Kaniten dengan diiringi oleh para bala prajurit… !!! Yaaagh… contra strategy pun terjadi…. info kerangkatan Kaniten pun sampai juga di telinga Panembahan Senopati …!!! Ia pun berangkat untuk menghadang Kaniten… dan berpakaian serba hitam … dan bersenjatakan tombak …!!! Bener saza… Panembahan Senopati bertemu dengan Ki Kaniten …!!! Oghh ya, Kaniten ini cukup sakti… badannya pun tidak mempan terhadap senjata tajam …!!!

    Ketika bertemu,… Kaniten pun berkata… “Puunya urusan apakah gerangan… sehingga engkau berani menghadap perjalananku untuk menantang Panembahan Senopati …???”. Panembahan Senopati pun dengan tenang berkata,… “Aku adalah lurah prajurit Numbak Cemeng … dan akulah yang diutus Panembahan Senopati untuk menemui dan menghadangmu …!!! Segala urusan dengan Panembahan Senopati… telah dikuasakan kepadaku …!!!”. Sangat marah laagh Kaniten mendengar hal ini…. maka terjadilah perang tanding antara Kaniten melawan Lurah Prajurit Numbak Cemeng… yang tidak lain adalah Panembahan Senopati sendiri …!!!

    Terjadi laagh pertempuran yang cukup dasyat… diantara kedua orang tersebut… menggunakan tombak diatas kudanya masing-masing …!!! Kedua orang tersebut sama-sama kebal… dan para prajurit saling sorak-sorai… melihat majikan mereka bertempur …!!! Telah lama mereka bertempur… namun tidak ada tanda-tanda kemenangan ataupun kekalahan …!!! Panembahan Senopati akhirnya berdoa kepada Allah SWT… agar ia dapat mengalahkan Ki Kaniten …!!! Seperti ada ‘invisble hand’… akhirnya tombak Panembahan Senopati mengenaoi lutut Ki Kaniten …!!!

    Memang tidak mempan,… namun Ki Kaniten terjatuh dari kudanya… dan menjadi lumpuh …!!! Otot lututnya seperti dilolosi… dan ia seperti hilang kekuatan …!!! Akhirnya… ia dinaikkan ke kuda.. dan dipulangkan ke pasuruan ….!!! Seketika Adipati Pasuruan begitu marah… disamping kalah… ia sangat tidak suka perilaku Ki Kaniten yang begitu sombong …!!! Akhirnya ia meminta prajurit menghukum Ki Kaniten agar memancung lehernya ….!!!

    Namun… tidak mempan… leher yang dipancung tidak putus …!!! Saking marahnya Adipati Pasuruan,… akhirnya menuangkan timah panas mendidih ke mulut Ki Kaniten… !!! Akhirnya meninggal laaagh Ki Kaniten… dan tidak berapa lama pun…. Pasuruan akhirya menjadi daerah taklukan Kerajaan Mataram …!!!.
     Beberapa daerah yang takluk kepada Mataram seperti Madiun, Pasuruan… etc membuat banyak prajurit / Adipati yang mengungsi ke Surabaya …!!! Putra Adipati Madiun pun yang bernama Calantang juga mengungsi ke Surabaya dan diambil jadi menantu oleh Pangeran Surabaya dan menjadi bupati di Japau. Sedangkan di Kediri dijabat oleh Pangeran Mas,…. namun sewaktu Pangeran Mas mangkat, diangkat lah Bupati dari Pangeran Surabaya yaitu Ratu Jalu … !!! Hal ini yang mengundang Raden Senopati ing Kediri tidak terima… karena ia adalah saudara tertua dari Pangeran Mas… mosok di dropping dari Pusat… oleh Pangeran Mas… !!! Hal ini laagh yang mendorong Raden Senopati ing Kediri untuk memberontak… !!! 

  • Ia mengirim utusan kepada Panembahan Senopati,… yang menyatakan bahwa Kediri mau takluk dan mengabdi kepada Panembahan Senopati… !!! Dalam pikiran Senopati ing Kediri… ngapain mengabdi kepada Surabaya… lha wong Pangeran Surabaya bersifat otoriter kok… main dropping saza… !! Panembahan Senopati begitu senang hatinya,… ia langsung mengirim pasukan dalam jumlah besar… untuk melindungi Senopati ing Kediri.. !!! Rombongan ini dipimpin oleh Tumenggung Alap-Alap …!!! Bupati Kediri yaitu Ratu Jalu juga sudah menyiapkan pasukan untuk menumpas pasukan Mataram … !!!

    Mendengar bahwa pasukan Mataram telah tiba,.. Senopati ing Kediri beserta anak dan istrinya serta abdi dalemnya… menemui pasukan Mataram …!!! Ternyata pergerakan Senopati ing Kediri ini… dicium oleh Ratu Jalu… !!! Ia memerintahkan untuk menumpas semuanya… dam tersusul di daerah Krakal… dan terjadilaah pertempuran antara pasukan Ratu Jalu dengan Senopati ing Kediri…. !!! Senopati ing Kediri agak terdesak… namun tak lama datang pasukan Mataram dibawah pimpinan Tumenggung Alap-Alap… terjadilah pertempuran yang cukup sengit… !!! Namun tidak lama,… pasukan Ratu Jalu bukanlah tandingan pasukan Mataram… apalagi ada Tumenggung Alap-Alap yang cukup sakti … !!! Kocar-kacir laagh pasukan Ratu Jalu… dan meninggalkan medan pertempuran …!!!

    Akhirnya Senopati ing Kediri… diboyong ke Mataram… dan menghaturkan sembah kepada Panembahan Senopati … !!! Panembahan Senopati sangat sayang kepada Senopati ing Kediri ini… !!! Kepada Saudara Senopati ing Kediri pun,… yaitu Sara Dipa, Kentol Jejanggu dan Karti Masa pun… turut disayang … !!! Panembahan Senopati mengangkat anak Senopati ing Kediri ini… diberikannya tanah, rumah untuk ditempati … !!! Di mata Senopati ing Kediri… ia begitu hormat kepada Panembahan Senopati… karena telah berlaku sangat adil… dan ia bertekad akan menyerahkan jiwa raga… terutama apabila Mataram terancam oleh Bang Wetan … !!!.

     Bang Wetan cukup gerah dengan adanya Kerajaan Mataram,… dan mereka ingin menggempur Mataram. Adipati Gending dan Adipati Pesagi diutus untuk menggempur Mataram… dan prajurit Bang Wetan dipecah dua… !!! Pergerakan pasukan ini diketahui oleh telik sandi Mataram,… dan dilaporkan kepada Panembahan Senopati …!!! Panembahan Senopati segera menyiapkan pasukan untuk menghadang laju pasukan Bang Wetan… !!! Namun Senopati ing Kediri memohon agar Panembahan Senopati tidak usah turun tangan… biarkan ia saja yang membereskan prajurit Bang Wetan… !!! Akhirnya Panembahan Senopati mengijinkan,… dan Senopati ing Kediri memimpin pasukan Mataram… !!! 

  • Prajurit Mataram dibagi 2 juga… yaitu Pangeran Purbaya menghadang musuh dari utara,… sedangkan Senopati ing Kediri menuju ke selatan …!!! Akhirnya Senopati Kediri bertemu dengan pamannya Adipati Pesagi… dan terjadilah duel perang tanding … mengerahkan berbagai kesaktian …!!! Keduanya akhirnya mati bersama… dan kematian kedua petinggi ini… membangkitkan emosi para prajurit …!!!

    Terjadi laaagh pertempuran yang semakin brutaaal… namun prajurit Mataram begitu perkasa… prajurit Bang Wetan banyak yang mati… sisanya morat-marit kabuuur …!!! Panembahan Senopati begitu sedih mendengar kabar bahwa Senopati ing Kediri wafat dalam pertempuran… dan ia memerintahkan jenazah dimakamkan di desa Wedi …!!! Para prajurit yang menang banyak diganjar dengan berbagai hadiah… !!! Adik Senopati ing Kediri diangkat jadi Bupati dan bergerlar Marta Laya …!!!

    Pergolakan terhadap Mataram pun,… belum laagh sirna… !!! Masih ingat Adipati Pati yang begitu tersinggung dengan Panembahan Senopati ketika Panembahan Senopati mengambil istri Retno Jumilah dari Madiun …??? ..

     Adipati Pati memang akhirnya membangkang…. dan menggempur Mataram … !!! Padahal kakak perempuan Adipati Pati ini… menikah dengan Panembahan Senopati dan melahirkan Mas Jolang… yang menjadi putera mahkota …!!! Namun sejak Panembahan Senopati menikah lagi dengan Retno Dumilah… maka iapun mulai membangkang… ia merasa tersinggung dengan tindakan Panembahan Senopati … !!! Panembahan Senopati pun akhirnya mengutus anaknya Mas Jolang untuk menghadapi Adipati Pati ini… yang tidak lain merupakan paman dari Mas Jolang … !!! Tak lupa ia berpesan, “Anakku, berangkatlah bersama orang Mataram menyambut pamanmu dari Pati …!!! Diingatkan saja, jangan dilawan…. !!! Namun jika diingatkan ternyata masih melawan… ya layani saja… baalah tombak ku ini …!!!” 

  • Adipati Pati ini, telah gelap mata… diingatkan oleh keponakan sendiri tetep saja tidak mengacuhkan. Malah menantang dan menyuruh agar Panembahan Senopati segera duel tanding dengannya …!!! Adipati Pati yang telah gelap mata pun… semakin marah ketika keponakannya memeinta ia pulang…. !!! “Bila paman tidak mau kembali dan sudah tidak menganggap bahwa paman termasud keluarga besar kami,… maka saya diperintahkan untuk melayani kemauan paman… !!!”, kata Mas Jolang kepada Adipati Pati … !!! Maka terjadilah duel antara paman dan keponakan … dan memang seolah lawan yang berat sebelah …!!!

    Adipati Pati terus mendesak dan menggepur keponakannya sendiri …!!! Mas Jolang terus saja menusuk…. menombak Adipati Pati… namun Adipati Pati tidak terluka sedikitpun … !!! Akhirnya Adipati Pati mengambil sebuah tombak… dan melemparkannya ke anak Panembahan Senopati tersebut…. !!! Lemparannya mengena dada … membuat terluka Mas Jolang… dan akhirnya ia pun pingsan …. !!! Para prajurit membawa mundur Mas Jolang yang pingsan…. dan sebagian prajurit mengabarkan kepada Panembahan Senopati bahwa anaknya terluka … !!!

    Panembahan Senopati begitu marah atas pingsannya anaknya itu…. dan ia pun berkata kepada istrinya yang tidak lain saudara perempuan Adipati Pati itu… !!! “Ni Mas,…. Adikmu itu sudah keterlaluan… sampai hati menombak keponakannya sendiri … !!!” Istrinya pun menjawab, “Jika begitu,… saya rela atas matinya adikku itu,.. sebab ia sudah jahat… !!!”. Jawaban itu seolah memberikan restu kepada Panembahan Senopati untuk menyadarkan Adipati Pati… baik dengan cara lunak ataupun keras… !!! Last,.. bagaimana duel antara Panembahan Senopati melawan Adipati Pati… .

     Panembahan Senopati segera mengenakan pakaian perangnya… dan segera memimpin para prajurit untuk menghadapi pemberontakan Adipati Pati …!!! Panembahan Senopati juga ditemani oleh Ki Juru Mertani… dan semua pasukan berkuda mataram ini bergerak cepat… dan sampai malam tiba sudah sampai di dekat Prambanan …!!! Setelah barisan siap… mulai laagh melakukan penyerangan ke prajurit Pati… dan segera terdengar bende Kyai Bicak bersuara dipukul bertalu-talu …!!! Prajurit Pati geger,… dan mulai kocar-kacir karena mereka mendengar bahwa Kyai Bicak bergemuruh… tanda bahwa percuma saza melawan prajurit Mataram… karena mereka akan mengalami kekalahan… !!! 

  • Ki Juru Mertani pun beraksi,… dengan keris yang bernama Kyai Culik… benteng bertahanan prajurit Pati pintu gerbangnya muraaak pecah tiga… terkena terjangan Kyai Culik …!!! Prajurit Pati yang mencoba melawan prajurit Mataram banyak yang mati… !!! Panembahan Senopati mengamuk dan tanpa ampun melibaz prajurit yang berani menghadangnya… ketika ia akan mencari Adipati Pati… !!! Adipati Pati sudah lari dan menyelamatkan diri ke Pati dan meminta bantuan Bupati sekitarnya… dan bala bantuan siap menghadang Panembahan Senopati …!!!

    Panembahan Senopati mendapat kabar bahwa Adipati Pati telah lari… dan ia memutuskan untuk menyapu bersih… pemberontakan Adipati Pati ini… !!! Baginya Adipati Pati ini sudah kurang ajar… dikasih hati minta rempelooo …!!! Kakak perempuannya sudah dijadikan permaisuri… anaknya (keponakan) menjadi putera mahkota… ia sendiri telah dijadikan Adipati… !!! Mosok persoalan Retno Jumilah, yang sudah digariskan Gusti Allah menjadi isterinya… menjadikan pembenaran untuk memberontak …??? Terlebih keponakannya sendiri alias putera mahkota yang diutusnya… malah ditombak dan untung hanya pingsan …!!! Kalau berani sini lawan Bapaknya… begitu pikirnya… dan ia tidak akan memberi ampun… terhadap Adipati Pati… !!!

    Benar saza… perang pun terjadi… namun Pati bukanlah lawan dari prajurit Mataram… !!! Walaupun prajurit Mataram yang diutus tidak banyak jumlahnya… namun semua prajurit adalah pilihan… dan dalam waktu yang tidak terlalu lama… prajurit Pati pun banyak yang mati… !!! Mengingat waktu itu sedang banjir… banyak prajurit Pati yang terjun ke sungai… !!! Adipati Pati pun tidak diketahui, kemungkinan besar ia pun terjun ke sungai… mengingat Pati sudah kalah… dan Panembahan Senopati pulang ke Mataram dengan membawa kemenangan … !!! .

    Setelah mengalahkan Adipati Pati,…. Kerajaan Mataram Islam dibawah kekuasaan Panembahan Senopati begitu makmur,.. gemah ripah loh jinawi,… tata tentreeem karta raharja …!!! Rakjat begitu senang… semua hidup dalam kecukupan … stabilitas baik politik ataupun ekonomi sangat terjaga …!!! Walaupun Kerajaan Mataram Islam telah berdiri,… namun wilayah di Bang Wetan belumlaaagh takluk…. dan hal ini membuat gusar Ki Juru Mertani ….!!! Ki Juru Mertani pun mengusulkan kepada Panembahan Senopati… untuk menuntaskan penyerbuan ke daerah-daerah Bang Wetan yang belum mau tunduk kepada Mataram …!!! Namun Panembahan Senopati mempunyai pemikiran dan keyakinan tersendiri … !!! 

  • “Paman Juru,… belum saatnya aku menyerang dan menaklukkan Bang Wetan. Kelak anak cucu ku, merekalaah yang akan menaklukkan orang-orang di Bang Wetan serta seluruh tanah Jawa, menjadi Raja tanpa tanding. Aku ini cuma mendirikan Kerajaan Mataram saja, dan kelak jika aku dipanggil ke hadapan Allah SWT yang akan menggantikan aku dan menjadi penerus adalah anak ku Mas Jolang …!!! Meskipun ia masih muda, dialah yang akan menurunkan benih-benih Raja di Mataram. Anak-anak ku yang lain yang tidak mengindahkan pesan ku ini, biarlah ia terkena kutukan dari Allah SWT. Paman yang akan kami minta untuk melantik raja cucu Paman tersebut “, kata Panembahan Senopati.

    Seolah Panembahan mengetahui sekali… bahwa nantinya dibawah cucunya Sultan Agung, Kerajaan Mataram akan menjadi besar dan disegani oleh para lawan ataupun kawan …!!! Kala itu Panembahan Senopati telah menjadi raja selama 3 tahun… dan dan akhirnya ia sakit keras dan mangkat. Panembahan Senopati dimakamkan di sebelah barat masjid. Saat ini makam Panembahan Senopati bisa dikunjungi di Kotagede dan berdekatan dengan makam Panembahan Senopati juga terdapat beberapa makam besar lain seperti Joko Tingkir, Ki Juru Mertani, Raden Rangga, Retno Jumilah .hm sampai disini saja kisah ini..sampai jumpa dilain kisah....wasalam.

No comments:

Post a Comment